Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 41. SELALU MARAH _GKMBM


__ADS_3

"Tuan!"


Anak buah Cornelis ingin mengatakan sesuatu. Tapi ia menghentikan karena melihat sorot mata karena sorot mata tajam mengarah padanya. Dia seketika menurunkan pandangannya ke bawah.


"Jangan berisik, wanitaku sedang tidur." ucap Cornelius dengan nada suara yang sangat kecil, karena dia tidak ingin membuat Irene terbangun.


"Kau ikut denganku!" Cornelius kembali melanjutkan langkahnya bersama satu anak buahnya yang mengikutinya dari belakang. "Ambil kunci dari dalam jasku.


"Baik Tuan!


sesuai dengan arahan Cornelius anak buahnya itu mengambil kunci kamar kos yang selama ini ditempati Irene, di dalam kantong jas milik Cornelius.


"Cepat buka pintunya!' perintah Cornelius. saat pintu sudah terbuka, Cornelius langsung membawa Irene masuk ke dalam kamar kos dan membaringkannya di atas tempat tidur. Cornelius juga menarik selimut menutupi tubuh Irene sebelum dia meninggalkan kamar tidur.


****


Di dalam kamar Irene, tampak terbangun dari tidurnya. Dia mengambil posisi duduk di tempat tidur dengan kondisi wajah melongo kebingungan bagaimana dia bisa sampai di kamarnya.


"Bukannya tadi Aku terjebak dalam lift bersama Tuan Cornelius? kapan kita keluarnya?


"Oh iya tadi aku tertidur dalam, pasti dia yang bawa aku ke sini. Tapi sekarang Dimana Cornelius?


Ia beranjak turun dari tempat tidur pergi mencari Cornelius. Irene melangkah keluar dari pintu kamarnya. Aroma masakan sedap tiba-tiba melewati. Irene perlahan-lahan berjalan ke dapur melihat Siapa yang memasak. Lebih tepatnya dapur massal anak kos lantai empat.


Irene melihat Orang yang sedang memasak Irene mengendap endap melihat siapa yang masuk ke dalam dapur.


"Siapa yang masak? tanya Irene bingung melihat seorang pria tidak dikenal ada di dalam dapur itu.


Padahal penghuni kamar kost lantai 4 itu, hanya ada 3 orang wanita. Itupun dua orang tetangga kamar kosnya sedang tugas di luar kota.


Pria itu langsung memberikan hormat padanya "Maaf Nona, Saya anak buah Tuan Cornelius."Irene menarik nafas setelah mengetahui pria itu salah satu dari anak buah Cornelius.


Padahal Ia sudah sangat khawatir kalau ada seseorang yang berniat jahat kepadanya di kamar Kost. Mengingat yang tinggal di lantai empat hanya Irene sendiri. Berhubung karena jumlah anak buah Cornelius yang begitu banyak, Irene sampai tidak bisa menghafal wajah mereka masing-masing.


Saat dia melihat ada pria itu jantung Irene sebenarnya mau copot. Takut ada kembali ada yang menculiknya seperti beberapa minggu yang lalu. Irene menjadi sedikit khawatir dan semakin mudah panik, saat ada orang tidak dikenal muncul di tempatnya.


"Dimana tuanmu?


"Kau merindukanku?"Bisik Cornelius tiba-tiba muncul dari belakang. Irene seketika berbalik ke belakang mendorong Cornelius.


"Ngapain kau di belakangku? jangan buat orang kaget. ucap Irene marah hampir membuat jantungnya copot karena kaget yang tiba-tiba Cornelius muncul di belakangnya.


"Kenapa kau selalu bicara dengan suara yang marah padaku? Apa kau tidak bisa bicara dengan lembut sedikitpun?

__ADS_1


"Bagaimana aku mau bicara lembut kalau kau selalu membuatku marah."kesalnya pergi keluar dapur. Irene pergi duduk di sofa yang ada di dalam kamar kosnya.


"Untung saja, aku tidak punya riwayat penyakit jantung. Kalau tidak aku pasti sudah mati berakhir di rumah sakit karena serangan jantung." gerutu ini Irene. Cornelius datang membawa segelas air putih dia memberikannya kepada Irene yang masih muka ditekuk.


"Minumlah agar perasaanmu lebih fresh. tanpa melihat ke arah Cornelius kirim mengambil gelas itu, lalu ia minumnya sampai habis.


"Kau ingin membunuhku? tanyanya dengan nada suara yang masih kesal sambil meletakkan gelas kosong itu kemeja.


Cornelis duduk di sebelah kiri. "Mana mungkin aku membunuhmu? melihatmu menangis saja aku tak sanggup. Mana bisa aku sanggup membunuhmu.


Perkataan Cornelius membuat Irene sontak terdiam memikirkan sesuatu. "Apa pria ini benar-benar sayang dan mencintaiku? gumam di dalam hati.


"Percayalah, aku memang sangat sayang dan cinta kepadamu."


