
Rina tampak kesal mendengar Irene dan Cornelius yang ingin menjadi Mak comblang untuk Rina Dan Timothy. Yang kebetulan saat ini Rina sedang jomblo dan begitu juga dengan Timoty. Setelah kepergian mantan kekasihnya, Rina memang tidak pernah menjalin hubungan dengan lelaki manapun.
Kepergian sang kekasih akibat penyakit kanker yang ia alami, membuat Rina dirundung kesedihan. Ia belum ingin menjalin hubungan dengan lelaki manapun. Tapi Irene tidak ingin tinggal diam. Ia merasa sang sahabat juga berhak Bahagia. Hingga Ia pun menginginkan Rina memiliki pengganti sang almarhum kekasihnya.
"Kalian tidak asik, lebih baik kita pulang saja, yang lain saja kita bahas."ucap Rina yang tampak kesal melihat Cornelius dan Irene. sementara Ricardo masih memperhatikan anak buah Cornelius yang berdinas serba hitam itu, dengan dilengkapi senjata api di tangannya.
"Ngeri juga kalau dia jadi pendamping hidupku. Bisa-bisa aku gorok duluan." gumam recardo di dalam hati, sambil memperhatikan wanita yang ada di belakangnya.
"Tidak perlu mengataiku seperti itu."ucap wanita yang bertubuh kekar itu seolah mengetahui apa yang ada di dalam hati Ricardo membuat Ricardo membulatkan matanya.
"Alamak....Seperti dukun saja, dia mengetahui apa yang aku pikirkan." gumam Ricardo sambil berjalan mendahului Rina yang terlihat murung.
"Sudah, Wajah kamu tidak perlu ditekuk seperti itu. Lebih baik kita pulang sekarang, biarkan Irene dan Cornelius pergi sendiri dengan anak buahnya.
"Kita tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka. Irene dan Cornelius harus mendapatkan pengawal yang ketat seperti Timothy, yang terlihat vakum itu." ejek Ricardo membuat Timothy menatap Ricardo dengan tatapan tajam. Tapi Ricardo seolah tidak peduli akan tatapan Timoty terhadapnya.
Rina dan Ricardo berlalu meninggalkan restoran itu, setelah berpamitan kepada Cornelius dan juga Irene. Mereka masing-masing mengendarai motornya. kebetulan Rina dan Ricardo memiliki rumah searah,membuat Cornelius tidak terlalu mengkhawatirkan Rina jika pulang sendiri.
"Tunggu apa lagi, sekarang kita pulang. Pasti Ibu dan Ayah kamu, sudah menunggu kita di rumah." ucap Cornelius kepada Irene yang tampak masih bengong menatap kepergian kedua sahabatnya.
"Menurut kamu Timothy dan Rina cocok nggak ya? pertanyaan itu yang langsung dilontarkan Irene kepada Cornelius. Tetapi Timoty juga dapat mendengarnya membuat Cornelius pun tertawa ngakak.
"Jangan mentertawakanku seperti itu bos, Bos sepertinya senang sekali aku diolok-olok oleh wanita itu dan mengataiku lelaki vakum."ucap Timoty kepada Cornelius membuat Cornelius pun menetapnya dengan tatapan datar.
__ADS_1
Cornelius sama sekali tidak menyahutinya. Ia memilih menggandeng Irene masuk ke dalam mobil mewah miliknya. Timoty yang patuh akan perintah dari sang Bos, langsung duduk di bangku kemudi. Dan di sebelahnya sudah ada salah satu anak buahnya yang mendampingi mereka.
Sementara di mobil lain, anak buah Cornelius yang mengiringi mobil mereka dari belakang. "Kamu ini sayang, tidak boleh menertawakan orang seperti itu. Sama saja, kamu juga dulu aku katain apa? ucap Irene menggerutu saat Cornelius tertawa ngakak membayangkan kalau Ricardo dan Rina mengatai Timothy lelaki vakum.
"Ya sudah deh Maaf maaf, Cornelius mengucap Maaf hanya kepada seorang wanita,Yaitu Irene. Padahal selama ini pantang baginya meminta maaf kepada seseorang. Hanya Irene yang dapat melunakkan hati seorang Cornelius yang tampak Arogan dan juga keras kepala.
Tanpa mereka sadari mobil mereka sudah diikuti dari belakang. Tentunya Timoty mengetahui itu semua. "Tuan sepertinya ada yang mengikuti mobil kita? ucap Timoty yang melirik mobil yang mengikuti mereka dari kaca spion mobil itu.
