Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 88. TANGIS CAMELIA _GKMBM


__ADS_3

Irene berlalu meninggalkan Cornelius dan Camelia di sana.


"Aku akan menunggumu di sini." teriak Cornelius sambil tetap berdiri di tempatnya semula.


"Iya.


Irene pun pergi meninggalkan Cornelius dan Camelia. Camelia tampak kesenangan bisa berduaan bersama pria yang setiap hari mengganggu pikirannya.


Camelia pun mbok Kepikiran untuk mengajak pria pujaan hatinya bicara diawali dengan pertanyaan yang selalu ingin ditanyakan juga kembali dipertemukan dengan Cornelius. "Hai Apa aku boleh tahu siapa namamu? malam itu aku belum tahu nama pria yang menjadi penolongku.


Sekarang aku ingin tahu siapa nama pria tampan itu. ucap Camelia melihat sambil tersenyum berharap Cornelius akan merespon dirinya, saat Irene tidak ada bersama mereka. Yang jelas-jelas Camelia sudah mengetahui kalau pria pujaan hatinya merupakan kekasih wanita yang menolong dirinya.


Cornelius melirik ke arah Camelia yang menatapnya.


Camelia tersenyum kesenangan, karena Cornelius menetapnya, dia sudah berpikir Cornelius akan menjawab pertanyaannya dan ia bahkan berpikir menyukainya.


Pikirannya benar-benar terjadi Cornelius mulai mengeluarkan suara.


"Siapa kau ingin tahu namaku!"jawab Cornelius dengan Ketus.


Wajah kamu dia seketika mengerut, tidak menyangka pria yang dia idam-idamkan selama ini ternyata bersikap sangat ingin padanya.


"Jangan berpikir kau ingin dekat denganku, aku peringatkan kau sebaiknya buang jauh-jauh pikiranmu itu. Karena aku tidak akan tertarik sama sekali denganmu."ucap Cornelius dengan tatapan tajam.


Camelia seketika dibuat diam, dengan kalimat tajam Yang dilontarkan Cornelius. Belum selesai Cornelius menyakiti perasaannya. Cornelius kembali mengeluarkan kalimat yang membuat hatinya seperti ditusuk-tusuk jarum.


"Aku berdiri disini, karena permintaan Wanitaku. Kalau bukan karna permintaannya, Aku tidak akan Sudi berdiri di samping wanita yang mencoba mengganggu hubungan orang lain."


"Sebaiknya kau menjauh, kalau kau masih ingin dipandang wanita baik-baik. Jangan pernah berpikir ingin merebut kekasih orang lain Jika kamu tidak ingin diperlakukan seperti itu.

__ADS_1


Satu hal lagi aku tidak berniat menolong mu, Aku membunuh mereka karena sudah berani mencoba melukai wanitaku, bukan karena aku menyelamatkanmu. Yang menyelamatkanmu itu adalah wanitaku. Bukan Aku. Tapi kau dimana akal sehatmu?


Camelia terdiam. Perkataan Cornelius yang begitu menyayat hati, membuat Camelia langsung pergi meninggalkan tempat itu, Dengan pelupuk matanya yang dipenuhi air mata. Tapi dia masih bisa menahan air matanya untuk tidak keluar di depan Cornelius.


Camelia berjalan menabrak orang-orang di sekitarnya, sambil mengusap tetesan air matanya yang ingin jatuh ke pipinya. Pria itu sangat kejam Dia melukai hatiku." ucapnya sambil meneteskan air matanya.


Di tempat lain, di kegelapan malam hutan yang begitu lebat ditempuh oleh seorang pria paruh baya. Tidak membuat langkahnya terhenti. Dia terus berjalan ke depan ditemani dengan suara binatang-binatang kecil di dalam hutan itu.


Setelah ia sadar, sejak sore hari pria itu memutuskan untuk terus berjalan karena dia tahu mereka tidak mungkin akan tinggal diam membiarkannya lolos begitu saja. Pria paruh baya itu tampak berjalan pincang Dia berjalan dengan bantuan sebatang kayu di tangan kanannya. Karena kejadian tadi siang yang hampir merebut nyawanya. Ternyata membuat kakinya terkilir sampai membuatnya kesulitan untuk berjalan dengan benar.


