
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Di sebuah kamar besar terlihat seorang wanita baru keluar dari kamar mandi, menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Rambutnya yang hitam lurus tanpa basah terurai. wanita cantik memiliki bola mata hitam, bibir tipis membuat aura kecantikan wanita itu semakin terpancar. berjalan santai berniat ingin menggunakan pakaiannya.
Tetap ketika mencari sesuatu di saku celana jeansnya yang acak acakan baru saja ia gunakan sebelum mandi. Tetapi wanita itu sama sekali tidak menemukan yang ia cari di kantong celananya.
"Kemana perginya? wanita berparas cantik itu kaget mengetahui barang yang ia cari menghilang.
Wanita itu sontak berlari keluar dari kamarnya hanya dengan dibaluti handuk menuruni anak tangga.
"Kakak..." teriak wanita itu menuruni anak tangga dengan cepat. Suara teriakan yang begitu besar membuat semua orang di dalam rumah besar itu, berlarian ke tempat teriakan itu berasal termasuk para asisten rumah tangga.
Para pelayan wanita yang ada di dalam rumah itu datang menghampiri wanita itu yang tampak begitu kebingungan mencari barangnya berdiri di depan tangga.
"Nona muda ada apa? ucap salah satu pelayan yang berjejer di bawah tangga.
"Dimana kakakku?'
" Tuan !"
Tiba-tiba ada suara yang berat menjawab pertanyaan wanita itu.
"Ada apa kau mencariku? ucap pria itu muncul dari samping para pelayan yang berjejer hampir sampai ke depan pintu utama.
Pria itu muncul dengan beberapa orang anak buahnya yang ternyata sosok Kakak dari wanita itu adalah Tuan Jason Cleo.
"Kakak dompetku hilang! ucapnya panik menghampiri sang kakak padahal dirinya masih hanya menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya.
"Hanya masalah dompet? aku bisa membelikan yang baru untukmu. Kau tidak perlu sampai harus berteriak seperti itu mencari kakak." tegasnya marah.
"Camelia tidak mempermasalahkan dompetnya. Tapi isinya kakakku sayang."
"Memangnya berapa uang di dalamnya aku akan menggantikannya untuk Mu
"Bukan itu Kak.
"Lalu apa?
"kalung berbentuk hati peninggalan mami ada di dalam dompet itu." ucap wanita itu panik kehilangan barang yang sudah ia jaga bertahun-tahun lamanya.
"Pokoknya kakak harus bantu cari sekarang juga."ucapnya menggerutu menarik-narik tangan kakaknya.
"Melihat wajah adiknya yang sedih kehilangan barang berharganya meminta para pelayan membantu adiknya. "suruh semua pelayan di rumah ini mencari Camelia.
"Baik Tuan."
__ADS_1
Semua para pelayan bergegas memberitahu pelayan lainnya untuk mencari dompet Camelia yang hilang.
Camelia menangis di pelukan sang kakak. "Camelia sudah menghilangkan kalung peninggalan mami. Jason Cleo mengusap-usap punggung adiknya."Kita akan menemukannya Jangan khawatir."
Jason mencoba menenangkan adiknya yang lagi menangis karena bersedih kehilangan barang berharganya.
"Mami pasti akan sedih disana. Karena aku sudah menghilangkan kalung hati yang ia tinggalkan untuk Camelia.
Kalung berbentuk hati yang selalu dia bawa adalah pemberian Ibu kandungnya saat dia berumur 5 tahun, sebelum kedua orang tua mereka meninggal. Karena sesuatu yang terjadi terhadap keluarga mereka
"Mami tahu kau tidak sengaja.
Camelia terus menangis dalam pelukannya. Ini pertama kalinya melihat adiknya yang berpenampilan seperti lelaki itu menangis sesungguhkan.
Jason melepaskan jasa memakaikan adiknya menutupi bahunya. Kau sudah dewasa jangan keluar seperti ini. Rumah ini dipenuhi dengan para pria untuk menjaga rumah ini. Sontak anak buah Jason berbalik saat mendengar ucapan tuannya itu.
Jason merangkul bahu adiknya, membawanya kembali ke kamar agar anak buahnya yang berkumpul disana tidak terus memandangi tubuh adiknya yang putih mulus.
Di dalam kamar, Camelia tampak banyak pelayan yang sedang mencari keberadaan dompetnya Camelia dan Janson perlahan masuk ke dalam duduk di sofa.
