
Di sebuah kamar kos terlihat seorang gadis menangis histeris hingga suara tangisan itu menggema di dalam kamar kos membuat Cornelis sadar. Cornelius bangkit dari atas tubuh Irene menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.
"Apa yang aku lakukan? ucapnya kesal dengan perlakuannya sendiri yang membuat Irene sampai menangis seperti itu.
Cornelius berbalik ingin meminta maaf pada Irene. Tapi sebelum dia berbicara, Irene melayangkan tamparan keras di wajah Cornelius
Plak.....
"Dasar pria brengsek!" teriak Irene sambil menangis sesungguhkan
"Keluar dari sini."teriaknya marah melotot meminta Cornelius keluar dari kamar miliknya.
"Aku minta maaf,"
"Pergi dari sini!" dan jangan pernah kembali ke sini." teriaknya mengangkat jari telunjuknya menunjukkan ke arah pintu keluar.
"Maafkan aku sayang, Cornelius kembali meminta maaf kepada Irene.
"Keluar! aku tidak Sudi melihat wajah kamu itu lagi. Dasar pria brengsek, menjijikkan." teriak Irene sambil terus menangis sesungguhkan. Isak tangisnya membuat Cornelis merasa semakin bersalah.
Aku mohon dengan sangat, keluar dari sini ucap Irene dengan suara yang perlahan lemas.
Baiklah aku akan keluar.
Cornelius menuruti permintaan Irene karena dia tidak tega melihatnya menangis. Irene mengikuti dari belakang sampai Cornelius melangkah keluar dari pintu kamarnya.
lalu ia menghempaskan pintu kamarnya di depan wajah Cornelius. Cornelius Mengepal tangannya, memukul tembok. Dia melakukan itu melampiaskan amarahnya, karena sudah membuat Irene menangis. Padahal Ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak membuat Irene menangis, malah saat ini Cornelius membuat gadis kecil kesayangannya menangis akibat ulahnya sendiri.
Di dalam kamar, Irene duduk di tepi ranjang memeluk kedua lututnya. Irene meratapi nasibnya semenjak bertemu dengan Cornelius. ia merasa selalu ketiban sial. Bahkan ia tidak menyangka hidupnya akan seperti ini setelah pertemuannya pertama sekali dengan pria brengsek Cornelius.
Sementara di tempat lain di sebuah rumah, halaman yang luas ditanami berbagai pepohonan dan juga bunga yang berwarna-warni membuat keindahan rumah mewah itu semakin mempesona.
__ADS_1
Beberapa orang pria bertubuh kekar dengan senjata melekat tubuh Mereka berdiri di sana. sebuah mobil hitam muncul dari balik pintu gerbang besar yang terbuka dengan sendirinya. Karena kebetulan pintu itu didesain khusus otomatis.
Sepanjang jalan yang dilewati mobil hitam itu ada pria yang berjejer di sana.
mobil hitam itu berhenti tepat di halaman depan dimana ada seorang pelayan dan satu pria menunggu orang ada di dalam mobil itu keluar. "Pria yang berada di dalam mobil itu adalah tuan Aska dan rumah itu adalah miliknya Tuan Aska, menghampiri anak buahnya menunggunya.
" Bagaimana Apa kau sudah menemukan Fairuz? ucapnya dengan sorot mata yang tajam.
"Tidak Tuan, Fairuz sudah menghilang. Kami sempat pergi ke rumahnya Tapi kata istrinya Fairuz menghilang sejak ada beberapa pria bersenjata datang mencari Fairuz.
"Apa mungkin itu para pria yang mencari Fairuz adalah orang-orang Cornelius tuan? Tanya salah satu anak buahnya kepada Aska.
"Jika betul Berarti Cornelis mencari Fairuz, karna masalah wanita itu. Berarti wanita malang itu memang benar wanita Tuan Cornelius.
"Apa Kita harus mencari Fairuz lagi Tuan?
tidak perlu, aku yakin dia sudah mati. mendengar kabar itu wajah, Tuan Aska tampak bahagia karena sudah membuat Cornelius kehilangan sesuatu yang paling berharga seperti apa yang ia rasakan sebelumnya.
