Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 123. DEWI PENYELAMAT _GKMBM


__ADS_3

Di luar Tuan Jason dan anak buahnya tampak saling berdiri membelakangi satu sama lain. Berputar di tempat, dengan sorot mata yang tajam. Menatap para pria yang ada di hadapan mereka.


Tuan Jason dan anak buahnya juga mendapatkan sorot Mata tajam dari mereka semua.


Tiba-tiba....


Tuan Jason dan anak buahnya saling berpisah mereka berbagi menjadi dua. Anak Buah Tuan Jason menyerang pria-pria yang menghadang mereka.


Tuan Jason dikelilingi 5 pria dan anak buahnya dikelilingi 5 pria juga. Tuan Jason mendapat serangan dari pria secara bersamaan, tangan kaki mereka semua menyerang Tuan Jason. Tapi Tuan Jason dengan mudahnya menepi serangan menyerang.


Tuan Jason melontarkan pukulan balik, tangannya meraih satu leher dari salah satu ketiga pria itu, membantingnya ke bawah lalu menendangnya sampai terguling ke jalan.


Tidak hanya itu saja, Tuan Jason melayangkan tendangan dahsyat ke wajah salah satu pria lainnya sampai tubuhnya terjatuh ke aspal.


Sisa pria yang berdiri di hadapannya yang ingin memukul wajahnya. Tapi lagi-lagi Tuan Jason menendang pria itu menarik tangannya membantingnya ke aspal.


Lima pria lain melihat teman-temannya yang tumbang, langsung berlari menyerang Tuan jason. Dan di sisi Lain anak buahnya juga terlibat perkelahian hebat dengan kelima pria tidak berhenti-henti melayangkan pukulan.


Di dalam mobil Irene tampak pria berbicara di telepon."Aku menyimpannya di meja TV Ayah."ucap Irene dengan nada suara yang tidak biasa.


Tuan Bernando menghubungi Irene untuk menanyakan jam tangannya. Karena dia ingin keluar dan tak menemukan jam tangannya itu.


"Tunggu dulu, Kenapa suaramu gemetar Tuan Jason tampak sedang duduk menelpon di ruang tengah, merasa ada yang aneh dengan suara Putri nya tak biasa.


"Kau sedang ada di mana? sambungnya dengan nada suara yang khawatir.


"Ayah ada orang yang tiba-tiba menyerang mobil Klien ku sekarang kami sedang dikepung di jalan." ucapnya dengan suara yang panik


Mendengar putrinya dalam bahaya Tuan Bernando tanpa berkata apa-apa lagi. langsung menutup teleponnya. Tiba-tiba pintu mobil sebelah kiri, terbuka Irene sontak kaget menjatuhkan ponselnya ke bawah kursi.


"Ikut aku!!!! ucap pria itu tidak dikenalnya menarik tangan Irene keluar dari mobil.


"Lepaskan aku!!! teriak Irene memberontak sambil memukul tangan pria yang menggenggam pergelangan tangannya begitu erat sampai membuatnya kesakitan.


Pria itu dengan kasar menarik Irene di tengah-tengah melihat perkelahian Tuan Jason dan anak buahnya.


pria itu dengan paksa memeluk Irene dan tangannya menyodorkan berlatih yang ujungnya berkilau dilihat Iran.


Pria itu menekan berlatihnya sambil berteriak."mengalah atau leher wanita ini yang aku lukai?"


Seketika Tuan Jason dan anak buahnya berhenti memukul teman-teman pria itu.


"Lepaskan wanita itu." ucap Tuan Jason dengan raut wajah yang datang menatap pria itu dengan tatapan tajam

__ADS_1


Irene tanpa ketakutan, air matanya seperti ingin keluar. Dan ia bahkan merasa sulit bernapas. Pria itu semakin menekan menekan ujung belatinya, sampai menggores kulit putih milik, tetesan Darah segar membasahi ujung belati itu.


Irene merasa ujung belati itu, melukai lehernya menunjukkan raut wajah ketakutan plus tubuhnya gemetaran.


Tiba-tiba


Door....


Belati yang dipegang pria itu jatuh bersamaan dengan tubuhnya yang ikut ambruk ke aspal. Setelah dia mendapatkan sebuah tembakan yang menembus kepalanya dari samping.


Irene Yang gemetaran langsung lemas terjatuh ke aspal.


Tuan Jason dan anak buahnya menoleh ke samping mereka, mengangkat kepala melihat ke atas gedung yang tak jauh dari sana. Ada seseorang bercadar memegang senjata sniper.


Wanita bercadar itu langsung berbalik menghilang dari pandangan Tuan Jason, dan anak buahnya.


"Siapa orang itu? batin Tuan Jason


Tuan Jason dan anak buahnya hanya melihat sekilas dari sana. Mereka sama sekali tidak mengetahui siapa seseorang yang bercadar menyelamatkan Irene.


