Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB. 17 MENGANCAM _ GKMBM


__ADS_3

Cornelius tidak melepaskan pandangannya pada Irene. Dia terus menetapnya dari jauh. dokter Aliando melepaskan stetoskopnya berbalik pergi berbicara kepada Cornelius.


"Kondisinya sudah membaik, rasa sakit kepala itu karena efek obat yang aku berikan semalam. Sebentar lagi jam 07.30 suster akan datang membawa obat dan makanan. Jangan lupa untuk dimakan dan diminum obatnya ya nona."ucap dokter Aliando menoleh ke arah Irene. dibalas anggukan dari Irene dengan wajah juteknya.


"Kapan dia bisa pulang? tanya Cornelius


"Hari ini juga bisa, tapi Aku sarankan sebaiknya besok saja."


Irene tampak tidak memperdulikan percakapan mereka dia hanya duduk memikirkan Bagaimana bisa terlepas dari Cornelius. Dan kembali hidup seperti biasanya.


"Baiklah aku akan mengikuti saranmu kali ini. Karena dia sudah memeriksa irene dokter Aliando pamit pergi kembali ke ruang kerjanya mengingat ia belum istirahat sepenuhnya.


"Aku pergi dulu, masih ada pasien lain yang harus aku cek. Habis itu aku akan istirahat.


Cornelius berdiri mengantarkan dokter Aliando keluar, saat dia mau keluar Cornelius berbalik belakang ingin melihat Irene sebelum dia keluar.


Raut wajah Cornelius dan Aliando seketika tercengang kedua pupil mata mereka membulat. Melihat Irene yang berdiri di depan jendela dengan selang infus yang sudah terlepas dari tangannya.


"Apa yang kau lakukan? turun sekarang juga! teriak Cornelius marah melangkah maju.


"Stop di situ!


"Jangan maju lagi, atau aku loncat!" teriak Irene menurunkan satu kakinya berniat untuk keluar dari jendela.


Cornelius yang takut Irene meloncat mengikuti perkataannya."Ba.... baiklah." sahut Cornelius dengan terbata-bata, aku akan tetap di sini tapi kau turun sekarang.


"Tidak mau! teriak Irene


"Turun sekarang juga." teriak Cornelius marah.


"Aku tidak akan turun sampai kau mengikuti permintaanku.

__ADS_1


"Apa yang kau inginkan aku akan menurutinya asalkan kau turun dari sana.


"Kau harus melepaskan ku setelah aku keluar dari rumah sakit . Aku mau kembali ke kamar kosku dan kembali bekerja seperti biasa."tegas Irene


"Tidak bisa, kau wanitaku dan akan tetap tinggal bersamaku.


"Kau tidak punya hak berkata seperti itu. Aku juga punya kehidupan sendiri.


"Kalau kau tidak mau menuruti permintaanku, aku lebih baik mati daripada harus dikurung dalam penjaramu." teriak Irene marah kepada Cornelius melepaskan kedua tangannya dari bibir jendela


"Cornelius turuti permintaannya!" teriak dokter


dokter Aliando menepuk pundak Cornelius


"Wanita itu tidak main-main Cornelius." ucapnya panik melihat kaki Irene yang sudah mau keluar dari jendela.


Dokter Aliando membuat Cornelis tersadar dari khayalan dimana kejadian tragis yang menimpa Ibunya."Okey okey, aku akan menuruti permintaanmu Cornelius. Terpaksa menuruti permintaan Irene itu daripada dia harus melihat wanita yang dia sayangi itu melompat dari sana.


"Tidak! menjauh dariku.


Cornelius menghentikan langkahnya."Ada apa lagi Aku sudah menuruti permintaanmu.


Sebelum kau berjanji aku tidak mau turun.


"Kau benar-benar keras kepala.


baiklah aku berjanji di hadapanmu akan membawamu pulang kembali ke kamar kost mu


"Apa kau sudah puas? Sekarang turun." ucap Cornelius.


Irene mengangguk perlahan jongkok berpegangan di kedua sisi jendela. kakinya yang jenjang perlahan mau turun ke lantai. Cornelius melangkah maju mau membantu Irene tiba-tiba.

__ADS_1


Ahhhhk


Kaki kanan Irene tergelincir membuat tubuhnya hampir terjatuh keluar dari jendela.


Untung saja Cornelius dengan sigap menarik punggung Irene dalam pelukannya kalau tidak Irene pasti akan jatuh.


"Kau tidak apa-apa kan? tanya Cornelius khawatir mengusap wajah Irene memastikan tidak ada luka di tubuhnya.


Irene terdiam menatap Cornelius. lagi-lagi Irene dibuat terdiam sudah kedua kalinya Cornelius menyelamatkan nyawa.


"Aku baik-baik saja." ucapnya melepaskan tangan Cornelius memalingkan wajahnya yang malu.


Cornelius memeluk erat Irene Dalam pelukan sambil berkata. "Jangan lakukan itu lagi gadis kecilku yang ku sayang."ucap Cornelius dengan tulus.


Cornelius memeluk erat Irene karena dirinya tidak ingin kehilangannya seperti dia kehilangan ibunya dimasa lalu.


"Jangan melakukan itu lagi. mengerti!


Cornelius meminta pada Irene untuk tidak melakukan hal seperti itu lagi, karena perbuatannya itu mengingatkan dirinya dengan masa kelamnya yang tragis.


Irene yang berada dalam pelukan Cornelius merasa kesedihan yang tidak ia mengerti.


"Apa ini kenapa aku merasa sangat sedih. Irene seolah-olah merasa kesedihan Cornelius yang menyelimutinya sekarang.


Irene mengangkat tangannya mengusap punggung Cornelius. Ia tidak mengerti tangan seperti bergerak sendiri.


dokter Aliando yang berdiri di depan pintu tersenyum tipis melihat mereka berdua berpelukan.


"Kasihan sekali diriku Kenapa juga mereka berpelukan di hadapanku jiwa jomblo Ku meronta-ronta."batin dokter Aliando.


Bersambung....

__ADS_1


hai semuanya emak Morata datang lagi membawa karya baru. yuk terus ikuti ceritanya. Jangan lupa like, coment, vote, dan hadiahnya "Trimakasih 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2