"Hari ini kau ke mana saja? tanya Jason kepada Camelia berharap dengan penjelasan Camelia mereka mengetahui titik terang dimana hilangnya dompet itu.
"Tadi pagi Aku berjalan-jalan di cape tempat biasa Camelia nongkrong. Terus aku bertemu sama anak kecil yang sakit dan pingsang di pinggir jalan dan aku membawanya ke rumah sakit. Setelah itu aku pergi ke toko kue yang lokasinya tidak jauh dari rumah sakit. Aku di sana sampai malam, setelah itu sopir pribadiku menjemputku pulang.
Jason sontak berdiri setelah mendengarkan semua cerita perjalanan adiknya
"Pergi mencari dompetmu,"Jason berbalik pergi meninggalkan kamar Camelia.
diluar rumah Jason dan anak buahnya, keluar dari rumah masuk ke dalam mobilnya pergi ke tempat dimana adiknya singgah hari itu.
Camelia duduk di sofa merenung memikirkan kira-kira dimana Dia kehilangan dompetnya. Seorang pelayan menghampiri Camelia."Nona kami sudah mencari ke seluruh ruangan, tapi tidak menemukannya di manapun."
Camelia mengangkat wajahnya
"Cari di seluruh rumah mungkin aku menjatuhkannya di tempat lain.
"Baik nona!"
Semua para pelayan keluar dari kamar Camelia, berpencar ke seluruh pelosok rumah sampai anak buah Jason yang berjaga di sana itu mencari di sekitar halaman luar.
Di tempat lain Cornelius kembali ke rumah sakit setelah menyaksikan kematian Fairuz yang mengerikan.
Waktu menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Cornelius membuka pintu kamar Irene dengan pelan dan perlahan masuk.
__ADS_1
Cornelius melihat Irene yang sudah tertidur pulas dan Dokter Aliando sama sudah tertidur pulas di sofa.
Cornelius berdiri di depan branker Irene menatapnya penuh kasih sayang. Membelai wajah Irene dengan lemah lembut
"Kau wanitaku dan akan tetap terus menjadi wanitaku selamanya Sayang."Cornelius menarik senyum tipis di bibir kecilnya.
"Besok pagi aku akan membawamu kembali ke kamar kos Mu, tapi tidak dengan statusmu. kau akan tetap menjadi wanitaku.
Dokter Aliando terbangun. "Kau sudah pulang? tanyanya bangkit dari tempat duduknya
"Jangan berisik." Apa kau tidak lihat dia sedang tertidur pulas ? Aku tidak mau sampai dia terbangun karena suaramu itu." ucapnya dengan suara yang pelan.
"Maaf! sahut dokter Aliando dengan nada yang rendah
Kita bicara di luar." ucap Cornelius berjalan keluar dari kamar Irene, diikuti dengan dokter Aliando yang ikut keluar seperti permintaan Cornelius. Mereka berdua berbicara di luar kamar Irene.
"Bagaimana apa dia besok sudah bisa pulang?
"Kalau dilihat dari laporan kesehatannya, besok dia sudah boleh pulang
"Tapi kondisinya sudah membaik kan?
"Iya aku tidak mungkin memperbolehkannya pulang sebelum racun di tubuhnya benar-benar hilang.
"Baguslah kalau begitu. Aku Suka caramu, aku hanya percaya sama kamu walaupun ini di rumah sakitmu sendiri."
mengetahui kondisi Irene yang sudah memungkinkan pulang, ia menarik nafas bergerak Cornelius berbalik mau masuk kembali. Tapi dokter Aliando menghentikan langkahnya.
"Tunggu sebentar!
Cornelius menoleh. Ada apa? ucapnya sambil memegang gagang pintu kamar ruang rawat inap Irene
"Apa kau akan benar-benar melepaskan wanita itu besok?"
"Iya tapi tidak dengan statusnya dia akan tetap menjadi wanitaku selamanya."
Di salah satu Cafe dimana tempat persinggahan Camelia, mobil Jason berhenti dan salah satu anak buahnya turun dari mobil.
Jason yang duduk di kursi penumpang menurunkan kaca nako mobil yang ia tumpangi.
"Tanya kepada pemilik cafe itu apa ada dompet yang tertinggal di sana." ucapnya dengan tegas menatap lurus ke depan.
"Baik Tuan!
__ADS_1
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