
Cornelius masih sangat penasaran siapa sosok yang menolong Irene dari Aris. "Apakah kakak tidak mencari CCTV di rumah kos-kosan ini? Tanya Lisa kepada Cornelius.
"Sayangnya rumah kos-kosan ini tidak memiliki CCTV." ucap Cornelius kepada Lisa. "Kalau begini sulit kita mau tahu orangnya siapa yang membantu kakak ipar. Sahut Lisa
Sementara di tempat lain, di kediaman Cornelius terlihat Irene berada di taman bunga mawar, tepatnya di Gajebo. Tampak Irene duduk di kursi menatap bunga mawar yang mengering di dalam vas bunga.
Matanya fokus melihat bunga mawar yang sudah mengering di vas bunga itu. Semenjak Cornelius ada di kehidupanku, ada aja yang menimpa kehidupanku. Tetapi mengapa aku begitu jatuh cinta kepada pria itu? Irene bermonolog sendiri menatap bunga mawar yang sudah mengering itu di vas bunga.
"Apa yang akan aku lakukan sekarang? Aku tidak menyangka Aris lelaki yang aku cintai meninggal secara tragis di hadapanku sendiri atas perbuatannya. Yang menjadi pertanyaan besar apa kesalahan apa yang aku lakukan, sehingga dia mengatakan hidupnya hancur karena aku.
Bukankah dia yang ingin menghancurkan hidupku, tetapi dia mengapa marah membabi buta seperti orang kesetanan ingin membunuhku? sebenarnya apa yang terjadi mengapa dia benar-benar seperti orang gila?" Irene kembali bermonolog sendiri.
Sementara di tempat lain, Camelia masih membayangkan kata-kata Cornelius yang menyakitkan hatinya. Kejam sekali pria itu berkata seperti itu kepadaku. Memangnya siapa dia?" gumam Camelia dalam hati yang belum mengetahui siapa sosok Cornelius di dalam dunia mafia.
"Kau mau kemana?" tanya Tuan Jason ketika melihat Camelia ingin keluar rumah dengan menggunakan mobil miliknya.
"Ingin pergi ke luar menemui temanku.
"Temanmu yang mana? biar pengawal mengawal menemani Mu disana.
"Tidak perlu, aku hanya ingin pergi ke rumah sakit.
"Untuk apa kau kesana, apa kau sakit?
"Tidak, aku ingin menemui temanku di sana.
"Kau jangan keras kepala. Kau pergi ke sana harus dikawal sama anak buahku. Apa kau masih lupa kejadian di malam itu?" tanya Tuan Jason kepada adiknya Camelia.
"Sudah, Kakak tidak perlu khawatir aku bisa menjaga diri." ucap Camelia sambil langsung berlalu meninggalkan Tuan Jason begitu saja masuk ke dalam mobil mewah miliknya. melajukannya dengan kecepatan tinggi, berharap anak buah Jason tidak mengikutinya dari belakang.
Tuan Jason tidak tinggal diam. ia langsung meminta anak buahnya untuk mengikuti Camelia. Ia khawatir terjadi sesuatu kepada Camelia seperti malam itu, ada seseorang yang berniat membunuh Camelia. salah satu pesaing bisnis Tuan jason. Untung saja saat itu Irene dan Cornelius berada di sana. sehingga Irene dan Cornelius dapat menyelamatkan Camelia, walaupun selama ini Cornelius dan Tuan Jason berhubungan tidak baik karena persaingan bisnis yang mereka jalankan.
__ADS_1
Anak buah Tuan Jason terus mengikuti Camelia dari kejauhan, mereka memperhatikan mobil Camelia masuk ke parkiran rumah sakit, dimana dokter Aliando bertugas. Camelia langsung memarkirkan mobil miliknya di parkiran rumah sakit. lalu ia keluar dari mobil itu masuk ke dalam rumah sakit mencari dokter Aliando.
Ketika ia sudah tiba di lobi rumah sakit, ia pun bertanya kepada salah satu petugas resepsionis yang bekerja saat itu. "Saya ingin bertemu dengan dokter Aliando, apa dia ada? tanya Camelia dengan wajah yang datar kepada resepsionis.
"Maaf anda siapa?
"Kau tidak perlu tahu aku siapa katakan kalau ada seorang wanita mencarinya. ucap Camelia dengan nada meninggikepada sang resepsionis membuat nyali resepsionis itu menciut.
