Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 43. PRIA DITAKUTI _ GKMBM


__ADS_3

Di perusahaan Tempat dimana Irene bekerja, para karyawan tampak sibuk duduk di depan laptop mereka. Untuk mengerjakan tugas mereka masing-masing, yang diberikan atasan kepada mereka, yang mengabdikan diri di perusahaan milik Big boss.


Sekretaris Tuan Mahesa yang merupakan CEO perusahaan itu, datang menemui Irene yang sibuk melihat project yang ingin mereka kerjakan saat ini. Yang mana ide-ide bagus sudah diluangkan oleh rekan kerjanya.


"Irene, Tuan Mahesa memanggilmu ke ruangannya sekarang juga.


"Memangnya ada apa ya? ucap Irene mengalihkan pandangannya yang tadinya fokus ke depan laptop, pindah ke sekretaris Tuan Mahesa.


"Kalau masalah itu, aku kurang mengetahuinya. Untuk lebih jelasnya lebih baik kamu temui langsung Tuan Mahesa. sepertinya Tuan Mahesa ingin berbicara serius denganmu.


Irene berdiri dari kursinya, dengan raut wajah kebingungan apa yang ingin dibicarakan Tuan Mahesa kepadanya.


"Apa aku membuat kesalahan? sepertinya tidak. Aku tidak membuat kesalahan sebelumnya. Irene membatin sembari berjalan melangkah ke arah ruang CEO itu.


Irene mengetuk pintu ruang CEO.


Tok....


Tok .....


Tok....


suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga penghuni ruang kerja itu.


"Masuk! Teriak Tuan Mahesa dari dalam ruang kerjanya.


ceklek...


Dengan satu hentakan pintu terbuka Irene dengan wajah santai berjalan masuk dan senyuman kecil yang mengembang berdiri di depan meja Tuan Mahesa.


"Ada apa Bos memanggil aku kemari? apa ada masalah yang aku buat?

__ADS_1


"Ada masalah penting yang harus saya bicarakan kepada kamu.


"Masalah apa itu bos? tanya irene penasaran yang tak kunjung mengetahui apa penyebab sang Big boss memanggil dirinya ke ruang kerja itu.


"Apa kau mengenal Tuan Cornelius?"


Irene seketika termenung memikirkan Kenapa Tuan Mahesa sampai menanyakan itu padanya. Irene juga tidak mengetahui kalau Tuan Mahesa memilih hubungan yang dekat dengan Cornelius.


"Ada apa Irene Kenapa kau diam? Aku sedang bertanya


"Tidak Bos, aku tidak mengenal dengan orang itu. ucap irene menyepitkan mata dengan kepala yang bergoyang. Tentunya Irene berbohong, karena ia tidak ingin memiliki urusan dengan pria yang selalu membuatnya kesal dan marah.


"Jangan berbohong padaku. Katakan Yang sejujurnya,Apa kau mengenalnya? tegas Tuan Mahesa menatap Irene dengan tatapan tajam.


Tuan Mahesa tiba-tiba berdiri dari kursi nya. Sementara para anak buahnya yang sudah berjejer di sana sudah membuat ancang-ancang memberikan hukuman kepada Irene tinggal mereka mendapat perintah dari Tuan Mahesa.


Irene merasa khawatir, lalu ia meminta maaf kepada Tuan Mahesa.


Tuan Mahesa menghampiri Irene.


"Jangan membungkuk seperti itu." ucapnya sambil memegang kedua bahu Irene mengembalikan postur tubuh irene yang berdiri tegak.


Irene kebingungan melihat sikap Tuan Mahesa yang tak biasa padanya. Semalam Tuan Cornelius meneleponku. Dia menanyakan apakah aku membiarkan karyawanku, yang bernama Irene lembur di kantor, Padahal Kau sudah pulang lebih awal dariku. Dan tidak ada karyawan lembur kemarin


Irene terhenyak.


Tuan Cornelius bilang katanya kekasihnya bilang dia lembur di kantor. Apa kau berbohong pada Tuan Cornelius?" ucapnya dengan lembut. Irene dengar-cengir. "Maaf Pak Bos, itu hanya bercanda kok.


Tuan Mahesa membalasnya dengan senyuman seperti seorang ingin menangis perlahan mundur pinggiran meja tidak kuat.


"Bos kenapa?

__ADS_1


"bercandamu itu hampir membuatku serangan jantung kemarin malam?


"Kenapa bisa Bos? tanya Irene bingung tidak mengerti maksud dari perkataan Tuan Mahesa.


"Tuan Cornelius memarahiku habis-habisan dia bahkan hampir menarik semua saham miliknya yang ada di perusahaan ini. Tuan Cornelius bertanya apa kau benar-benar lembur di kantor. Saya sampai menghubungi Rina untuk mencari tahu apa kau masih berada di kantor, tapi kata Rina kau ada di rumah bibinya. Kalian sedang mengadakan pesta. Untung saja Rina memberitahuku Kalau tidak aku sudah terbaring di rumah sakit karena serangan jantung.


Ternyata malam itu di saat Cornelius tidak menemukan Irene di kamar kosnya, dia menghubungi Tuan Mahesa memintanya untuk menghubungi bawahannya. memastikan Irene benar-benar lembur, dan dia juga meminta agar mereka memberikan informasi apapun yang berhubungan dengan keberadaan Irene saat itu.


Irene melongok mendengar cerita Tuan Mahesa.


"Pantas saja, pria itu tahu ternyata dia menghubungi big bosku batin Irene.


"Sebenarnya Tuan, ada hubungan apa dengan Tuan Cornelius?


"Tuan Cornelius adalah salah satu investor terbesar yang menanamkan modal di perusahaan ini.


Membuat satu kesalahan padanya, bisa menghancurkan perusahaanku ini. Itu sebabnya saya sangat marah.


"Jadi aku harap kepadamu, jangan membuat masalah pada Tuan Cornelius yang bisa berakibat fatal untuk perusahaan ini. Buatlah kesan yang baik padanya.


"Tolong jangan buat perusahaan ini menjadi bangkrut."ucap Tuan Mahesa dengan wajah memelas di depan Irene yang terjadi tidak tahu harus berkata apa.


Irene tidak tahu kalau Cornelis merupakan salah satu investor di perusahaan tempat kerjanya. Ini semua seperti sudah ada yang mengaturnya. Kenapa semua kehidupannya sekarang berhubungan dengan Cornelius? Apakah memang takdir yang menginginkan mereka mempunyai hubungan saling terikat di muka bumi ini?


"Bos tenang saja, aku janji akan bersikap baik pada pria itu. ucapnya sambil tersenyum paksa.


Bersambung...


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2