Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 42. TUAN MAHESA _GKMBM


__ADS_3

"Jangan salah paham dulu, aku bilang kau tampan bukan berarti aku jatuh cinta kepadamu.


"Kapan kau bisa jatuh cinta kepadaku?


"Pertanyaan apa itu? Aku tidak bisa menjawabnya. Intinya aku tidak menyukaimu." ucapnya memainkan wajahnya tidak berani melihat wajah Cornelius begitu dekat dengannya.


Irene menutup kedua matanya dengan menggunakan telapak tangannya. wajah Cornelius yang semakin dekat membuat jantung Irene semakin berdegup kencang.


"Tiba tiba Cornelius menjilat bagian mulut Irene. membuat Irene terhenyak


"Apa yang kamu Lakukan?teriak Irene


"Kalau makan itu jangan seperti anak kecil. Bibirnya belepotan." ucap Cornelius dengan santai. Irene menatap Cornelius dengan tatapan tajam.


"Dasar pria mesum." Irene marah langsung mendorong tubuh Cornelius. Membuat Cornelius langsung jatuh ke lantai Irene turun dari berlari keluar kamar untuk menetralisir jantungnya yang berdegup kencang.


Cornelius bangkit berdiri.


Cornelius mengembangkan senyumnya menatap irene yang seolah-olah salah tingkah. dengan wajah marah, Irene masuk ke kamar mandi mencuci mulut dan menggosoknya dengan kasar.


"Dasar pria mesum!" gerutu Irene yang sangat kesal berdiri tepat di depan cermin. Entah mengapa setiap kali Cornelius melakukan sesuatu terhadap Irene membuat Irene semakin merasakan getaran yang cukup hebat di tubuhnya.

__ADS_1


"Ada apa ini ? mengapa Setiap kali pria itu dekat kepadaku. Jantung Ku berdegup kencang " gumam Irene. Irene berteriak dan menghempaskan semua yang ada di hadapannya. Membuat Cornelius mengkhawatirkan melakukan sesuatu hal nekat di kamar mandi.


Cornelius mangga dari pintu kamar mandi. tetapi Irene seolah tuli, tidak mendengarnya. Ia memilih mengurung diri di sana. Ingin mengetahui Mengapa dirinya setiap kali berdekatan dengan Cornelius jantungnya kencang. Membuat Irene menyalahkan dirinya sendiri yang tidak paham akan perasaannya saat ini.


Di tempat lain. di sebuah klub malam tepatnya pukul dua dini hari, seorang pasangan kekasih baru saja keluar dari dalam klub keadaan mabuk. Mereka tempat girang melihat satu sama lain dan saling merangkul keluar dari dalam klub malam.


Bagaimana kalau kita pergi ke rumah kamu sekarang, Orang tua kamu lagi berada di luar negeri bukan? otomatis kita bebas melakukan apa saja di sana. ? ucap wanita cantik dan rupawan itu dengan nada suara yang menggoda sang kekasih.


Dia itu menarik kekasihnya itu menyandarkan tubuhku kasihnya ke dinding tembok. dan Mengecup dengan penuh gairah. Mengecup antara satu dengan satu sama lain. Mereka melakukannya dengan penuh gairah didorong dengan efek alkohol yang membuat mereka tidak sadar akan apa yang mereka.


Padahal mereka saat itu berada di tempat. wanita dan pria itu seolah tidak peduli posisi mereka saat ini berada di mana. Yang mereka tahu mereka memadu kasih. Kobaran Asmara yang membuat mereka lupa akan segalanya.


Tiba-tiba beberapa pria datang menara pria itu. Pria itu memukul kekasih wanita itu di bagian perutnya sampai berulang-ulang. kekasih pria itu yang takut langsung berlari masuk ke dalam mobilnya meninggalkan kekasihnya begitu saja.