"Hentikan di depan. Aku ingin mengetahui siapa yang mengikuti mobilku. Mereka tidak mengetahui siapa Cornelius. ucap Cornelius kepada Timoty yang tampak emosi.
"Jangan!!! Aku tidak ingin mencari masalah sebelum acara pesta pernikahan kita. Lebih baik kita lanjutkan perjalanan kita dan anak buah yang di belakang yang menghadang mereka." perintah itu yang langsung diberikan Irene kepada Timothy. Timothy seolah meminta persetujuan dari Cornelius.
Terlihat Cornelius memikirkan sesuatu, Iya lanjutkan saja perjalanannya, dan kamu hubungi anak buah kita yang mengiringi kita agar mereka menghadang mobil yang mencoba mengikuti mobil kita." perintah Cornelius kepada anak buahnya yang duduk di sebelah Timothy.
"Hadang mobil yang di belakang kalian, sepertinya mereka mencoba mengikuti mobil bos." perintah itu yang langsung diucapkan oleh anak buah Cornelius yang duduk di sebelah Timoty.
Anak buah Cornelius yang mendapat perintah dari Timothy dan rekannya, Mereka pun langsung menghentikan mobil mereka ingin melihat Siapa yang mencoba mengikuti mobil Cornelius. Mobil itu pun tiba-tiba berhenti.
Keluar beberapa orang lelaki yang bertubuh kekar dilengkapi dengan pakaian yang serba hitam, membuat anak buah Cornelius menatapnya dengan tatapan heran.
"Siapa kalian?
"Kami tidak memiliki urusan dengan kalian. jangan halangi perjalanan kami dan mencoba mengikuti kami."ucap anak buah Cornelius.
__ADS_1
Beberapa lelaki yang bertubuh kekar itu tertawa ngakak. "Tidak perlu mengetahui siapa kami, yang pasti kami hanya menginginkan Tuan kamu mati." ucap salah satu pria bertubuh kekar itu membuat anak buah Cornelius langsung bersiaga.
"Kamu tidak tahu siapa Bos kita yang sebenarnya, kamu pikir bos kita akan mudah kamu bunuh atau kamu matikan? tentu tidak. sebelum itu terjadi, kamu langkahi dulu mayatku." ucap seorang wanita yang berpakaian serba hitam itu bertubuh kekar dan juga dilengkapi dengan senjata tajam dan juga senjata api.
"Ha... ha... ha.. ha, kita tidak takut sama sekali. "Memangnya siapa kamu? Kamu pikir aku takut dengan wanita seperti kamu? bentak pria itu mencoba langsung menghajar anak buah Cornelius. Terlihat beberapa anak buah Cornelius sedang bertarung dengan para pria yang tidak mereka ketahui asal-usulnya dan Apa tujuan mereka ingin membunuh Cornelius. Yang pasti anak buah Cornelius sama sekali tidak mengetahuinya.
"Kamu pikir, aku seorang wanita tidak mampu menghadapi lelaki cecunguk seperti kamu!!!! ucap salah satu wanita anak buah Cornelius sambil melayangkan tinjunya kepada pria itu membuat pria itu langsung mundur 5 langkah ke belakang.
"Keras juga pukulan wanita ini, ternyata seorang wanita tidak bisa disepelekan." gumam pria itu sambil menyiapkan ancang-ancang untuk menyerang anak buah Cornelius, tetapi sebelum ia menyerang anak buah Cornelius Wanita itu sudah menghajarnya hingga babak belur.
Beberapa menit dalam pertarungan, akhirnya para pria yang mengikuti mobil Cornelius pun sudah terlentang di atas aspal dan tidak berdaya. Wanita itu langsung mengikat tangan pria yang bersikeras mengatainya tadi. lalu membawanya ke dalam mobil setelah mengikat tangan dan kaki, mulut juga ditutupnya agar pria itu tidak bisa berteriak minta tolong kepada siapapun saat mereka dalam perjalanan.
Wanita itu mengirimkan pesan kepada Cornelius yang mengatakan kalau mereka telah berhasil melumpuhkan orang yang berniat ingin membunuh Cornelius. "Bawa ke markas!" perintah itu yang langsung diperintahkan Cornelius kepada para anak buahnya. Dan itu langsung dilakukan oleh anak-anak buah Cornelius tanpa membantah sedikitpun.
Anak buah Cornelius langsung membawa beberapa orang pria yang sudah mereka kalahkan dalam bertarung, yang mencoba untuk membunuh Cornelius dan juga Irene. Mereka juga tidak mengetahui siapa dalang dibalik ini semua.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak " PERJUANGAN CINTA ABIMAYU"
__ADS_1