Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 93. PSIKOPAT_GKMBM


__ADS_3

Akhirnya aku bisa sampai di kamar kosku ini lagi." ucapnya berjalan duduk di sofa yang ada di kamar kosnya itu. Tiba-tiba langkahnya terhenti dengan mata yang melotot melihat Aris yang keluar dari kamarnya memegang pisau dengan Raut wajah yang kesetanan menatap Irene dengan tajam.


"Apa yang kau lakukan di sini? teriaknya ketakutan melihat Aris berjalan mendekatinya.


"Kau sudah menghancurkan hidupku. Aku tidak akan membiarkanmu hidup. Kau harus mati di tanganku." Irene teriak.


Aris dengan tatapan yang marah melihat Irene membuat dirinya mengingat betapa mengerikannya hidupnya setelah perbuatan Cornelius yang membuat hidupnya seperti di neraka. Sama seperti hal yang dijanjikan Cornelius kepada Aris, ia akan menghukumnya dan membuat hidupnya seperti di neraka dan itu benar-benar dilakukan oleh Cornelius terhadap Aris yang tega ingin menghancurkan kehidupan gadis kecil kesayangannya.


Aris terpaksa kehilangan keperkasaannya dan pekerjaannya membuat dirinya seperti psikopat. Ia datang mencari Irene untuk membalas perbuatan Cornelius terhadapnya.


Alih-alih menyadari perbuatan, yang ia lakukan justru ia ingin membalaskan dendamnya.


Padahal ia mendapatkan itu semua karena perbuatannya sendiri. yang telah ingin melecehkan Irene malam itu. Untung saja Cornelius tepat waktu datang menyelamatkan Irene saat itu.


"Mati kau perempuan sialan! gara-gara kamu aku hidup seperti di bedakan. Kau pantas mati. Go to the hell!" teriak Aris berlari memegang pisau belati yang terlihat mengkilat dan jika terkena kekulit tubuh kita, maka dengan sekejap kulit kita akan terpotong oleh pisau belati yang begitu tampak berkilau di ujung mata pisau yang siap menusuk tubuh Irene


Ujung mata pisau belati milik Aris berada tepat berada di jenjang leher Irene yang siap saja menusuk leher. Irene yang melotot karena kaget. Untung saja Irene menahan tangan Aris dengan sekuat tenaga agar pisau itu tidak menusuk jenjang leher Irene.


Irene berusaha melepaskan diri dan menghempaskan tangan Aris dari tubuhnya. Kaki Irene langsung menginjak kaki Aris, lalu ia berlari keluar kamar kosnya.


Sementara tetangga kamar kosnya sudah tampak ketakutan melihat lelaki yang tampak seperti orang yang kesurupan mengajar Irene. Irene masuk kamar tetangga kosnya, lalu langsung menutup pintu kamar itu dengan tangan gemetar ketakutan.


Sementara pemilik kos, tidak ada di dalam pergi ke sebuah minimarket untuk membeli sesuatu. Irene yang sudah berada di dalam ketakutan pun langsung masuk begitu saja walaupun pemilik kos tidak ada di dalamnya.

__ADS_1


Aris bangkit meraih pisau belati yang terjatuh tidak jauh darinya. Ia berlari ke depan pintu kamar itu irene berteriak seperti orang kesetanan.


"Keluar kau wanita sialan!" kau tidak bisa lari dariku." teriaknya sambil menusuk-nusuk pintu kamar pintu tanpa henti.


Aris menghantamkan tubuhnya ke pintu mencoba mendobrak pintu itu. Irene yang ada di dalam kamar itu berjalan menjauh dengan tubuhnya gemetar ketakutan. Dia menggenggam kedua tangannya yang keringat dingin. Matanya melotot melihat pintu terus bergetar karena tubuh Aris yang tidak henti-hentinya mendobrak pintu kamar itu.


"Aku akan membunuhmu setiap hari seperti orang kesetanan yang dirasuki iblis pencabut nyawa kembali mendobrak pintu itu.


Mata Aris kini sudah dipenuhi dengan api kebencian dan dendam yang membara di dalam tubuhnya.


"Buka pintunya!" teriaknya


Mendengar itu Irene semakin ketakutan dan menjauh dari sana, berpikir bagaimana dia bisa lolos dari sana. Tanpa harus lewat pintu kamar itu.


Tolong berpikir yang jernih irene, jangan bodoh." ucapnya Sambil gemetaran ketakutan berputar di tempat mencari jalan keluar. Suara pintu yang dobrak begitu keras membuat jantung Irene semakin berdebar ketakutan


Irene langsung berlari membuka jendelanya. angin dari luar masuk menyambar kain gorden


Kaki kanan Irene yang mau naik ke jendela Tiba-tiba turun saat kedua matanya melihat ke bawah tangan dan kakinya langsung kembali bergetar tidak kuat melihat bangunan yang tampak tingginya bangunan pintu.


"Bagaimana ini?aku tidak bisa lewat jendela ini terlalu tinggi. Ucapnya tanya Irene dicampur dengan rasa takut


Tiba-tiba pintu kamar itu berhasil di dobrak Aris.

__ADS_1


Aris berdiri di depan pintu dengan raut wajah marah seperti orang kesetanan dirasuki iblis, memegang pisau belati yang terlihat sangat tajam di samping lehernya, mengarahkan pisau belati itu ke depan.


Senyum sumringah muncul di wajah Aris, yang marah tiba-tiba Aris tertawa seperti kerasukan setan pencabut nyawa.


"Kau tidak akan bisa pergi dariku." suara tawa aneh Aris membuat Irene merinding semakin ketakutan.


"Apa yang terjadi pada mu Aris? kenapa kau seperti orang kesetanan sekarang? ucapnya dengan wajah ketakutan dan bingung.


"Ini semua gara-gara kau hidupku hancur berantakan. Kau wanita sialan, harus mati kau sekarang.


"Mati kau!" teriaknya berlari dengan mata yang melotot wajah Irene menutup matanya. apakah ini akan menjadi akhir hidupnya yang menyedihkan dibunuh oleh mantan kekasihnya sendiri.


Dor...


Dor...


Tiba-tiba suara tembakan terdengar jelas di telinga membuka matanya kaget melihat Aris yang jatuh di depan kakinya. Matanya membesar melihat punggung Aris dipenuhi dengan darah segar yang keluar dari kedua bekas lubang peluru yang menembus dada Aris.


Irene mengangkat kepala melihat ke depan pintu kamarnya, ada seorang wanita mengenakan baju long dress berwarna merah maroon.


Irene refleks menutup mulutnya kaget melihat wanita yang berdiri menatapnya yang sama sekali Irene tidak mengenali wanita itu siapa. Tetapi siapapun itu Irene merasa bersyukur dan berterima kasih sudah membantu dirinya terlepas dari lelaki yang ingin menghabisi nyawanya. Wanita itu langsung berlalu pergi meninggalkan Irene begitu saja.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2