
Timothy dan anak buahnya pergi menggunakan mobil lain. Cornelius masuk ke dalam mobil dari sisi pintu mobil lainnya.
anak buah Cornelius yang menjadi sopir menginjak pedal gas meninggalkan tempat itu.
Sepanjang perjalanan Irene tidak bicara sepatah kata pun. Itu membuat Cornelius sedikit gelisah dan khawatir kalau Irene akan marah besar kepadanya.
"Kenapa diam?
Irene sama sekali tidak menjawab pertanyaan Cornelius. Pandangannya beralih kekacan aku mobil memandangi pepohonan dan bangunan-bangunan tinggi yang mereka lewati. Hatinya sangat kacau meninggalkan teman-temannya dalam situasi terluka.
"Aku minta maaf! lagi-lagi kata minta maaf keluar dari mulut Cornelius membuat anak buah Cornelius yang menyetir mobil itu terhenyak mendengar kata maaf dari Tuannya.
"Sebagai permintaan maaf saya, mana yang kau suka antara bunga dan boneka? Sepertinya di kamar kos kamu banyak jenis boneka itu artinya kamu menyukai boneka.
Irene menoleh dengan kening mengerut."Kenapa kau bertanya seperti itu?"akhirnya Irene membuka mulutnya membuat Cornelius tersenyum mendengar suara Manis dari Irene.
"Tidak apa-apa. jawab saja."
"Tentu aku memilih dua-duanya. Karena aku menyukai bunga dan juga boneka. Jika disuruh memilih aku tidak akan memilih yang manapun. karena dua pilihan itu merupakan aku sangat menyukainya.
"Baiklah bunga apa yang kau sukai dan boneka Apa yang kau sukai?
Irene terdiam memikirkan pertanyaan Cornelius.
__ADS_1
"semua bunga aku suka selain bunga tai ayam. sahut Irene dengan Ketus tanpa menatap ke arah Cornelius.
Tiba-tiba...
Brungk .....
mobil Cornelius tiba-tiba berhenti di tengah jalan seorang wanita yang terluka di bagian keningnya berdiri di depan mobil Cornelius. memukul-mukul kaca mobil dengan telapak tangannya.
"Tolong..."wanita itu berteriak minta tolong
Cornelius dengan raut wajah datarnya menyuruh anak buahnya jalan.
"lanjutkan perjalanan kita!
Sedangkan Irene tiba-tiba keluar dari mobil karena melihat wanita itu terluka. Dia berlari menghampiri wanita itu. "Apa yang terjadi padamu Siapa yang melakukan ini padamu?
Setelah Camelia pulang dari rumah sakit bertemu dengan dokter Aliando untuk mencari dompetnya yang sebelumnya hilang , Camelia tidak langsung pulang ke rumahnya dia malah pergi ke cafe yang biasa tempat tongkrongannya setiap hari.
Camelia saat itu tampak keluar dari Cafe. Dia masuk ke dalam mobil meninggalkan tempat duduk saat dia meninggalkan Cafe ternyata ada sebuah mobil yang mengikutinya dari belakang.
Camelia pun menyadarinya dia langsung menambah kecepatan mobilnya melaju dengan cepat di jalan raya.
Camelia dengan mobil itu saling mengadu kecepatan di jalan melewati mobil-mobil lambat dengan Begitu cepat.
__ADS_1
Saat mobil orang yang mengejar Camelia mendekat salah satu kaca berlebihan terbuka dengan memegang senjata api keluar menembak kaca mobil milik Camelia.
"Sial, teriaknya kesan refleks menundukkan kepala menghindar dari peluru-peluru yang berusaha menembus kaca mobilnya. Tangan Camelia memegang setir seketika mengalihkan satu tangannya membuka laci mobil mengambil sebuah senjata api dari sana. kebetulan Camelia dilengkapi dengan senjata api oleh sang kakak di dalam mobilnya.
Camelia menurunkan kaca mobilnya mengeluarkan kepalanya dan tangannya memegang senjata menoleh ke belakang menembak bagian depan mobil itu.
Camelia kembali masuk ke dalam mengendalikan mobilnya yang hampir menabrak mobil di depannya, saat Camelia mau keluar menyerang kembali dan ban mobil yang dikendarai oleh Camelia pun pecah.
Mobil Camelia kehilangan keseimbangan tapi dia terus melajukan mobilnya. orang-orang yang mengejar Camelia tetap mengejarnya lagi-lagi menembak ban mobil Camelia.
Mobil Camelia yang sudah kehilangan keseimbangannya pun berjalan menabrak pembatas jalan.
Mobil Camelia mengeluarkan asap akibat tabrakan itu kepalanya terbentur di setir mobil. Mengakibatkan keningnya terluka. Camelia keluar dengan sempoyongan memegang senjata api menjauh dari mobilnya.
Sementara mobil yang mengejarnya berhenti tidak jauh darinya. Satu pria keluar dari mobil itu berlari ke arahnya. Camelia mengangkat senjatanya menaruh pelatuknya sial pelurunya habis. kumangnya kesal melempar senjata api ke aspal.
Mau tidak mau Camelia Harus melawan mereka tanpa senjata apapun. Pria itu mengangkat senjatanya menarik pelatuknya menembak Camelia. Satu tembakan melayang ke arahnya dengan penglihatan tajam, Camelia menghindar dari tembakan dengan cepat, Dia berlari menendang senjata pria itu sampai senjata pria itu terlempar ke udara dan terjatuh di Camelia.
Terlihat Camelia terlibat perkelahian yang cukup hebat, dibekali dengan ilmu beladiri yang cukup membuat Camelia dapat melumpuhkan pria itu.
Setelah perkelahian itu, dan pria itu dapat dilumpuhkan oleh Camelia, Camelia memutuskan untuk lari saat itu juga sebelum anak buah pria itu sudah keluar dari mobil mereka masing-masing. Anak buah pria itu berusaha untuk mengejar Camelia, mendengar suara tembakan yang tidak terhenti terdengar. Camelia terus berlari sampai sebuah mobil muncul di depannya.
Bersambung...
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