"Maaf lebih baik anda langsung ke ruang kerja dokter Aliando, karena dokter Aliando saat ini sedang menjalankan operasi Di ruang operasi." ucap resepsionis itu mempersilahkan Camelia masuk ke ruang kerja Aliando.
Camelia langsung berlalu meninggalkan resepsionis itu, menuju ruang kerja Aliando. Ia tampak duduk di kursi kerajaan Aliando selama berada di rumah sakit. "Sepertinya dokter Aliando juga tampan." gumam Camelia membayangkan wajah tampan Aliando yang terlihat sangat mempesona baginya.
Sejenak ia melupakan sosok Cornelius yang sempat memporak porandakan hatinya tetapi kata-kata kasar yang keluar dari mulut Cornelius membuat dirinya merasa jijik dan tidak Sudi bertemu dengan Cornelius.
Setelah menunggu beberapa menit kemudian, Aliando terkejut melihat kehadiran Camelia di sana. "Kau? ucap Aliando terhenyak melihat Camelia sudah duduk di kursi kerjanya.
"Senang kembali bertemu dengan dokter Aliando. Aku sudah berjanji kepadamu, aku akan datang kembali menemui kamu. Setelah aku meninggalkanmu saat itu begitu saja tanpa pamit." ucap Camelia sambil mengembangkan senyumnya menatap dokter Aliando dengan tatapan penuh arti.
"Iya, aku sakit lebih tepatnya sakit hati." ucapnya sambil terkekeh membuat dokter Aliando mengerutkan keningnya.
"Maksud kamu apa?aku serius berbicara tetapi kamu terlihat bercanda.
"Apakah kamu tidak melihat kegelisahan di wajahku?" tanya Camelia kepada dokter Aliando membuat dokter Aliando semakin bingung.
Kau tidak perlu bertele-tele, aku tidak suka wanita berbicara bertele-tele. Lebih baik kamu to the poin saja. Apa tujuanmu datang ke sini?" ucap dokter Aliando sudah mulai kesal melihat Camelia yang sedari tadi hanya bercanda menurutnya.
"Aku ingin main saja buang suntuk ke sini. apa kau memiliki waktu untuk menemaniku ngopi bareng?" tanya Camelia kepada dokter Aliando.
"ya ampun, kau datang ke sini hanya untuk mengajakku ngopi bareng, Apa kau tidak buang-buang waktu?
"Tidak, bagiku KESEMELEKE.
__ADS_1
" KESEMELEKE?
"Apa itu?
"KESENANGAN MELEBIHI KEKAYAAN." ucap Camelia Sambil tertawa ngakak membuat dokter Aliando menggelengkan kepalanya, menatap wanita berparas cantik itu, tapi bertingkah urakan.
"Maaf, tapi aku tidak memiliki banyak waktu.
"Memangnya siapa yang meminta waktumu banyak? aku tidak meminta waktumu banyak untuk ngopi bareng bersamaku. Kau pasti lelah setelah menjalankan operasi tadi, lebih baik kita ngopi bareng di cafe depan." ucapnya sambil menarik tangan dokter Aliando keluar dari ruang kerjanya.
Membuat dokter Aliando tidak bisa menolak permintaan wanita yang ada di ruang kerjanya. Dokter Aliando mengikuti langkah Camelia keluar dari rumah sakit masih menggunakan jas dokternya.
"Tunggu dulu, aku masih menggunakan jas ini. bagaimana mungkin kau mengajakku ngopi bareng di cafe depan, sedangkan aku masih menggunakan baju ini." ucapnya sambil berusaha menahan langkah Camelia.
Tetapi Camelia seolah tidak peduli. Ia terus menarik tangan dokter Aliando.
"Sudah, tidak apa-apa, malah kau terlihat tampan dengan baju dinas dokter mu itu." ucap Camelia sambil menarik tangan dokter Aliando.
Sementara di tempat lain, yang lokasinya tidak jauh dari rumah sakit, anak buah Tuan Jason masih tetap berjaga di sana. memperhatikan gerak-gerik Camelia selama berada di sana. Bahkan mereka mengirimkan foto Camelia berjalan masuk ke sebuah cafe yang di seberang Rumah Sakit bersama dokter Aliando kepada tuan Jason.
"Tuan sepertinya Nona Camelia menemui seorang dokter, tapi sepertinya Mereka terlihat dekat." pesan singkat itu dikirimkan oleh anak buah Tuan Jason kepada Tuan Jason sambil mengirimkan foto Camelia bersama dokter Aliando.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain
__ADS_1