Teman-teman pria yang sudah mati itu, langsung bangkit berlari masuk ke dalam mobil mereka meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Tuan Jason dan anak buahnya dan Irene begitu saja.


Tuan Jason menghampiri jongkok di depan Irene yang ketakutan. Tuan Jason mengangkat dagu Irene melihat luka goresan di lehernya.


"Ayo Berdiri kita ke rumah sakit dilarang terluka." ucapnya merangkul bahu Irene perlahan-lahan membantu Irene bangkit dengan tubuh masih merasa ketakutan dengan pria tadi.


Tuan Jason berjalan dengan hati-hati, menuntun Irene berbalik pergi ke dalam mobil. Dia mengikuti setiap langkah kaki Irene Tiba-tiba sebuah mobil dikenal Irene muncul dari kejauhan. Mobil hitam itu berhenti dan Tuan Bernando, keluar dan mobil itu bersama Cornelius, Timothy mereka semua langsung lari menghampiri Irene.


Terutama Tuan Bernando dia langsung mengambil Irene dari Tuan Jason yang menatap dengan tatapan kaget.


"Ayah!!!! Irene menangis dalam pelukan ayahnya. Tuan Bernando tanpa kelihatan marah mengusap kepala putrinya mencoba menenangkan Irene yang ketakutan.


"Tenang putriku, Ayah ada di sini. Tidak ada orang yang bisa menyakitimu. Tiba-tiba Tuan jasa mendapatkan pukulan keras di hidung


Bunk....


"Aku sudah bilang menjauh darinya." ucap Cornelius yang tampak kelihatan sangat marah.


"Jangan coba-coba mendekatinya." teriak Cornelius menarik kerah baju Tuan Jason. Matanya Cornelius tampak melotot menatap Tuan jason menunjukkan betapa marahnya dirinya tahu, Tuan Jason masih mencoba mendekati Irene.


"Hentikan Cornelius, Jangan membuat keributan. Yang terpenting Irene baik-baik saja." ucap Tuan Bernando menghentikan Cornelius yang mengamuk ingin menghajar Tuan Jason.


Tuan Jason memegang hidungnya berdarah menatap Tuan Bernardo dengan sorot mata yang kaget, seperti orang melihat tambang emas di depan mata.

__ADS_1


Tuan Bernando juga memberikan sorot mata yang tajam, seolah-olah menyiratkan kalau tidak ada satupun yang bisa menyentuh putrinya selama ia masih hidup.


"Pergi dari sini." ucap Cornelius mendorong tubuh Tuan Jason sampai mundur ke belakang.


Saat itu juga anak buah Tuan Jason mengangkat senjata. Timothy yang melihat Tuannya diberlakukan seperti itu, secara bersamaan spontan mengangkat senjatanya mengarahkan pistolnya ke Tuan Jason dari jarinya siap menarik pelatuk pistolnya itu.


Tuan Jason menatap tajam ujung pistol Timothy, dengan perlahan tangan yang naik memegang tangan anak buahnya perlahan menurunkannya


"Tuan." ucap anak buah Tuan Jason menoleh kaget.


"Kita pergi dari sini."


"Tapi Tuan


"Kau tidak mau mendengarkan perintahku?


"Tidak Tuan


kalau begitu ikut pergi." ucap Tuan Jason Jalan melewati Cornelius dan Timoty tanpa menoleh pergi ke mobilnya.


Anak buah Tuan Jason pun ikut pergi. sebelum pergi, ia memberikan tatapan tajam pada Timothy.


Tuan Jason dan anak buahnya masuk ke dalam mobil mereka. Tiba-tiba Tuan Mahesa tampak keluar dari mobil mereka lalu mobil Tuan Jason berputar arah meninggalkan tempat itu.


Tuan Mahesa tampak melongok melihat Tuan Jason tega menyuruhnya turun dan mengantarkannya di jalan. Tuan Mahesa yang menoleh melihat Cornelius yang juga berada di sana, dia berjalan menghampiri Cornelius.


Saat dia mau menyapa Cornelius, Tuan Bernardo dan Irene Jalan meninggalkan Cornelius dia membawa putrinya pergi ke mobil Cornelius.


Cornelius Dan Timothy juga mengikuti Tuan Bernando dari belakang.


"Tuan Cornelius tunggu sebentar."ucap Tuan Mahesa sambil berjalan mengejar Cornelius. Tapi Cornelius sepertinya tidak ingin bicara dengannya dia menyuruh Timoty menghentikan Tuan Mahesa mengikutinya


"Urus orang itu."ucap Cornelius berjalan lebih cepat menyusul Irene dan Tuan Bernando yang sudah masuk ke dalam mobil.


"Siap Tuan." ucap Timothy berbalik berjalan menghampiri Tuan Mahesa.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏


sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain

__ADS_1


" Hasrat Tuan Muda Arogant"


__ADS_2