Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 166. EKSEKUSI MATI_GKMBM


__ADS_3

Ketika mobil lisa sudah memasuki area rumah yang dimiliki oleh Cornelius. Lisa dan dua anak buah Cornelius sudah menyeret tubuh Albert keluar dari mobil dan membawanya ke ruang bawah tanah.


Cornelius yang sudah mengetahui Lisa sudah tiba di sana, langsung beranjak dari tempat duduknya. "Sayang mau ke mana?" tanya irene yang tiba-tiba melihat calon suaminya bangkit berdiri berniat meninggalkan Irene di sana.


"Lisa sudah tiba di markas, sepertinya aku akan ke sana sekarang kau mau ikut?


Irene menganggukkan kepala lalu langsung menggenggam tangan calon suaminya. Nyonya Brigez yang Mendengar hal itu pun tidak tinggal diam. Ia ingin segera bertemu dengan Albert.


Salah satu incaran Nyonya Brigez selama ini. karena Albert telah membunuh salah satu rekan Nyonya Brigez. "Aku juga harus ikut, aku ingin memberikan pelajaran yang berarti untuk lelaki iblis itu." ucap Nyonya Brigez sambil melangkah mengikuti Cornelius.


Cornelius Tidak berkomentar apa-apa, Ia memilih menganggukkan kepala. Lalu mereka pun berjalan masuk ke ruang bawah tanah. hentakan sepatu Cornelius membuat bulu kuduk setiap orang yang berada di ruang bawah tanah itu menjadi merinding.


Tahanan Cornelius yang ada di sana menjadi semakin ketakutan. Mereka khawatir kalau Cornelius akan memberikan hukuman yang membuat mereka menjadi tidak berdaya.


Cornelius menghampiri Albert yang saat ini terluka, akibat pisau yang mengenai dirinya ditancapkan oleh Lisa saat Albert berniat ingin menembak tubuh Lisa


Cornelius menarik kerah baju kemeja yang digunakan oleh Albert. Cornelius tersenyum sinis, kau ingin mencari masalah kepadaku? kau tidak ada apa-apanya.


"Kau ingin mengandalkan ayahmu untuk membantu mu? sayangnya tidak bisa, karena ayahmu sudah menyatu dengan tanah dan cacing-cacing sudah berpesta pora memakan dagingnya." ucap Cornelius sambil kembali mencekik leher Albert membuat Albert sedikit kewalahan untuk bernapas.


Nyonya Brigez menghampiri Albert setelah Cornelius melepaskan tangannya. "Dari awal sudah saya peringatkan kepadamu, Jangan melakukan hal yang bodoh jika kau tidak ingin mati. Aku sudah lama mengincarmu karena kau telah tega ingin menyakiti putriku."


Putri?

__ADS_1


"Aku tidak pernah merasa menyakiti putrimu." ucap Albert dengan nada terengah-engah karena dirinya sudah kewalahan untuk berbicara.


"Kau lupa menaruh bom di mobil milik putriku dan kau rekayasa akan kecelakaan itu. Kau sengaja memutuskan rem mobil yang ditumpangi oleh putriku, saat itu hingga mobil Mereka pun menabrak pembatas jalan dan mobil itu terguling. Untung saja aku tepat waktu datang untuk membantu putriku. Kalau saja tidak, kau akan mati di tanganku.


Tapi sekarang kau malah ingin menggali kuburmu. Aku tidak bisa mengampuni kesalahanmu kali ini. Jadi siap-siaplah kau mati di tangan Ku. Kau belum mengenal siapa sosok Cornelius yang sebenarnya. Yang kau ketahui hanyalah keegoisanmu sendiri tanpa mengetahui apa-apa.


"Kamu pikir Ayah kamu Thomson itu berhati baik? Oh no, kamu salah. Jika saja Thomson berhati baik, dia tidak akan serakah merebut harta kakak kandungnya sendiri dan berniat untuk membunuh calon menantu dan juga putra kakak kandungnya sendiri. Bahkan Thomson membunuh ayah kandung Cornelius yang merupakan kakak kandungnya sendiri.