Irene seketika menoleh ke arah Cornelius dengan mengerutkan keningnya.


"Bagaimana kau bisa tahu apa yang ada di dalam isi hatiku? tanya Cornelius mendekatkan wajahnya menatap mata Cornelis begitu dalam.


"Aku hanya menebaknya sayang."ucap Cornelius mendorong Irene yang begitu dekat dengannya takut bibirnya tidak akan tahan melihat bibir indah Irene yang hampir menyentuh bibirnya.


"Mana mungkin kau bisa menebak dengan sempurna?


"Bisa saja, aku dapat menebaknya dengan sempurna. Karena kita sudah punya ikatan batin, tentu aku bisa menebaknya sayang."


Irene kembali menoleh. Tidak perlu mengada-ngada seperti itu. ucap Irene.


Satu kecupan mendarat di wajah cantik Irene membuat Irene terhenyak. Tiba-tiba anak buah Cornelius datang membawa satu nasi goreng pesanan Cornelius khusus untuk Irene.


"Ini Nona untukmu!"


"Untukku?


Pria itu mengangguk sambil menyodorkan piring yang dia pegang.


"Terima kasih kebetulan perutku sudah lapar cacing-cacing di perutku sudah pada berdemo meminta jatah. ucap Irene sambil mengembangkan senyumnya.


"Sekarang kau bisa keluar!"


"Baik Tuan?"


"Kenapa menyuruhnya keluar?"


"Karena tugasnya sudah selesai."

__ADS_1


"Jadi kau yang menyuruhnya memasak?"


Cornelius menganggukkan kepalanya pertanda tebakan benar adanya.


"Kenapa bukan kau saja yang memasak? kenapa malah menyuruh orang? Sepertinya kau sangat suka memerintah orang.


"Aku tidak bisa memasak."


"Wajar saja kau tidak bisa masak. Kau hanya pintar menggunakan senjata. Mana mungkin pria berotot sepertimu berdiri di dapur memasak untukku. ucap Irene sambil menekan nekan pada bidang Cornelius.


"Ngomong-ngomong dadamu sangat keras. Apakah kau olahraga setiap hari ? Tanya Irene penasaran yang terpesona melihat dada bidang milik Cornelius. Cornelius tersenyum mendekatkan wajahnya berbisik di telinga irene.


"Aku bisa membiarkanmu memegangnya lebih lama asalkan kau mengizinkan aku tidur di samping mu.


"Jangan harap ya, kau tidur di sofa." ucapnya sambil mengalihkan pandangannya ke piring melihat nasi goreng yang begitu lezat sampai membuat Silvanya ingin menetas keluar.


"Kalau kau menyukainya kau bisa menyentuhnya kapan saja. Aku bersedia berbaring di bawah pangkuanmu. Cornelius kembali mencoba menggoda Irene. Tetapi ucapannya itu tidak mempengaruhi Irene sedikitpun.


Irene tampak begitu nikmat, menikmati makanan. Sampai lupa kalau ada Cornelius yang terus bicara padanya.


Apa semua wanita akan berubah dengan pasangannya, jika berhadapan dengan makanan?" batin Cornelius kesal melihat Irene yang tak memperdulikannya sama sekali.


Tiba-tiba Irene menyuapkan Cornelius satu sendok nasi goreng itu ke mulutnya.


"Bagaimana menurutmu bumbunya sangat enak kan? ucapnya dengan senyum di wajahnya. Cornelius mengangguk.


"Sudah kuduga kau juga pasti menyukainya. anak buahmu sangat pandai memasak. Aku tidak menyangka orang-orang seperti kalian bisa memasak makanan seenak ini.


Jangan-jangan dia mantan koki lagi." ucap Irene kembali menikmati makanan sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya. Membuat Cornelius tertawa kecil melihat tingkah Irene seperti anak kecil.


Suara tawa Cornelius membuat suasana hati Irene bahagia."Apa yang kau tertawakan Mengapa kau tertawa lepas seperti itu. "Tidak ada, makan saja nasi goreng kamu. Saat Cornelius mau berbicara lagi Irene.


Tiba-tiba Irene menyumpal mulut Cornelius dengan nasi goreng itu lagi. Kau juga makan, biar Kau itu tidak menggangguku". ucap Cornelius tersenyum sambil memukul-mukul wajah tampan Cornelis.


Tiba-tiba Cornelius mengambil piring itu dari tangan Irene dengan kondisi mulut yang masih mengunyah. Seketika tawa Irene berhenti saat Cornelius mendorong tubuh Irene gelengan sofa.


Wajah Irene memerah dan jantungnya berdegup kencang


"Kau tadi baru saja mengakui ketampananku Apa kau mulai jatuh cinta padaku?" ucapnya dengan nada serius. Irene menutup wajahnya yang malu


"Astaga apa yang aku katakan tadi." gumamnya dalam hati.


Bersambung...

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2