Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 106. AKU LAPAR _GKMBM


__ADS_3

Di tempat lain tepatnya di rumah sakit dimana Dokter Aliando mengabdi diri sebagai seorang dokter, Camelia tampak sudah bangun dari tidur siangnya. Ia duduk di sofa dengan wajah yang baru bangun tidur. Wajah datar tatapan mata yang masih kosong melihat ke bawah. Dia duduk hampir 5 menit baru ia berdiri dengan perasaan yang jauh lebih segar.


Dia belum kembali? gumamnya sambil berdiri


"Kalau begini juga aku bosan. Dia lagi ngapain ya? Camelia pergi keluar dari ruangan itu. karena bosan duduk di dalam dan cuman tiduran. Camelia pergi mencari dokter Aliando.


Orang itu kemana ya? mana Aku lapar lagi." ucapnya sambil berjalan melewati lorong melihat ke kiri dan ke kanan, mencari dokter Aliando. Sepanjang dia melewati lorong itu, dia tidak melihat dokter Aliando berada di sekitar sana.


Camelia menarik napas panjang capek mencari dokter Aliando yang entah di mana keberadaannya di rumah sakit sebesar itu. Saat dia melihat ada suster yang lewat Camelia menegurnya.


"Tunggu sebentar!


Suster itu berhenti. Ia ada apa nona? tanya suster itu dengan nada yang ramah dan senyum.


"Apa kau tahu di mana Aliando?


"Dokter Aliando yang Nona maksud?"


"yups


"Oh aku kurang tahu nona. Tapi tadi saya lihat dokter Aliando ada di ruang ICU.


Karena Camelia tidak tahu letak ruang ICU dimana, Dia meminta tolong kepada suster wanita itu. "Bisa antarkan aku ke ruang ICU?"


"Tentu bisa nona, mari saya antar ke sana.


"Terima kasih. Camelia pun ikut Suster itu yang akan menuntunnya ke ruang ICU.


Setelah perjalanannya yang cukup lama untuk sampai ke ruang ICU, akhirnya mereka sampai juga di sana. Suster itu pun pergi meninggalkan Camelia di sana. Camelia berjalan mendekati pintu masuk, menempelkan wajahnya ke kaca pintu yang memperlihatkan isi dalam ruang icu itu.

__ADS_1


Dia melihat di dalam ada suster dan dokter yang sedang berdiri di samping branker pasien."Suster itu berkata benar orang itu ternyata ada di sini."ucapnya masih menempelkan wajahnya.


Camelia terus berdiri disana melihat Bagaimana proses seorang dokter. yang menangani pasiennya yang membutuhkan pengawasan ketat 24 jam.


Saat Camelia melihat dokter Aliando sedang fokus menangani pasiennya, dokter Aliando menoleh ke samping melihat wajah Camelia menempel di kaca pintu ICU.


Camelia langsung mengangkat tangannya melambaikan sambil tersenyum pada dokter Aliando. Tapi Dokter Aliando langsung memalingkan wajahnya dan kembali fokus dengan pasiennya.


Wajah Camelia langsung mengerut dan juga membalikkan badannya berjalan menjauh dari pintu.


"Sombong banget."pekiknya kesal.


Tidak lama kemudian, pintu ICU itu terbuka. dokter Aliando keluar bersamaan suster yang sama dengannya.


"Kenapa kau datang ke sini? suara dokter Aliando membuat tubuhnya refleks berbalik ke belakang.


"Kau keluar juga.dari tadi aku menunggumu keluar."


"Aku sibuk kau pulang saja ucapnya dengan Ketus.


"Ngak mau."Camelia menghampiri dokter Aliando menyingkirkan Suster itu dari samping dokter Aliando dengan tubuhnya yang mungil.


Membuat tubuh suster itu terdorong ke samping. Suster itu menggertakkan giginya kesal tidak bisa berbuat apa-apa di depan dokter Aliando. Dia harus menjaga image-nya di depan dokter Aliando. ia tidak mau menunjukkan betapa marahnya dirinya kepada Camelia. Dia bahkan rasanya ingin menjambak Camelia, dia masih tersenyum saat dokter Aliando menoleh padanya dan menyembunyikan wajahnya yang terlihat kesal.


"Aku sibuk, kau pulang saja." ucapnya memerintahkan Camelia pergi dari sana. karena dia tidak mau berurusan dengan Camelia. Sedangkan Camelia masih berkeras tidak ingin pulang. Karena dia tidak mau tinggal di rumah seperti orang di penjara.


"Ngak mau, aku masih mau di sini. Aku akan pulang Saat Kakak sudah meneleponku dan menyuruhku pulang." ucapnya merangkul tangan dokter Aliando dengan kuat tak ingin melepaskan. Suster yang melihat itu semakin terbakar api cemburu. Bahkan kepalanya seperti mendidih merasakan amarah dan rasa kesal melihat ada wanita dengan gampang merangkul tangan dokter Aliando.


Sedangkan dirinya berjuang keras bisa menyentuh jari tangan dokter Aliando saja, begitu sulit. Butuh perjuangan yang luar biasa. Tapi Camelia dengan mudah meraih tangan dokter Aliando. Seperti menarik dahan pohon yang paling rendah. Sedangkan dia seperti meraih dahan pohon paling puncak dan butuh perjuangan untuk mencapainya.

__ADS_1


"Ngak mau, pokoknya aku mau di sini. Kau harus menemaniku. Aku lapar. ucapnya menunjukkan raut wajah yang sedih. Dokter Aliando melepaskan tangan Camelia.


"Kalau kau lapar, makan. Ada kantin di sini jangan mengeluh padaku.


Camelia lagi lagi merangkul tangan dokter Aliando. "Temani aku ke sana. Aku tidak tahu tempatnya. pleasessss.....' ucapnya memohon.


Tiba-tiba suster tadi itu, datang memisahkan dokter Aliando dan Camelia dengan paksa melepaskan tangan Camelia. "Dokter Aliando bilang tidak bisa, jangan memaksa. Sebaiknya Nona pulang saja, daripada buang-buang tenaga di sini. Kami masih ada pekerjaan penting daripada mengurusi nona." ucap suster itu dengan lembut tersenyum tapi dengan Tatapan yang sinis.


Tiba-tiba suara aneh terdengar begitu nyaring, membuat mereka kaget. Sedangkan Camelia menundukkan kepalanya sambil mengusap perutnya yang bunyi karena lapar.


"Dengarkan perutku sudah bunyi kan? itu tandanya aku benar-benar lapar. apa kau tidak kasihan padaku?"


Tiba-tiba tanpa bicara sekata pun, dokter Aliando menarik tangan Camelia pergi dari sana meninggalkan Suster itu.


"Dokter Aliando.... !ucap Suster itu tapi dokter di Aliando tidak menoleh sama sekali. Tapi malah Camelia yang menoleh mengejek suster dengan menjulurkan lidahnya berbalik pergi. Suster itu yang kesal menghentakkan kakinya ke lantai dasar wanita ganjen." pekiknya.


"Kenapa malah wanita model seperti itu yang dekat dengan dokter Aliando tidak ada pantas-pentasnya. Lebih pantas juga aku yang ada di samping dokter Aliando." gumam Suster itu cemberut.


Capek mendengar Camelia yang mengeluh lapar dokter Aliando membawanya ke kantin rumah sakit.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏


sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain


" Hasrat Tuan Muda Arogant"

__ADS_1



__ADS_2