
Irene Yang terbuai akan hasrat yang tinggi akibat obat perangsang yang diberikan Aris kepadanya. Ikut masuk ke dalam permainan Cornelius bibirnya juga mulai bergerak membalas kecupan Cornelius. Tangan Cornelis mulai bergerak menyentuh setiap inci tubuh Irene. Suara yang tidak pernah keluar dari bibirnya akhirnya keluar menggema di dalam kamar itu.
Dengan terpaksa Cornelius melakukannya. Ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada gadis kecil pujaan hati. Yang mampu memporak-porandakan hatinya. "Dasar pria brengsek kau Aris,kau melakukan ini kepada Irene, sama saja kamu menggali kuburmu sendiri." ucap Cornelius dengan nada emosi.
Maafkan aku sayang, aku harus melakukan ini semua.Karna hanya ini satu-satunya jalan untuk menyelamatkan kamu. Agar kau terlepas dari rasa tidak nyaman mu itu. " gumam Cornelius dalam hati
visual Irene
Cornelius melakukannya dengan terpaksa. Sejujurnya ia tidak ingin melakukan itu kepada Irene, tanpa adanya ikatan pernikahan. Tetapi jika Cornelius tidak melakukan itu semua, maka dapat berakibat Fatal kepada Irene. Ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Irene.
Malam itu Cornelius benar-benar sudah merenggut harta yang paling berharga milik Irene. Tetapi sesungguhnya bukan karena niat Cornelius yang dilakukannya. Tetapi hanya untuk membentuk Irene keluar dari merasa tidak nyamannya, akibat obat perangsang yang berikan Aris kepada Irene tanpa sepengetahuan Irene
Visual Cornelius
Sebelumnya...
Semua orang tampak duduk tenang makan di meja makan masing-masing, sambil mengobrol bersama seperti yang dilakukan oleh Cornelius dengan Lisa bersama rekan-rekannya. Dia masih duduk di meja, tanpa tahu kalau Irene menghilang dari sana sampai Rina, Raihan, dan Ricardo pergi menemui bosnya.
"Permisi Bos!" ucap Rina memberi makan diri bertanya kepada bos mereka, Tuan Mahesa
"Ada apa Rina?
"Apa bos melihat Irene?
"Tadi aku dan Irene ngobrol bersama dengan Tuan Cornelius, setelah itu dia pergi katanya dia bilang mau bergabung dengan karyawan lainnya.
"Tapi kita sudah berkeliling dalam gedung ini. dan kami bahkan sempat bertanya kepada pegawai lain, Mereka bilang tidak melihat Irene dalam gedung ini.
"Coba kalian cari lagi. Mungkin dia pergi ke kamar kecil dan sekarang kembali.
__ADS_1
"Baiklah Bos, kami akan kembali mencarinya.
Rina, Raihan, dan Ricardo berbalik pergi melewati meja Cornelius.
"Irene pergi ke mana ya? kok bisa Aris dan Irene tiba-tiba menghilang secara bersamaan?
Cornelius yang mendengar semua percakapan Rina, Raihan, dan Ricardo berdiri dari kursinya.
"Kemana Irene pergi? perasaannya tiba-tiba cemas. Cornelius pun berbalik pergi ke belakang menemui Tuan Mahesa yang berdiri tidak jauh dari mejanya.
"Tuan Mahesa!"
"Iya ada yang bisa saya bantu Tuan Cornelius?
"Kudengar tadi teman-teman Irene bilang kalau Irene tidak ada di sini?
"Iya Tuan, mungkin Irene hanya pergi ke kamar kecil.
Ia pergi menemui Lisa yang bercerita dengan seorang pria.
"Lisa ikut aku sekarang!" ucapnya menarik paksa tangan adik sepupunya menjauh dari pria yang bersamanya.
"Ada apa Kenapa kau menarik ku ka? Cornelius menarik Lisa membawanya ke depan pintu masuk gedung.
"Kita mau pulang?
"Tidak!" ucap Cornelius sambil melepaskan genggaman tangannya dari Lisa.
"Terus kenapa kamu bawa aku ke sini?
"Sekarang kau pergi ke manager Hotel minta mereka menunjukkan rekam CCTV di ballroom.
"Memangnya untuk apa dengan rekam CCTV?
__ADS_1
"Irene menghilang. Aku ingin melihat siapa yang keluar dan masuk di dalam sini.
"Wanita itu hilang? Apa ada yang menculiknya?
"Aku juga tidak tahu. Tapi aku takutnya ada musuh yang berada di sekitar sini, karena terakhir kali wanita itu juga sempat diculik dari salah satu anak buah musuhku.
"Baiklah Kak. Kakak jangan khawatir setelah aku mendapatkan jejak rekam CCTV ballroom ini aku akan langsung mengirimnya pada kakak.
"Bagus, sekarang hanya kau yang bisa aku andalkan. Karena saat ini orang yang selalu berada di sampingnya saat ini, sedang pergi menjalankan tugas untuk mencari sosok seseorang yang selama ini mereka cari.
Lisa langsung pergi meninggalkan tempat itu, sedangkan Cornelius memilih untuk tetap berdiri di depan pintu masuk ballroom. Berharap Irene muncul di sana. Setelah hampir menunggu sekitar 15 menit, Cornelius masih berdiri di sana. Dia terus memperhatikan semua orang yang masuk dan keluar dari sana.
Tiba-tiba pesan Whatsapp masuk dari Lisa, sebuah rekaman CCTV berdurasi pendek diputar. Mata Cornelis melihat setiap detail video itu, sampai di saat Irene keluar dan jatuh ke pelukan Aris. Bola mata yang mulai membesar melihat seorang pria datang menghampiri Irene.
Dari rekaman itu, dia akhirnya tahu kenapa Irene tidak terlihat disana. Ternyata Aris sudah membawanya pergi. Cornelius langsung berbalik pergi mencari tahu kemana Aris membawa Irene saat itu. Dengan raut wajah marah Cornelius berlalu mencari keberadaan Irene saat itu.
Hingga Cornelis menemukan Irene berada di kamar yang sama dengan Aris atas petunjuk CCTV yang dikirimkan oleh Lisa kepadanya. Niat Hati Aris ingin menghancurkan kehidupan dengan menikmati kehormatan Irene yang putih mulus itu, akan membuat Cornelius tidak akan Sudi memiliki wanita kotor seperti dia.
Tetapi sebelum itu terjadi, Cornelius sudah datang menghajar Aris sampai babak belur. hingga nyawanya Aris nyaris terenggut oleh Cornelius. Jika Irene tidak Memanggil nama Cornelius, sudah pasti nyawa Aris akan berakhir di kamar hotel itu.
Karna amarah Cornelius tidak dapat di redam akibat Aris ingin melecehkan gadis kecil pujaan hatinya.
"Urus pria sialan itu, lakukan apa yang sepatutnya kau lakukan."perintah Cornelius kepada anak buahnya. Setelah Irene memanggil namanya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak."Gairah Duda kece"
__ADS_1