Nyonya Brigez memberikan tamparan di wajah Albert membuat Albert langsung memegangi. "Berani berbuat berani bertanggung jawab aku tidak peduli bagaimanapun caranya.


"Sekarang juga enyah kau dari sini atau kau akan mati di tanganku." ucap Nyonya Brigez.


Ini menjadi urusanku. Aku tidak ingin manusia seperti ini mengganggu acara pernikahanku." ucap Cornelius sambil langsung mengarahkan senjata ke bagian kening Albert lalu menembakkannya hingga kepala tembus dan Albert pun tewas.


"Urus dia! perintah Cornelius kepada anak buahnya lalu meninggalkan ruang bawah tanah itu. Diikuti oleh Lisa, Irene dan nyonya Brigez. Tak ada belas kasihan sedikitpun di hati Cornelius, karena sudah tega menyakiti gadis kecil pujaannya dan juga calon istri dari adik sepupunya.


"Sayang, aku ingin ikut ke rumah sakit melihat kondisi Camelia. Aku tahu bagaimana yang dirasakan oleh Camelia. Karena bagaimanapun Irene pernah berada di mode yang sama dengan Camelia.


Camelia butuh teman bercerita. Dia pasti trauma akan apa yang sudah ia alami. "Tolong izinkan aku untuk ikut ke rumah sakit sayang." ucap iren sambil mengalungkan tangannya di jenjang leher Cornelius. lalu memberikan kecupan hangat di wajah tampan Cornelius berharap Cornelius mengizinkannya ikut.


"Okey, kau ikut. Tapi kau harus menjaga hatimu, jangan pernah melirik lelaki lain selain aku." ucap Cornelius sambil mengedipkan matanya sebelah membuat Irene menggelengkan kepala.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit kemudian, dari kediaman Cornelius. Akhirnya mereka tiba di rumah sakit milik dokter Aliando. Kini kondisi Timoty sudah semakin membaik. Begitu juga dengan anak buahnya yang lainnya.

__ADS_1


Irene mencari keberadaan Camelia. " Aku ingin melihat kondisi Camelia sekarang di mana."


Pasti dia ditempatkan di ruang VVIP. Tidak mungkin juga Dokter Aliando membiarkannya di ruang biasa. Tampak Irene berpikir sejenak, lalu ia melangkah keluar meninggalkan ruang rawat timoty mencari keberadaan Camelia.


Irene bertanya kepada salah satu suster ruang rawat inap Camelia berada. Dan suster itu pun mengatakan kalau Camelia berada di ruang VVIP, sama seperti yang dikatakan oleh Cornelius


Cornelius mengikuti langkah Irene masuk ke ruang VVIP. Irene sudah melihat Camelia berbaring lemah sambil berbicara dengan nada kecil bersama dokter Aliando. Dokter Aliando menatap kedatangan Cornelius dan irene.


"Bagaimana kondisi Camelia saat ini? apa dia baik-baik saja?


"Dia baik-baik saja, Irene menggenggam tangan Camelia. "Aku yakin kau pasti kuat. Kamu tahu,bukan? aku juga pernah mengalami hal yang sama seperti yang kau alami." ucap Irene sambil melihat pergelangan tangan Camelia yang terlihat merah dan membiru Begitu juga dengan kakinya.


Irene membayangkan saat dirinya mengalami hal yang sama seperti apa yang di alami Camelia. Saat Tuan Thomson dan Tuan Jason ingin memanggangnya hidup hidup.


"Trimakasih kak, sudah membantu aku menyelamatkan Camelia." ucap dokter Aliando.


"Kok berterimakasih, sudah sewajarnya. Kau adikku, dan dia calon adik iparku.Lagian yang banyak berperan disini Lisa dan Timoty. hanya saja mereka menjalankannya dengan arahan yang aku berikan." ucap Cornelius sambil menatap Dokter Aliando dan camelia secara bergantian.


"Aku harap di pesta pernikahan kakak semuanya berjalan dengan lancar dan tidak ada gangguan sedikitpun.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." PERJUANGAN ABIMAYU."


__ADS_2