
Di tempat lain tepatnya di rumah kos-kosan tempat Irene berada, terlihat Irene masih tertidur pulas di bawah pelukan hangatnya Cornelius. Sedangkan Cornelius sudah bangun menatap kecantikan yang dimiliki gadis kecil kesayangannya. Senyum manis menatap wanitanya tidak terlepas dari bibirnya jari jemarinya menyentuh kulit wajah.
Merasa terganggu dengan belaian yang diberikan Cornelius, kini Irene bermulai membuka netranya. Empat Mata saling menatap mereka berdua menikmati Tatapan yang mereka berikan tanpa mengedipkan netra masing-masing.
"Jangan terlalu lama menatapku nanti kau bisa jatuh cinta padaku."ucap Cornelius seketika membuat netra Irene berkedip tubuhnya refleks mundur keluar dari pelukan Cornelius. Dia langsung turun dari ranjang berjalan keluar dengan wajah yang marah Entah kenapa perasaan tiba-tiba malu tak berani bicara.
Padahal dia selalu memarahi Cornelius saat dia mendekatinya. Tapi kenapa rasa ini malah menghilang saat dia menatap kedua netra Cornelius, yang seperti memperlihatkan besarnya cinta yang dimiliki pria itu yang selalu mengganggunya.
Cornelius menopang dagu tersenyum melihat Irene pergi tanpa berbicara padanya. Ternyata wanitaku bisa merasakan rasa malu Yang ditunjukkannya padaku." gumam Cornelius dalam hati sembari mengembangkan senyumnya.
"Perlahan kau juga pasti akan mencintaiku sayang." ucapnya sambil tersenyum. Irene Pergi mengambil air minum dan menuangkan air ke gelas sampai meluap tanpa ia sadari.
Irene kurang fokus sehingga ia tidak menyadari air minum yang ia tuangkan sudah meluap
Hingga membasahi meja sampai menetes jatuh ke lantai. Tiupan angin dan suara bisikan memecahkan lamunan Irene.
"Apa kau sedang memikirkan ku sayang." bisik Cornelius berdiri tepat di belakang Irene sambil memeluk pinggangnya yang ramping dan bodynya yang bagai gitar Spanyol.
Irene terbangun dari lamunannya. Irene kaget meletakkan gelas bening itu ke meja. " Ada apa dengan diriku kenapa aku malah melamun seperti ini karena memikirkannya?" gumam Irene di dalam hati.
__ADS_1
"Ada apa Sayang kenapa kamu tak bicara apa kau sakit? ucap Cornelius memegang pundak Irene membalikan tubuh Irene menghadapnya. Mencari tahu mengapa Irene tiba-tiba terdiam. Irene masih tetap diam dan dia menundukkan kepalanya.
Cornelius menyentuh dahi dan leher Irene merasakan suhu tubuh Irene. Ternyata suhu tubuh Irene tetap normal tidak panas. Apa kau sakit? kalau begitu kita pergi ke dokter." tanya Cornelius penuh selidik.
"Tidak perlu, aku tidak sakit.
"Terus kau kenapa?"
"Aku tidak apa-apa hanya ada sesuatu yang menggangguku.
"Katakan apa yang mengganggumu? aku akan membantumu menyelesaikannya. Irene menyingkir dari hadapan Cornelius pergi duduk di sofa. "Aku tidak mungkin bilang yang mengganggu pikiranku adalah dia" gumamnya dalam hati sembari melihat ke belakang.
Cornelius menyusul Irene duduk di sebelah Irene. Irene tiba-tiba mengajukan pertanyaan untuk mengalihkan pembicaraan agar Cornelius tidak banyak bertanya.
lagi-lagi Irene tidak mengingat apa yang terjadi malam itu. Akibat pengaruh alkohol yang ia minumnya yang cukup banyak. Hal ini biasa terjadi karena kadar alkohol yang diminumnya terlalu tinggi atau Irene terlalu banyak minum sampai mempengaruhi ingatannya.
.
Cornelius hanya tersenyum lalu berdiri "Jangan pikirkan itu. Kau sebaiknya mandi apa kau tidak ingin pergi bekerja?
__ADS_1
"Ya ampun, aku sampai lupa." ucapnya berdiri langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi melupakan semua pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada Cornelius.
*****
Di depan perusahaan Mahesa Group, tampak mobil Cornelius berhenti. Cornelius keluar berjalan ke sisi mobil dan membukakan pintu untuk Irene. Irene keluar dengan menggunakan pakaian yang biasa ia gunakan ke kantor, pakaian yang senada dengan sepatu dan tas sandang miliknya membuat aura kecantikan Irene semakin terpancar.
Sebelum Irene masuk ke dalam kantor Cornelius menarik tangan Irene
"Ada apa?"tanya Irene yang belum memahami maksud dan tujuan Cornelius menarik tangan Irene.
"Aku akan menjemputmu pulang nanti. Jadi jangan pulang sendiri." ucap Cornelius sambil langsung mengecup kening Irene lalu melambaikan tangannya.
"Baiklah, ucap Irene langsung mengiyakan permintaan Cornelius. Cornelius tersenyum melepaskan tangan Irene membiarkannya masuk ke dalam kantor. Saat Irene sudah masuk barulah dia meninggalkan tempat itu.
Di tempat lain anak buah Cornelis sesuai dengan perintah yang diberikan Cornelius, mereka mengembalikan Aris ke kamar kost yang selama ini ditempati oleh Aris. tampak anak buah yang berhenti di depan rumah kos-kosan yang ditempati oleh Aris. Mereka melepaskan ikatan tangan melemparkannya keluar dari dalam mobil. Mobil anak buah Cornelius langsung jalan meninggalkan Aris berguling tepat di pintu gerbang rumah kos-kosan yang selama ini ditempati oleh Aris.
Aris yang berguling berusaha bangkit bangun melepaskan ikatan tangannya, dengan perasaan sangat marah diperlakukan seperti sampah oleh anak-anak buah Cornelius.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