Para pria itu menghajar Aris, habis-habisan. mereka membawa ke sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari klub malam itu. Sebuah ruangan yang remang-remang dengan cahaya lampu, di ruangan itu ada seorang pria tua sekitar 60 tahun sedang duduk di kursi. Merokok dengan kedua kaki yang ada di atas meja. Sekeliling tempatnya itu ada banyak pria muda yang berdiri di sana. yang merupakan anak buah lelaki tua itu.


Orang-orang membawa Aris muncul menggandeng Aris yang dalam kondisi wajah dadak belur dan tidak sadarkan diri. Mereka menemukan Aris di kursi yang berhadapan dengan pria dengan itu. Salah satu pria yang ada di sana, membawa ember berisikan air. Dia menyiramkan air itu ke wajah Aris.


Seketika harus terbangun kaget dengan pukulan yang terasa berat. Mata yang terpejam terbuka dengan penglihatan kabur. perlahan jelas, menyadari sejak 2 pria yang ada di hadapannya.


" lama kita tidak berjumpa Aris." ucap pria tua itu, dengan sorot mata yang tajam. Aris yang terdiam. Sepertinya kamu tidak siap bertemu denganku." sambung pria Tua itu.

__ADS_1


"Aku tidak menyuruh kamu untuk menikmati tubuh wanita itu. Aku memintamu untuk membawanya ke hadapanku.


Tetapi kau mengkhianati Ku. Pria tua itu kembali menghajar tubuh Aris hingga tubuh Aris semakin melemah. Pria itu menginginkan Maya menjadi pemuas nafsunya. Pria itu memberikan upah yang sangat besar kepada Aris untuk dapat membawa Maya ke hadapannya.


Tetapi Apa yang dilakukan Aris, membuat pria tua itu marah besar kepadanya. Kesalahannya tidak patut diampuni oleh pria itu. Yang mana uang yang diberikan pria itu kepada Aris sudah lenyap begitu saja. Sementara Aris tak kunjung datang menghadap pria itu. membawa Maya ke hadapannya.


Membuat pria tua itu menjadi sangat emosi dan murka. Ia Pun meminta para anak buahnya untuk mencari keberadaan Aris dan wanita itu. dan di saat itulah para anak buah pria tua itu, menemukan Aris sedang berpesta ria di satu klub malam.


Membuat pria tua itu semakin emosi. Ketika anak buahnya menginformasikan kalau Aris sedang bersenang-senang dengan Maya wanita yang diinginkan oleh Tuan Mahesa untuk memuaskan nafsu birahinya.


Ia tahu betul Bagaimana pelayanan Maya saat di ranjang. Ketika salah satu rekannya memberitahu kepadanya kalau Maya benar-benar mampu melayani Tuan Mahesa sampai berjam-jam sesuai dengan yang diinginkan oleh Tuan Mahesa.


Setiap kali wanita yang ingin melayaninya, Ia terlebih dahulu bertanya kepada wanita itu mampu tidaknya wanita itu melayani Nya berjam-jam, maka ia akan memberikan upah yang sangat besar. Ketika mendapat informasi dan salah satu rekannya, membuat Tuan Mahesa meminta kepada anak buahnya untuk langsung mencari keberadaan Maya.


Dan pada saat itu, Aris menawarkan diri untuk ikut menjadi anak buahnya dan berjanji akan membawa Maya di hadapan Tuan Mahesa. Tetapi hingga saat ini, sudah berbulan-bulan lamanya Aris tak kunjung membawa Maya. Di hadapannya membuat kesabaran Tuan Mahesa habis dan ia pun menghajar Aris babak Belur.


"Buang dia keluar, Saya tidak sudi melihatnya di sini. teriak Tuan Mahesa kepada beberapa anak buahnya yang berjejer di sana. Tak ada satupun yang berani membantah Tuan Mahesa. Tuan Mahesa merupakan salah satu mafia senior yang ada di kotanya.


Cornelius juga sangat mengenal dekat dengan Tuan Mahesa. Di antara mereka terikat hubungan kerjasama yang kuat. Cornelius sangat mengetahui kalau Tuan Mahesa mafia yang kejam dan tidak mengenal ampun Sama persisnya seperti Cornelius.


Bersambung...

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2