
"Serang dia!!! ucap Tuan Jason memerintahkan anak buahnya menghajar Timothy. Anak buah Tuan Jason berbagi menjadi dua kubu. Mereka menghajar Cornelius dan Timothy. Sedangkan Tuan Thomson menyelamatkan dirinya lebih dulu. Karena sudah Terkena tembakan.
Sedangkan di tempat lain, anak buah Cornelius yang masuk setelah Timothy, tampak pada saat melompat di atas drum. Di mana ada anak buah Tuan Jason yang tampak berdiri membelakangi. Saat dia berbalik, ban motor anak buah Cornelius mendarat di dadanya. Membuat tubuhnya jatuh tak berdaya dilindas anak buah Cornelius.
Yang lain membawa motor trail, membanting motor mereka ke lantai dan turun dengan tangan mereka yang sudah memegang senjata api. Menembak anak buah Tuan Jason dan Tuan Thomson. Suara gemuruh tembakan terdengar begitu nyaring bagaikan suara petasan di tahun baru.
Kilau cahaya merah tampak mewarnai tempat itu. dicampur dengan banyak darah-darah yang bercucuran dari korban-korban yang berjatuhan.
Di tempat lain Tuan Thomson dan Tuan Bernando masih tampak saling adu tembak dan posisinya yang sama puluhan pelurus sudah berjatuhan. Tapi tak ada yang terluka. mereka berdua sama tidak bisa dikalahkan, sampai senjata mereka kehabisan peluru dan memilih bertarung di tengah-tengah, menyelesaikan secara fisik.
Dua mantan rekan dahulu berhadapan dengan penuh rasa kebencian. Ingin membunuh satu sama lain. Mereka saling tatapan sebelum pertempuran antara kedua rekan lama itu.
Dimulai dari Tuan Bernando lebih dulu melayangkan pukulan kepada tuan Thomson. Tuan Thomson Mengangkat tangannya menahan pukulan itu, dan berbalik menyerang hal yang sama dilakukan Tuan Bernando. Dia menangkis pukulan itu.
Gerakan tangan dan langkah kaki mereka beriringan terlihat sangat cepat. Bahkan debu di lantai, sampai ikut berterbangan.
"Tak akan kubiarkan kau menang lagi dariku." ucap Tuan Thomson dengan tatapan tajamnya. Sambil melayangkan tendangan Tuan Bernando menangkis tendangan itu dengan kedua tangannya, dan tubuhnya sampai melangkah mundur, karena sangking kuatnya.
Tidak sampai di situ, Tuan Thompson mau kembali melayangkan pukulan. Setelah tendangannya tidak mampu mengenai tubuh rekan lamanya Itu Tuan Bernando dengan kepala tangannya yang besar. Dan di jari jarinya, ada beberapa cincin sampai membuat hidungnya terluka. Dan mengeluarkan banyak darah dari kedua lubang hidungnya.
Tuan Bernando dengan sangat santai menghapus darah yang keluar dan ia menaikkan kepala ke atas. Beberapa detik kemudian, Tuan Bernando melakukan penyerangan balik dengan lututnya dengan cepat naik menendang perut Tuhan Thomson. Dan tangannya juga ikut melayang menghantam rahangnya. Tuan Thomson mendapatkan dua sekaligus penyerangan.
Adu fisik keduanya memang sama sama memilikinya ilmu bela diri yang dapat melindungi Meraka dari musuh Meraka masing masing. membuat keduanya tidak mudah dikalahkan begitu saja.
Tuan Thomson masih bisa menahan serangan. dan kembali melayangkan pukulan dan membalikan keadaan. Ia berhasil menendang tubuh kekar Tuan Bernando. Tuan Bernando di mau kalah begitu saja. Hingga ia berhasil menjatuhkan tubuh Tuan Thomson yang besar, ketumpukan drum dengan satu tendangan sampai membuat drum dan berjatuhan.
Tuan Thompson mengambil balok dan ingin memukul tubuh Bernando, menahan balok besar itu, yang tepat berada di depan wajahnya. Dan kakinya dengan cepat bergerak menendang Tuan Thomson membuatnya terpental ke drum dan Tuan Bernardo mengangkat satu drum melemparkan drum itu ke atas tubuh Tuan Thomson
Bungk....
"Anght... .
__ADS_1
Jerit Tuan Thomson dengan tubuh yang meringkuk. Tuan Bernando menarik kerah baju Tuan Thomson. Sampai membuat tubuhnya kembali berdiri tegak. Tuan Bernardo melayangkan pukulan besar ke wajah Tuan Thomson, sambil berkata ini untuk kematian sahabatku Fernandez." teriaknya dengan penuh emosi dan matanya melotot pukulan besar itu, mengenai mata Tuan Thomson.
Tuan Bernando melayang tendangan ke perut tuan Thomson berulang-ulang dengan lutut kirinya. "Ini untuk kematian istri dari sahabatku yang kau lecehkan lalu kau bunuh." ucap Tuan Bernando dengan mata yang melotot dan raut wajah marah, memperlihatkan urat-urat wajahnya yang menonjol.
