Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 18. GIGITAN SEMUT _ GKMBM


__ADS_3

Dokter Aliando merasa seperti menonton film romantis. Dimana seorang pria yang berjuang mendapatkan pujaan hatinya seperti film-film India. Yang memperjuangkan cinta pemeran utama lelaki dengan pemeran utama wanita.


"Aku sebaiknya pergi sekarang. Sebelum mereka semakin membuatku sakit mata." gumam dokter Aliando didalam hati. Dia berbalik pergi perlahan menutup pintu.


Dokter Aliando seorang dokter muda berusia 28 tahun yang sukses mendirikan beberapa rumah sakit di beberapa kota negaranya termasuk di Santa Monica, San Diego dan juga San Fransisco. Walaupun dia terbilang pria yang kaya raya, dan punya segudang prestasi yang ia raih sebagai seorang dokter muda dan bertalenta.


Ternyata dia masih menyandang status jomblo. Pria yang punya paras yang rupawan tubuh tinggi kulit putih, mata biru yang memukau rambut hitam,muda dan wajahnya terkesan tegas membuat pria tampan itu sulit mendapatkan seorang wanita.


Banyak wanita yang menyukai nya tapi tidak sedikit yang berani berbicara kepadanya karena wajahnya yang serius membuat para wanita itu tidak berani menyapanya. Tetapi dokter Aliando juga terkesan dingin kepada setiap wanita. Sama halnya seperti Cornelius yang susah sekali untuk jatuh cinta kepada wanita lain.


Dokter Aliando juga tidak kepikiran untuk memiliki wanita di usianya yang masih terbilang muda. Menurutnya dia masih ingin berkelana mencari apa yang dia inginkan dan ia ingin bebas tanpa kekangan dari sang kekasih


Dokter Aliando kembali ke ruang kerjanya. di tengah jalan di lorong Rumah Sakit seorang wanita berpenampilan acak acakan seperti preman pasar berlari terburu buru menabrak dokter Aliando


Brukk


"Maaf tuan!" ucapnya memalingkan wajah Aliando lalu kembali berlari.


wanita itu terlihat sangat buru-buru sampai tidak sadar menjatuhkan barang berharga miliknya.


Dokter Aliando membungkuk mengambil dompet kecil berwarna coklat."Nona sebentar! teriak dokter Aliando. Tetapi sayangnya Wanita itu sudah pergi menjauh, dia tidak mendengar Dokter Aliando memanggilnya.


"Ya ampun, wanita itu melupakan dompetnya." gumam dokter Aliando membolak-balik dompet itu melihatnya dengan teliti.


dokter Aliando mengejar wanita itu berniat mengembalikannya. Tapi dia tidak melihat bayangan wanita itu lagi ia kehilangan jejak.

__ADS_1


Dokter Aliando memasukkan dompet itu ke jas dokternya, lalu kembali ke ruangnya karena ada harus yang dia kerjakan.


Irene menurunkan tangannya sadar kenapa dia memeluk Cornelius


Irene perlahan mendorong Cornelis menjauh darinya


"Kau akan menepati janjimu kan? ucapnya melangkah mundur satu langkah mempertanyakan kebenaran dari janji Cornelius


"Aku akan menurutimu


Irene tersenyum lebar berjalan ke branker duduk di ujungnya. Akhirnya dia bebas lepas dari genggaman Cornelius


"Tapi kok aneh ya, Kok bisa dia semudah itu?" batin Irene. seolah dirinya tidak percaya kalau Cornelius akan menuruti keinginannya.


Cornelius pergi duduk di sofa. Tidak berselang lama, suster masuk membawakan obat dan perlengkapan untuk mengganti infus Irene.


"Selamat pagi Nona!" ucapnya berjalan masuk ke dalam


"Iya selamat pagi suster." sahut Irene sambil mengembangkan senyumnya senyum manis dari Irene yang mampu memporak-porandakan hati seorang Cornelius.


Suster itu pun meletakkan barang yang dia bawa di atas meja"Aku suster yang dikirimkan oleh dokter Aliando


"Nona baring dulu saya harus memasang infus Nona yang sudah terlepas.


Setelah dokter Aliando kembali ke ruangannya , Dia meminta salah satu suster untuk membawakan obat dan memasangkan infus baru untuk Irene.

__ADS_1


Irene berbaring dan suster bersiap menempuhnya saat suster mau menyuntikkan tangan Irene. Cornelius tiba-tiba menarik tangan Suster itu.


"Ada apa Tuan? Suster itu tampak kebingungan


"Suntiknya pelan-pelan jangan sampai menyakitinya." ucapnya dingin dengan tatapan tajam


Suster itu keringat dingin melihat tatapan Cornelius yang seperti ingin memakannya hidup-hidup.


"Tuan jarum suntik tidak akan menyakitinya. mungkin Nona akan merasa sedikit rasa sakit seperti digigit semut saja.Itu adalah hal wajar tuan.


Cornelius menatap wanita itu dengan Tatapan yang masih sama. "Seekor semut pun tidak akan kubiarkan menyakitinya aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri.


"Pastikan jarum Mu tidak menyakitinya. Kalau tidak nasib Mu akan sama seperti semut itu." ucapnya datar dengan aura kekejamannya terpancar dari wajahnya dan sorot mata yang menakutkan.


Irene yang melihat wajah Suster itu ketakutan langsung berteriak sambil melemparkan bantal."Hei... sebaiknya kau diam,


Brukk


Cornelius menangkap bantal yang dilempar Irene ke Dadanya


"Sebaiknya tunggu di luar saja kalau kau masih mengancamnya." pekiknya karena merasa kesal, karena Cornelius mengancam suster yang akan memasang infus kepadanya.


Bersambung....


hai semuanya emak Morata datang lagi membawa karya baru. yuk terus ikuti ceritanya. Jangan lupa like, coment, vote, dan hadiahnya "Trimakasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2