"Aku sudah berjalan sangat jauh, mustahil mereka akan menemukanku sekarang. Sebaiknya Aku istirahat dulu sebentar disini Nanti sebelum matahari terbit aku bisa melanjutkan perjalananku."


Pria paruh baya berlahan duduk di bawah pohon, merebahkan tubuhnya lemah sembari mengatur nafasnya yang ngos-ngosan. Karena berjalan terlalu jauh. Tangan merogoh kantong celananya mengeluarkan sebungkus rokok. di dalam bungkusan ada sekitar 4 Batang rokok dan pemantik api.


Ia mengambil sebatang rokok menjepitkannya di bibirnya, lalu membakarnya. Pria paruh baya itu menghisapnya lalu menghembuskan asapnya ke atas udara sambil melihat bintang-bintang di langit.


"Aku lebih baik mati daripada harus bertemu dengan pria brengsek itu. Ia tidak tahu akan mendapatkan apa yang dia inginkan selama bertahun-tahun lamanya.


"Tuan kita sudah berjalan begitu lama, tapi belum menemukan pria itu. Apa kita akan tetap melanjutkan pencarian malam ini juga? Salah satu anak buah yang berdiri di samping Timothy sedang menyenter pohon besar yang jauh dari hadapannya.


Tidak ada yang boleh berhenti. Kita akan tetap mencarinya malam ini juga. Pria itu harus kita temukan sebelum matahari."Mereka semua kembali berjalan menelusuri hutan bersama-sama.


Di tempat lain, Irene Kembali ke tempat ia meninggalkan Cornelius dan Camelia. Tapi saat dia sampai di sana ia tidak melihat Camelia lagi. Dia sontak bertanya kepada Cornelius.


"Wanita itu pergi ke mana?


" Kenapa tinggal kau sendiri?


"Tidak perlu dipikirkan, dia sudah kembali ke tempatnya."ucap Cornelius sambil merangkul bahu irene."Maksudnya apa sih Aku nggak ngerti?

__ADS_1


"intinya Wanita itu sudah pergi."


"Dia pergi ke mana? Padahal aku berniat mau kenalan dulu tadi.


"Mana aku tahu, Sudahlah jangan bahas wanita asing itu. Sebaiknya kalau kau bertemu dengannya, menjauh saja darinya."


"Kenapa sih? ini ada yang aneh. Apa saat aku pergi terjadi sesuatu dengan kalian berdua?


"Tidak ada."ucapnya dengan santai. Setelah apa yang dikatakannya, Itu benar-benar membuat gadis muda itu keluar dari pesta itu dengan wajah yang dipenuhi air mata.


Wajah Camelia dipenuhi dengan air mata, ia terus berjalan sampai seseorang datang mencengkram pergelangan tangannya menariknya keluar dari tempat itu.


"lepaskan Siapa kau? ucapnya melihat memberontak ingin melepaskan diri, tapi cengkraman tangan pria itu sangatlah kuat sampai membuat dirinya kesakitan.


Pria itu membawa Camelia menjauh dari pintu masuk. Setelah dia merasa tidak ada yang memperhatikan pria itu melepaskan tangan Camelia. Pria itu juga melepaskan kaca mata hitamnya.


Camelia mendongakkan kepalanya ia terkejut, yang menarik tangannya ternyata sang kakak. Membuat Camelia terkejut melihat kakaknya yang sudah memasang wajah marah menatap dirinya.


"kakak!" ucapnya kaget.


"Ada apa? Kau pikir aku tidak akan tahu kau ada di sini.


"Kakak jangan marah dulu, Aku meminta maaf.


"Kenapa kau tidak mendengarkan perkataanku. Kau malah pergi ke sini seorang diri.


"Iya, aku minta maaf. Aku tahu aku salah, lagi pula tidak ada masalah yang terjadi saat aku datang ke sini, aku masih aman sampai sekarang kakak bisa lihat sendiri kan.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2