
Pagi itu sebelum Irene dijemput oleh Cornelius dari rumah kost yang ia tempati, seorang pria tampan datang menghampirinya. Dan berbicara sebentar dengan Irene. Saat itu Cornelius langsung tiba di sana, melihat seorang pria menghampiri Irene.
Cornelius menjadi emosi. Ia tidak ingin gadis kecil pujaan hatinya didekati oleh pria lain selain dirinya. Hal itulah yang membuat Cornelius selalu meminta kepada Irene agar menjaga hatinya dan tidak dekat-dekat dengan pria lain. Rasa cinta yang begitu dalam yang dimiliki Cornelius terhadap Irene, membuatnya sedikit overprotektif terhadap Irene.
Saat ini Tuan Mahesa sudah menunggu Irene di kantor Mahesa Group, yang mana Tuan Jason meminta perusahaan Tuan Mahesa untuk menangani proyek yang akan berlangsung. Tuan Jason juga meminta kepada Tuan Mahesa agar Irene sendiri yang menanganinya.
Tuan Mahesa menyetujui permintaan Tuan Janson tanpa mengetahui maksud dan tujuan Tuan Jason meminta kepada Tuan Mahesa agar Irene yang menangani proyek itu. Saat Irene sudah tiba di kantor, Tuan Mahesa langsung meminta Irene menemui dirinya di ruang kerjanya.
Yang mana disana sudah ada Tuan Jason menunggu Irene. Irene sendiri juga tidak mengetahui apa maksud Tuan jason meminta dirinya langsung menangani proyek itu.
"Hallo Nona Irene."Sapa Tuan Jason saat melihat Irene sudah berada di ruang kerja Tuan Mahesa.
Irene mengembangkan senyumnya lalu memberi salam kepada tuan Jason. "To the point saja. "Ini lahan yang akan aku buatkan menjadi pusat perbelanjaan nanti, desain yang kua buat selesai. Aku akan memulai proyek besar ini.
Kita langsung saja pergi ke sana untuk melihat tempatnya. ujar Tuan Jason kepada Irene dan juga Tuan Mahesa. Tuan Mahesa langsung menyetujui mereka Langsung berlalu meninggalkan Mahesa Group dan ingin langsung ke lokasi. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, Mereka pun tiba di sana.
Tuan Jason keluar bersamaan dengan anak buahnya. Diikuti dengan Irene dan juga Tuan Mahesa dari mobil yang sama. Sementara mobil lainnya ditumpangi oleh para anak buah Tuan Jason.
"Ini lahan yang akan aku buatkan menjadi pusat pembelanjaan nanti, saat desain yang kau buat selesai aku akan memulai proyek besar ini. ucapnya melirik ke arah Irene Yang menciut kedua matanya, karena terik panas matahari yang membuat matanya pedih.
Irene menatap lahan itu. Begitu juga dengan Tuan Mahesa. Tuan Jason yang melihat Irene seperti tidak nyaman dengan teriknya matahari. Tuan Jason mengambil kesempatan itu, dengan meletakkan tangannya setara dengan dahi Irene menutupi cahaya yang mengganggu pandangan Irene.
Irene seketika menoleh memandang Tuan Jason."Tuan Jason tidak perlu melakukan itu,
"Aku hanya ingin membantumu."balasnya
Irene mengeluarkan sebuah kacamata hitam dari dalam tasnya, lalu langsung memakainya.
"Aku sudah memakai kacamata, Tuan tidak perlu repot-repot lagi membantu menutupi cahaya matahari."
Tangan Tuan Jason perlahan turun dengan tatapan mata yang merasa kesal.
"Wanita ini benar-benar sulit didekati, kalau seperti ini aku tidak bisa menjadikannya sebagai poinku untuk menghancurkan Cornelius."batinnya.
__ADS_1
"Pemilihan lokasi yang strategis."ucap Tuan Mahesa memuji pilihan Tuan Jason.
Tuan Mahesa berkata seperti itu, karena lahan proyek ini berada di tengah-tengah, di mana ada hotel tidak jauh dari sana dan pemukiman warga dan beberapa gedung apartemen mewah.
"Berapa luasnya? tanya irene penuh selidik
"Hanya enam hektar saja."sahut Tuan Jason.
Otak irene mulai berpikir rancangan bangunan mall seperti apa yang akan dibuatnya. Tapi sesuai dengan keinginan Tuan Jason.
