
"Jangan cemberut seperti itu. Nanti kecantikanmu semakin berkurang. Lebih baik kau tersenyum dan jangan menangis. Aku tidak ingin air matamu menetes di wajah cantikmu ini." ucap dokter Aliando sambil langsung memberanikan diri mengecup bibir manis Camelia.
Lalu perlahan kecupan itu semakin mendalam. Hingga dokter Aliando memberikan kecupan, yang begitu membuat tubuh Camelia merasakan getaran yang cukup hebat di tubuhnya.
Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga keduanya. Membuat dokter Aliando langsung melepaskan kecupannya. Salah satu suster masuk dengan membawakan map yang ada di tangannya.
"Katakan ada apa kamu datang ke ruangan saya? tanya dokter Aliando yang merasa terganggu oleh dokter yang datang menghampirinya. Tampak Suster itu tidak langsung menjawab. Justru menatap Camelia dengan tatapan tajam. Seolah-olah ia ingin menjambak-jambak Camelia. Karena Camelia Sudah berani datang ke ruang kerja dokter Aliando.
Suster itu merasa kesal. Karena Camelia dengan mudahnya memeluk dan memberikan kecupan hangat di wajah tampan dokter Aliando. Di depan Suster itu. Padahal selama ini, Suster itu yang sudah sangat lama mencintainya. Untuk menggapai tangan dokter Aliando, juga sulit baginya tetapi tidak untuk Camelia.
Suster itu meminta kepada dokter Aliando untuk segera menandatangani berkas yang ia pegang, tentang laporan riwayat kesehatan Tuan Bernando dan juga Irene. Dokter Aliando memeriksa laporan riwayat kesehatan itu. Ia pun mengembangkan senyumnya.
"Syukurlah, ternyata kondisi kesehatan Tuan Bernando sudah mulai pulih. Dan Irene juga sudah baik-baik saja. Itu artinya pesta pernikahan mereka tidak akan ditunda lagi." gi dokter Aliando yang dapat didengar oleh Camelia.
"Apa?
"Irene akan menikah dengan Cornelius?
"Iya, aturan dua minggu yang lalu acara pesta pernikahan mereka berlangsung. Tetapi karena insiden yang menyimpan Irene. Beberapa minggu yang lalu, membuat acara pesta pernikahan mereka akhirnya ditunda.
"Wah Irene pasti sangat bahagia akhirnya dapat menikah dengan lelaki yang sangat ia cintai.
__ADS_1
"Kamu juga bisa seperti itu?
Camelia mengerutkan keningnya. "Bagaimana mungkin aku bisa menikah dengan lelaki yang sangat aku cintai, sementara orang yang aku cintai sama sekali tidak melirikku."ucap Camelia kepada dokter Aliando.
"Apa kau mencintaiku? pertanyaan itu yang langsung dilontarkan oleh dokter Aliando kepada Camelia membuat Camelia langsung terdiam tidak dapat berkata-kata.
"Kenapa diam, dan tidak menjawab pertanyaanku?
"Kalau kau memang mencintaiku, Kenapa kamu tidak langsung mengatakannya kepadaku dari awal.
"Dan siapa sebenarnya lelaki yang sangat kamu cintai?
"Bertanya satu-satu bisa nggak? kalau bertanya bertubi-tubi seperti ini, bagaimana mungkin aku bisa menjawabnya.
"Yang saya tanya, kamu mencintaiku atau tidak?
"Kok malah nanya ke aku?
"Terus, aku mau nanya sama siapa tentang perasaanmu terhadapku? gak mungkin dong aku bertanya sama suster tadi yang datang." gerutu dokter Aliando membuat Camelia langsung terdiam.
"Iya, aku sangat mencintaimu dokter Aliando. tapi kau tidak pernah melirikku sama sekali. Justru kau sangat membenciku, dan selalu mengusirku dari sini Jika aku datang ke sini. Entahlah mengapa aku bisa mencintaimu. Padahal kau lelaki yang sombong ,dan aku selalu saja membuatku sakit hati. Dengan cara mengusirku dari sini.
__ADS_1
Padahal aku datang ke sini, agar aku tidak merasa kesepian di rumah. Tapi setiap kali aku datang ke sini selalu mendapat penolakan. Sekalipun kamu menolakku datang ke sini. Tapi aku terus-terusan datang ke sini. Itu karena apa? karena aku sangat mencintaimu dokter Aliando. Tapi dokter Aliando tidak pernah mengetahui akan hal itu. ucap Camelia langsung memalingkan wajahnya dari dokter Aliando.
Dokter Aliando mengembangkan senyumnya menatap Camelia yang sudah terlihat malu di hadapannya.
"Wajahku tidak ada di dinding. Wajahku berada di sini. Ngapain kamu melihat ke dinding sana? ucap dokter Aliando membuat Camelia semakin kesal. Karena mendapat desakan dari dokter Aliando, akan pengakuan Camelia mencintai dokter Aliando atau tidak.
Tapi untuk saat ini Camelia sudah merasa puas, dapat mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya kepada dokter Aliando. Sekalipun dia sudah sangat merasa malu. Karena lebih dulu mengungkapkan perasaannya kepada dokter Aliando.
Biasanya pantang baginya mengatakan perasaannya terhadap seorang lelaki. Justru selama ini, lelaki lah yang selalu mengajar-kejar Camelia. Tapi untuk kali ini sepertinya Camelia sudah mengungkapkan perasaannya terhadap dokter Aliando, sebelum dokter Aliando mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.
Padahal tanpa Camelia sadari dokter Aliando sudah mengungkapkan perasaannya sendiri. Tapi Camelia sama sekali tidak menyadari kalau secara tidak langsung Dokter Aliando sudah mengungkapkan isi hatinya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya emak
__ADS_1