***
Cornelius tampak duduk di teras kamar kost yang selama ini ditempati oleh. Hampir satu jam lamanya ia duduk di sana. tidak ada tanda Irene akan keluar, itu membuatnya kuatir Apa yang dilakukan Irene di dalam sana.
Kenapa dia belum keluar juga?
Cornelius bangkit berdiri di depan pintu kamar kost yang selama ini ditempati oleh Irene, berniat untuk mengetuk pintu itu.
tapi Cornelius kembali mengurungkan niatnya berbalik pergi ke teras.
Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar terbuka Irene muncul menggunakan pakaian yang biasa ia gunakan jika pergi ke kantor. pakaian yang terlihat sederhana tapi terkesan mewah dengan bentuk desain yang cukup menakjubkan. Irene tampak cantik dengan rambut halus yang terurai ke belakang. Tak lupa iren juga menggunakan syal di bagian lehernya.
Cornelius perlahan mendekat. Tiba-tiba Irene mengangkat Tangannya menghentikan langkah.
__ADS_1
"Berhenti di situ kita akan jaga jarak mulai sekarang kau hanya bisa mendekat. tegasnya. menyingkir dari hadapanku." ucapnya dengan naga suara meninggi yang sudah berjalan melewati Cornelius.
Cornelius menarik nafas panjang berusaha menahan amarahnya, dia tidak boleh kasar pada Irene. bersikap kasar hanya akan membuatnya semakin jauh dari gadis kecil pujaan hatinya. Cornelius buru-buru mengambil jasnya mengejar Irene yang ingin pergi.
langkah kaki Irene panjang seperti menunjukkan Dia terlihat buru-buru. Irene cepat masuk ke lift sebelum Cornelius mengejarnya kembali. Irene dengan cepat masuk ke dalam lift gunakan tombol saat Cornelius berlari.
Tatapan sinis Irene menjadi mengakhiri mereka berharap Cornelis tidak mengejarnya lagi. di dalam lift Irene menghempaskan rambutnya sumbari melihat jam tangannya menunjukkan pukul 07.15 aku tidak boleh sampai terlambat." gumamnya di dalam hati karena ia sudah beberapa hari tidak masuk ke kantor.
Bekerja di sebuah perusahaan advertising pekerjaan yang begitu menantang baginya. sehingga ia merasa betah bekerja di sebuah perusahaan kecil itu
Ting....
Pintu lift terbuka, Irene melangkahkan kaki keluar dengan perasaan lebih baik setelah berpisah dengan Cornelius.
Irene mengembangkan senyum manis keluar dari pintu utama rumah kost yang selama ini ditempati oleh Irene. Kos-kosan yang berlantai Empat itu banyak dihuni oleh para karyawan dan juga para mahasiswa yang lokasi kantor dan kampusnya dekat dari rumah kos-kosan itu.
Awalnya pemilik rumah membangun kamar kos itu hanya dengan menggunakan tangga darurat. Tetapi banyak dari penghuni kamar kos lantai atas meminta kepada pemilik kamar kos agar menyediakan lift untuk mereka. dan perkembangan zaman sekarang membuat pemilik rumah kos-kosan yang memiliki 20 kamar kos, sehingga tempat itu selalu ramai, Dihuni orang-orang yang membutuhkan tempat tinggal. Tetapi karena kesibukan orang-orang penghuni kamar kos maka terlihat sepi.
Irene mengembangkan senyumnya "Akhirnya aku bebas dari pria brengsek itu." senyum manisnya seketika berubah kecut melihat Timothy dan anak buahnya berdiri di depan pintu berjejer seperti patung pajangan.
Irene menghela nafas berjalan pura-pura tidak melihat keberadaan Timothy di sana. Tetapi sepertinya mereka tidak akan membiarkannya pergi begitu saja Timoty berdiri di depannya.
"Nona Tuan Cornelis memintamu untuk tidak pergi sendiri.
"Minggir lah, aku sudah terlambat taksi online pesananku sudah tiba." ucap Irene kepada Timothy yang berusaha menghalangi dirinya untuk melangkah masuk ke taksi online pesanan Irene.
"Tidak bisa Nona, tegasnya tidak memperbolehkan Irene lewat.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