Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 48. KEDATANGAN ARIS_GKMBM


__ADS_3

Saat Irene berbalik mau pergi, Cornelius menarik tangan Irene dalam pelukannya merangkul pinggang kecil Irene mencium bibir manis dengan mata yang terpejam merasakan lembutnya bibir manis irene


lagi-lagi respon Irene terpaku, dengan pupil matanya yang membesar. Tapi kali ini Irene tidak melawan, Dia hanya dia membiarkan Cornelius mengecup bibirnya sampai Cornelius sendiri yang menghentikannya sendiri.


Di saat itu juga, Irene langsung berbalik lari dari sana dengan ekspresi wajahnya yang malu.


"Ada apa denganku? kenapa aku membiarkan dia mengecup bibirku?


Irene terus berlari dengan jantung berdebar kencang seperti dia merasakan ada sesuatu yang aneh terjadi pada dirinya.


Cornelius menyuruh anak buahnya mengejar Irene dan mengantarkannya kembali ke kantor, sesuai dengan permintaan Tuannya. Anak buahnya itu langsung pergi mengejar Irene sebelum Irene semakin jauh.


"Nona, tunggu sebentar!, teriak anak buah Cornelius sambil berlari.


Irene menghentikan langkahnya, tepat di depan mobil. Anak buah Cornelius juga ikut berhenti di belakang Irene.


"Biarkan aku mengantarkan Nona kembali."


Irene berbalik. Membalas "Tidak perlu, aku bisa naik taksi


"Nona, tolonglah biarkan aku mengantarmu kembali ke kantor. Kalau tidak, Tuan Cornelius tidak akan mengampuniku dan dia pasti akan membunuhku.


"Aku mohon Nona, istriku sedang hamil sekarang aku masih ingin melihat istri kelahiran anakku. Jika Nona sampai tidak saya antar, pasti Tuan Cornelius akan menghajar ku habis-habisan.


Aku tidak ingin istriku janda dengan umurnya yang masih muda. Bantu aku agar aku bisa membesarkan anak dan menafkahi istriku." ucap anak buah Cornelius memohon kepada Irene berharap Irene bersedia antar.


Mendengar pria yang ditugaskan oleh Cornelius menghantarkan Irene sampai ke kantor. Kalau istrinya akan melahirkan membuat Irene pun langsung membalikkan tubuhnya


"Baiklah.


Irene langsung setuju. dia tidak tega jika dirinya, seorang putri yang akan lahir ke dunia ini akan kehilangan ayahnya hanya karena keras kepalanya semata.

__ADS_1


Dia sudah melihat bagaimana Cornelius membunuh pelayannya, tanpa ada rasa belas kasihan karena keras kepalanya. Dia tidak mau hal itu terjadi lagi, akhirnya dia masuk ke dalam mobil anak buah Cornelius mengantarnya kembali ke kantor.


****


Malam hari sudah tiba, tepat pukul 19.20 tanpak Irene berjalan memasuki kamar kosnya. Dia berhenti di depan pintu mengeluarkan kunci dari dalam tasnya lalu membuka pintu kamar.


Saat dia masuk, ia tidak lupa menyalakan lampu kamar kosnya ruangan, yang tadinya gelap gulita jadi terang benderang. Dia duduk di sofa merebahkan tubuhnya yang lelah menarik nafas dalam-dalam.


"Apa pria itu belum pulang? tanyanya tiba-tiba teringat dengan Cornelius yang biasa selalu lebih cepat tiba di kamar kosnya.


"Dia kemana?


"Loh aku kok bodoh sekali, ngapain mikirin pria itu? tidak penting banget sih."


"Lebih baik aku mandi."ucapnya sambil bangkit berdiri melangkahkan kakinya membawa tubuhnya yang masih terasa pegal masuk ke dalam kamar mandi.


Dia melepaskan semua pakaian yang menutupi tubuhnya. Irene berdiri di bawah air shower yang mengalir mengusap wajah dan lehernya dengan lembut di bawah air dingin yang menyentuh kulit halusnya.


Irene memejamkan matanya merasakan dinginnya air shower yang menebus kulitnya. Tiba-tiba sekilas ingatan tadi siang muncul di benaknya. Tangannya menyentuh bibirnya merasakan bibir Cornelius yang mengecup bibirnya.


"Apa yang aku pikirkan? Mengapa aku memikirkan pria brengsek itu." gumamnya dalam hati


"Jangan bilang aku sudah jatuh cinta pada pria brengsek itu.


"Ah, tidak mungkin! Sadarlah pria itu sangat kejam." ucapnya sambil memukul kepalanya. Irene berusaha menghilangkan Cornelius dari benaknya dia buru-buru mandi. Setelah mandi Irene keluar dari kamarnya mengenakan baju yang biasa ia gunakan jika berada di kamar kosnya.


Dengan rambut yang masih basah Irene mengambil segelas air minum. Tiba-tiba Irene mendengar suara pintu kamar kos yang terbuka lebar. Irene buru-buru keluar dan melihat Siapa yang datang


"Kau sudah pulang? ucapnya sambil berjalan


"Siapa yang kau tunggu? ucap Aris berdiri di depan pintu menatap Irene yang melihat kehadirannya.

__ADS_1


" Kau ?


"Bagaimana kau bisa masuk ke sini? tanya Irene merasa bingung


"Apa kau lupa kita saling menukar kunci kamar kos, agar aku dapat leluasa masuk ke kamar kosmu. Dan kamu dapat masuk dengan leluasa ke kamar kosku. aku masih menyimpannya." ucapnya berjalan mendekati Irene.


Irene perlahan mundur ke belakang


"Pergi dari sini!" aku tidak ingin melihatmu lagi di sini.


"Aku ingin bicara dengan mu." ucapnya meraih tangan Irene. Irene menghentikan langkahnya. Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, kau dan aku sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi." ucap Irene menepis tangan Aris.


Aris malah memeluk Irene. Aku masih mencintaimu. Apa tidak ada pintu maaf bagiku?


"Kesalahanmu sangat fatal, aku tidak bisa memaafkannya. Aris melepaskan pelukannya menatap Irene yang terdiam kaku.


"Apa semua perasaan cintamu untukku sudah hilang dari hatimu?


"Cinta itu sudah lenyap saat kau mengusirku dari kamar kosmu malam itu. Dan Saat Kau bercumbu mesra dengan Maya sahabatku sendiri di atas ranjang milikmu.


"Tatap mataku, katakan kau tidak mencintaiku.


Irene terdiam tidak berani menoleh.


Aris pemegang bahu Irene." Kenapa kau diam? Apa dugaanku benar kau masih mencintaiku? Aku tahu kau sangat mencintaiku. kau tidak mungkin bisa melupakan semua perasaanmu padaku, semudah itu. Karena hubungan kita bukanlah waktu yang singkat.


Irene memang belum sepenuhnya melupakan perasaannya kepada Aris. Hubungan yang berjalan bertahun-tahun penuh dengan kebahagiaan dan memori manis tentang perjalanan cinta mereka berdua, yang penuh Lika liku di masa yang lalu.


Tidak mungkin Irene melupakannya dengan mudah seperti membalikkan telapak tangan ada beban berat di dalamnya. Tapi bukan berarti Irene masih akan menerima Aris kembali dalam hidupnya. Perselingkuhan dan tidak adanya kesetiaan adalah kesalahan besar dibuat oleh Aris dalam hubungan yang mereka bina begitu lama.


Bersambung...

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2