Tuan Bernando tak henti-hentinya menendang tubuh Tuan Thomson berulang-ulang, mengingat kematian sahabat dan di mana saat itu Tuan Thomson menghabisi nyawa Kedua orangtua Cornelius secara membabi buta.
Tuan Bernando menarik rambut Tuan Thomson, membawanya ke tiang besi menghantamkan kepalanya ke tiang besi itu. Dia menghantamkan kepala Tuan Thomson berulang-ulang sampai membuat dahi Tuan Thomson terluka dan darah bercucuran keluar memenuhi dahinya. Tuan Thomson sudah mulai kehilangan kesadarannya, kepalanya mulai berputar-putar.
Sementara di tempat lain, Cornelius dan Timothy tampak masih berkelahi dengan anak buah Tuan Jason. Cornelius yang tampak berada di tengah-tengah melawan mereka semua. Cornelius melompat melayangkan tendangan dari kedua Sisi. sampai membuat dua anak buah Tuan Jason terpental dan jatuh.
Anak buah Tuan Jason melepaskan tembakannya ke arah nya. Tangan Cornelius dengan cepat menarik tubuh anak buah Tuan Jason menjadikannya sebagai tameng.
Dor....
Dor....
Dor....
Dor .....
Dor.....
Dor....
Dia menembak satu persatu anak buah Tuan Jason, dan menggunakan anak buah Tuan Jason sebagai tamengnya. Irene dari kejauhan tanpa ketakutan melihat perkelahian Cornelius dan antara belasan anak buah Tuan Jason yang membuat hatinya khawatir dengan keselamatan Cornelius.
Sedangkan Timothy juga berhasil menjatuhkan Tuan Jason. Walaupun dia mendapatkan beberapa pukulan. Cornelius melepaskan pelukan Irene lalu menghapus air mata Irene. "Aku sudah bilang aku akan baik-baik saja."
"Maafkan aku karena tak percaya padamu." ucap Irene kembali memeluk Cornelius. Cornelius hanya tersenyum memeluk Irene membiarkan wanita itu menangis dalam pelukannya. Cornelius juga memeluk erat tubuh Irene.
Timothy berjalan melewati anak buah Tuan Jason yang terkapar tak berdaya, menghampiri Cornelius dan Irene.
__ADS_1
"Sebaiknya kita tinggalkan tempat ini, sebelum Ada hal lain yang terjadi. Di mana yang lain?ucap Cornelius.
"Mereka sedang menghadapi anak buah Tuan Thomson.
" Ayo kita pergi dari sini." ucap Irene menarik tangan Cornelius. Kita harus cari Ayah dulu." sambungnya Cornelius menganggukkan kepalanya. Mereka bertiga pergi meninggalkan tempat itu mencari Tuan Bernando.
Di tempat lain, Tuan Bernando masih di tempat yang sama menghajar Tuan Thomson sampai babak belur. Di saat itu juga Cornelius Timothy dan juga Irene muncul.
"Ayah....., teriak Irene seketika tangan Tuan Bernando yang memukul wajah Tuan Thomson berhenti tepat di depan wajahnya.
Tuan Bernando berbalik ke samping, melihat Irene yang berdiri tidak jauh dengan wajah yang berlinangan air mata.
"Ayah.... sudah cukup! Ayo kita pulang." teriak Irene sambil menangis.
Tuan Bernardo berbalik menatap wajah Tuan Thomson yang sudah babak belur. Walaupun dia sudah babak belur dan tak bisa bangkit lagi. Tuan Thomson masih bisa menampakkan senyuman di wajahnya. senyuman Tuan Thomson seperti menyiratkan sesuatu.
Tiba-tiba Tuan Thomson menjerit dengan matanya yang melotot keluar. Rupanya Ada benda tajam yang menusuk perutnya. Ini untuk kematian kedua orangtuaku." ucap Cornelius menarik belatinya keluar, sampai darah muntah keluar memegangi baju dan tangan dilumuri darah.
Irene yang melihat itu, refleks menutup mulutnya tercengang melihat Cornelius membunuh Tuan Thomson. Cornelius berdiri melepaskan belatinya ke lantai. Wajahnya tak tampak datar melihat mereka mati.
tidak ada rasa penyesalan di hati Tuan Bernando dan Cornelius.
Hanya ada kepuasan Tak Bisa dijelaskan dengan kata-kata. Dia berbalik pergi menghampiri putrinya. Tuan Bernando memeluk putrinya dengan Mata Yang berkaca-kaca. Tuan Bernando tampak lega karna Melihat putrinya di hadapannya tampa ada luka sama sekali. Tuan Bernardo tampak terlihat sangat sedih dicampur dengan kebahagiaan memeluk Irene. Dia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Antara kutub Utara dan Selatan.(YOU & ME
__ADS_1