Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 91. JEBAKAN _GKMBM


__ADS_3

Aku harap Tuan Cornelius tidak mengecewakanku, aku minta bantuanmu karena aku tahu kau mampu menemukan orang itu dengan koneksi kamu yang luas.


"Tuan Thomson tenang saja aku akan menyelesaikan masalah ini secepatnya.


"Kalau sudah tidak ada yang mau dibicarakan lagi, aku pamit." ucap Cornelius sambil berdiri dari tempat duduknya. Irene dan Lisa juga ikut berdiri bersamaan mengikuti Cornelius.


Tuan Thomson juga ikut berdiri.


"Terima kasih Tuan, karena sudah meluangkan waktu untuk datang ke sini. semoga perjalanan kalian menyenangkan.


" Iya, ucapnya datar berbalik pergi.


"Anak buah Tuan Thomson membukakan pintu sebelum Cornelius yang membukanya sendiri.


Cornelius Irene dan Lisa berjalan keluar meninggalkan ruang VVIP itu.


Tuan Thomson merebahkan tangannya ke punggung sofa sambil berkata.


"Larilah kau pria brengsek, sampai ke ujung dunia pun aku akan tetap mengejar mu. Jika kau saat itu memberikan barang itu padaku, aku jamin hidupmu akan bahagia dengan harta yang melimpah tak ada habisnya. Tapi sayang kau memilih untuk hidup miskin seumur hidup dan bertahan melindungi barang itu. Jangan salahkan aku juga aku harus membunuhmu kelak.


Sementara di tempat lain, di tengah hutan yang gelap tampak pria yang menjadi incaran Cornelius dan Tuan Thomson yang sedang membuat api unggun kecil dari ranting-ranting pohon yang dia dapat di sekitarnya. Setelah api unggun nya menyala dia meletakkan sepuntung rokok yang sudah ia hisap bawah pohon.


Lalu pria paruh baya itu mengambil kayu yang menopang tubuhnya. Ia kembali berjalan langkahnya terhenti saat melihat sebuah jalan semak-semak yang seperti di terobos paksa masuk.


Jalan semak-semak ini dibuat oleh dirinya sendiri jalan itu adalah jejak sepatu yang berjalan masuk ke dalam.


Pria paruh baya itu berbalik ke arah barat berjalan dengan bantuan kayu dan tanpa alas kaki meninggalkan tempat istirahatnya. Malam semakin larut tapi Timoty dan anak buahnya kini masih mencari jejak-jejak yang bisa membawa mereka ke titik dimana keberadaan pria paruh baya itu berada sekarang.


Mereka terus mencari sampai mereka mencari tanda sekecil pun yang bisa memberikan mereka petunjuk. Termasuk jejak sepatu yang tampak tidak terlihat begitu jelas di atas tanah yang lembab dan dedaunan kering, yang ada sekitar menjadi petunjuk utama mereka sekarang.


Tidak ada yang boleh istirahat sampai kita menemukan pria itu, paham kalian!" teriak Timoty mengingatkan anak buahnya untuk membuka mata lebar sampai mereka bisa mendapatkan pria paruh baya itu.

__ADS_1


Mereka semua mengikuti jejak-jejak samar yang ditinggalkan oleh sepatu pria paruh baya itu.


Setelah berjalan berjam-jam, berada di dalam hutan yang kelam. Akhirnya mereka mendapatkan secercah harapan saat melihat sebuah cahaya api dari jauh.


"Matikan senter kalian jangan sampai pria itu sadar akan kehadiran kita.


"Baik Tuan!"


Mereka semua mematikan senternya, lalu berjalan dengan perlahan mendekati cahaya yang semakin terlihat jelas.


Api unggun yang sudah terbakar habis sampai ujung kaki perlahan memudar.


Timoty dan anak buahnya melihat itu mulai mengelilingi matanya mencari pria paruh baya itu.


"Sepertinya pria itu sempat duduk sebentar di sini." ucap Timothy jongkok melihat sepotong rokok


"Tuan, disini juga ada sepotong rokok." teriak anak buahnya. Timothy berdiri pergi ke tempat anak buahnya yang menemukan sepotong rokok yang sama persis.


"Rokoknya sama. Ini pasti Milik pria itu.


"Pria itu berarti jalan ke sini, kita ikut sejak ini jangan biarkan dia jalan lebih jauh lagi.


"Baik Tuan."


Timoty dan anak buahnya lari-lari masuk menerobos masuk ke dalam jalan yang dibuat pria paruh baya itu, tanpa berpikir panjang asalkan mereka bisa menemukannya dengan cepat malam itu.


Alhasil mereka semua mendapatkan kejutan besar yang dibuat khusus untuk menyambut kedatangan mereka di sana.


Bukan mendapatkan pria paruh baya itu, mereka semua malah terjatuh ke sebuah jurang terjal. beberapa anak buahnya yang berjalan lebih dulu di depan semua terjatuh ke jurang


"Ahhhhk...

__ADS_1


Anak buah lainnya langsung mengerem kaki mereka mendadak sebelum sampai kaki mereka terpeleset jatuh.


Timothy juga ikut melakukan hal yang sama, ia berpegangan di belakang pundak anak buahnya.


Anak buahnya berdiri di depan menyalakan senter melihat jurang terjal itu dengan mata yang melotot.


"Tuan kita telah ditipu oleh pria tua bangka itu."


"Sial! ucapnya sambil mengeratkan giginya.


"Dia berhasil menipuku!"


Di sisi lain pria paruh baya itu kini sudah berada sangat jauh dari titik Timothy.


Wajahnya tersenyum seakan jebakan yang dia buat olehnya berhasil membuat Timothy dan anak buahnya kesulitan menemukan dirinya.


Pria pria paruh Bayu itu sengaja membuat jebakan itu untuk mengoceh Timothy dan anak buahnya.


Karena kejadian yang terjadi siang itu pria paruh baya itu jadi tahu, hutan ini punya banyak jurang-jurang terjal. Dia memanfaatkan itu menjebak Timothy dan anak buahnya.


Sebelum dia datang dan anak buahnya masuk, mereka tidak melihat ke sekelilingnya lagi, kalau ada sebuah jalan yang sama tidak jauh dari sana yang digunakan oleh pria paruh baya itu untuk kembali, setelah membuatnya jalan palsu itu.


Mereka tidak menyadari itu tipu daya yang dilakukan oleh pria paruh baya itu, bukan hal tidak biasa dalam hidupnya. Beberapa kali digunakan untuk mengoceh orang-orang yang ingin mengejarnya.


"Sayang sekali, kalian pandai berkelahi tapi otak kalian kurang cermat anak muda."gumamnya sambil berjalan menelusuri hutan yang tampaknya sebentar lagi dia akan keluar dari hutan itu.


Karena dia melihat sebuah tanda tiang rambu lalu lintas tidak jauh dari sana.


Iya berjalan sampai ke tiang itu, yang membawa dirinya ke pinggir jalan. Di saat pria paruh baya itu sudah keluar dari hutan Timothy dan anak buahnya kini masih berusaha kembali ke atas.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2