Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 66. TERASA ASING _GKMBM


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 08.30 pagi kedua kelopak mata Irene sudah mulai bergerak berusaha membuka netranya. kepalanya terasa berat akibat pengaruh alkohol yang ia teguk malam tadi. Ia berusaha untuk bangun, dan perlahan ia menggeser tangannya dari tubuh Cornelius naik memegang kepalanya yang terasa nyut-nyutan yang luar biasa. Sampai ia tidak mampu menahan rasa sakit itu.


Cornelius yang sadar Irene terbangun, memeluk erat tubuhnya mengecup Irene dengan mata yang masih tertutup. berbisik "Tidurlah ini masih pagi."


Irene mengangkat kepalanya membuka netranya menatap Cornelius bingung bagaimana dia bisa bersamanya.


" Kau! ucap Irene kaget melihat kehadiran Cornelius di sana tidur bersamanya.


"Jangan berisik, biarkan aku tidur lebih lama memelukmu." ucapnya dengan mata yang terpejam.


"Aku tidak akan berbuat sesuatu yang tidak membuatmu nyaman."sambungnya semakin memeluk erat Irene dalam pelukannya dibarengi dengan senyum kecil yang muncul.


Irene tiba-tiba tidak bisa berkata apa-apa. Ia diam dalam pelukan Cornelius, merasakan kehangatan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Walaupun dia sudah menjalin hubungan dengan Aris sebelumnya, tapi kehangatan dan perhatian diberikan Cornelius berbeda dengan apa yang diterimanya dari Aris.


Perlahan mulai menerima kehadiran Cornelius dalam hidupnya, tanpa ia sadari ia membiarkan keinginan Cornelius terpenuhi tanpa harus adanya perdebatan panjang antara mereka berdua seperti sebelum-sebelumnya.


Irene menundukkan kepalanya di bawah dada Cornelius, kembali memejangkan matanya tidur dengan tenang tanpa rasa takut.

__ADS_1


Di tempat lain, di sebuah ruangan kedap suara tampak Aris yang berbaring tak sadarkan diri, di atas branker lampu putih yang begitu terang bersinar ke bawah matanya, membuat kelopak matanya berlahan terbuka.


Aris terbangun mengambil posisi duduk di atas ranjang. Memperhatikan tubuhnya yang memakai baju pasien seperti orang yang berada di rumah sakit. Tapi dilihat dari kondisi ruangan Itu tampak seperti bukan kamar di rumah sakit. Hanya ada satu Branker dan ruang kosong itu.


"Aku dimana?ini Kenapa terasa asing bagiku? dan mengapa aku menggunakan baju seperti orang yang dirawat di rumah sakit?" gumam Aris di dalam hati. Aris melirik kaca tebal tembus pandang memperlihatkan kondisi di luar ruangan itu.


Irene beranjak turun berjalan dengan hati-hati mendekat ke kaca itu menempelkan wajahnya melihat kondisi luar. Matanya membulat melihat keluar kebingungan tak melihat ada orang di luar sana.


Aris berbalik menyandarkan tubuhnya mengingat bagaimana dia bisa sampai ke ruangan itu. Ia berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi sehingga ia sampai berada di sana.


Ternyata dia dibawa pergi dengan paksa oleh anak buah Cornelius. Aris dibawa ke sebuah gedung yang cukup besar di dalam ruangan itu terasa asing bagi Aris. anak buah Cornelius membaringkannya dengan paksa di atas berangkat mereka memegang kedua tangan dan kakinya.


"Apa yang mereka lakukan padaku?" batinnya. Ia pergi dulu kembali ke atas berangkat memperhatikan dirinya dari ujung kaki sampai ujung rambut. Tidak ada yang aneh semua normal dalam penglihatannya.


Tiba-tiba pintu terbuka, dua orang anak buah Cornelius muncul di depan pintu. Aris sontak berteriak minta mereka melepaskan dirinya."Biarkan aku keluar dari Sini!" teriak Aris meminta kepada anak buah Cornelius agar segera membebaskannya dari ruangan itu.


Anak buah Cornelius saling menoleh, lalu berjalan masuk ke dalam menarik tangan Aris dengan paksa keluar.

__ADS_1


"lepaskan Aku!" Aris berusaha memberontak dari anak buah Cornelius. Anak buah Cornelis tidak mempedulikan teriakan Aris. Mereka berdua menyeretnya keluar dari gedung besar itu.


Di luar gedung, sudah ada beberapa anak buah Cornelius dan dua mobil yang menunggu Aris keluar dari ruangan itu. Saat Aris keluar anak buah Cornelius menghampiri Aris yang terus-terus berteriak.


"Lepaskan aku!" berontak Aris meminta kepada anak buah Cornelius agar segera melepaskannya.


Anak buah Cornelis menutupi mata Aris dengan kain yang berada di tangannya.


"Apa yang ingin kalian lakukan?" teriaknya memberontak.


"Diam kau!" bentak anak buah Cornelius yang mengikat kedua tangan Aris. Anak buah Cornelius membawa Aris masuk ke dalam mobil. Dan anak buah Cornelis yang lain masuk ke dalam mobil yang lainnya. Kedua mobil itu meninggalkan gedung itu


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


sambil menunggu karya ini up, yuk mampir ke karya baru emak."GADIS PECAL LELE JATUH CINTA"



__ADS_2