"Aku ingin bentuk model yang unik dengan enam lantai, Aku tidak ingin pusat perbelanjaan milikku terlalu tinggi."ucap Tuan Jason
"Aku akan memikirkannya, setelah kita pulang dari sini."
"Kalau begitu kita bisa balik sekarang sambung Tuan Jason."
"Iya."
Setelah melihat lokasi proyeknya, Mereka pun berbalik pergi ke mobil.
Di tengah perjalanan pulang ke kantor Mahesa group, mobil yang dikendarai oleh anak buah Tuan Jason. Tiba-tiba ada mobil yang mengikuti dari belakang. Dari udara terlihat sebuah mobil berwarna silver melaju dengan kecepatan tinggi di belakang mobil milik Tuan Jason
Anak buah Tuan Jason melihat dari kaca spion luar mobil, ada yang mengikuti mereka Langsung menginjak pedal gasnya mendadak mempercepat kecepatan mobilnya. Membuat Irene yang duduk di depan kaget.
Irene tampak kelihatan panik menoleh Ada apa ini, kenapa kau membawa mobil dengan kecepatan tinggi?
Tuan Mahesa juga ikut panik
Ia menaikkan tangan berpegangan dia juga merasakan ketakutan yang sama seperti Irene tapi tidak Untuk Tuan Jason, pria satu ini tampak biasa saja.
Irene semakin ketakutan, saat anak buah Tuan Jason terus menambah kecepatannya. Mata anak buah Tuan Jason tidak terlepas selalu melirik kaca spion luar melihat mobil itu yang masih mengejar mereka.
"Hentikan mobilnya, Aku Ingin turun." ucap Irene yang ketakutan.
__ADS_1
tidak ada yang memperdulikan perkataannya. Anak buah Tuan Jason fokus membawa mobil menyalip mobil-mobil di depannya dengan kecepatan tinggi. Itu membuat Irene Sampai menutup mukanya tak berani melihat ke depan.
"Aku mau turun!" teriaknya dengan mata yang terpejam
"Diam lah, kalau kau turun sekarang itu sama saja kau menyetor nyawamu ke mereka. sebaiknya duduk dengan tenang, Jangan membuat orang kehilangan fokus karena teriak-teriak mu itu." ucap Tuan Jason membuat Irene semakin bingung dan khawatir
Di tengah jalan raya, tampak dari udara mobil hitam milik Tuan Jason melaju dengan kecepatan tinggi. Disusul dengan mobil putih dari belakang melaju tak kalah cepat. Kedua mobil saling bersaingan mengambil posisi saling paling terdepan.
Irene yang ada di dalam mobil dibuat ketakutan. Kenapa mereka mengejar kita?
"Seperti mereka adalah musuh Tuan Jason." ucap anak buah Jason sambil menginjak pedal gas mobilnya mempercepat, kecepatan mobil melampaui mobil silver, yang ada di sampingnya. Ingin menyerempet mobil mereka.
Irene menutup wajahnya, dengan kedua tangannya saat melihat sebuah mobil lain muncul dari jalan yang berbeda, berhenti di tengah jalan. Membuat anak buah Tuan Jason seketika menginjak pedal rem, mendadak menghentikan mobilnya sebelum mereka menghantam mobil di depannya.
Tubuh mereka semua terguncang maju, ke depan saat mobil mereka sedikit lagi menyentuh mobil di depannya.
"Kurang ajar!" ucap Tuan Jason sambil membuka pintu mobil keluar menghampiri mobil yang ada di depan mereka.
Mobil silver yang mengikuti mereka juga berhenti di belakang. Beberapa pria keluar dari mobil itu. Anak buah Tuan Jason juga ikut keluar dia tidak mungkin membiarkan tuannya melawan musuh mereka seorang diri.
Dari mobil yang ada di depan mereka, beberapa pria itu turun. Mereka semua bergabung mengelilingi Tuan Jason dan anak buah di tengah-tengah
Tuan Mahesa yang ada di dalam mobil tidak ikut keluar. Dia malah bersembunyi menunjukkan tubuhnya. Sedangkan Irene yang ada di dalam mobil, juga ketakutan tak berani turun.
Dia langsung kepikiran untuk menghubungi polisi. Irene langsung mengambil ponselnya dari dalam tas. Tiba-tiba dia mendapatkan telepon dari Tuan Bernando.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain
__ADS_1
" Hasrat Tuan Muda Arogant"