
"Akgh..
"Kalau kalian semua menjaga tempat ini dengan benar, orang itu tidak akan sampai menculik Irene!"ucapnya dengan nada suara yang marah.
semakin kuat menjadi leher anak buahnya, sampai wajahnya memerah dan pupil matanya naik ke atas yang mengakibatkan anaknya itu kehilangan kesadarannya.
Cornelius melepaskan cengkraman tangannya berbalik melihat anak buahnya yang lain, mereka semua terlihat tegang tak berani memandang mata Cornelius, membiarkan anak buahnya barusan jatuh terkapar di lantai.
Cornelius melayangkan tamparan keras ke wajah setiap anak buahnya.
"Kalian semua tolol!"teriaknya dengan emosi di depan wajah anak buahnya.
"Apa gunanya aku menyuruh kalian semua, hanya menjaga tempat sekecil ini saja tidak bisa!"lagi-lagi dia teriak penuh emosi dengan matanya melotot.
Cornelius mengambil pistol dari salah satu anak buahnya dengan paksa.
dia berdiri dengan Tatapan yang tajam menodongkan pistolnya tepat di dahi anak buahnya yang berdiri di hadapannya.
"Tidak berguna!
"Dor....
satu tembakan yang dilepaskannya menembus kepala anak buahnya. Anak buahnya tumbang, dengan mata yang melotot ke atas dan di tengah dahinya ada bekas lubang peluru.
Walaupun dia sudah membunuh satu orang anak buah Cornelis masih tampak terlihat sangat marah dengan perasaan marah yang menggebu-gebu.
Dia kembali melayangkan tembakan.
Dor....
Dor.....
Dor....
Anak buah Cornelius yang berada di sana semua ketakutan tidak berani menatap Cornelius. sedangkan anak buah yang berada di luar, tak berani juga muncul di hadapan Cornelius yang dalam kondisi emosi seperti orang kesetanan.
__ADS_1
Cornelius mengamuk seperti orang gila. dia berteriak-teriak memanggil nama Irene.
Sementara di tempat lain, helikopter yang membawa anak buah Tuan Jason dan juga Irene terbang memasuki wilayah hutan. lebih tepatnya lahan milik Tuan Thomson tempat dirinya mengadakan transaksi narkoba, senjata api dan juga bahan peledak lainnya.
Dari atas anak buah Tuan Jason bisa melihat pemandangan hutan hijau yang luas, pepohonan yang memiliki daun yang rindang. Anak buah Tuan Jason yang berdiri di depan pintu menara senyuman merasakan sentuhan angin yang menerpa tubuhnya.
Dia sesekali menoleh ke belakang melihat Irene yang masih dalam kondisi pingsan duduk bersandar ke samping badan helikopter. Di bagian depan anak buah Tuan Jason yang lain juga duduk mengemudikan helikopter itu.
"Sebentar lagi kita akan sampai."kita akan mendapatkan hadiah yang sangat besar dengan berhasil membawa Irene ke sini. Tuan Thomson dan Tuan Jason akan menghadiahkan apapun yang kita inginkan.
Di atas udara mereka bisa melihat sebuah lingkaran tak ada pohon sama sekali yang ada di dalamnya adalah sebuah bangunan luas yang tampak hanya itu saja bangunan yang ada di tengah-tengah hutan.
Helikopter yang mereka tumpangi perlahan Turun ke bawah sampai mendarat di bagian depan, jauh dari pintu depan gedung yang terbuka.
Saat helikopter itu mendarat ke tanah, 2 pria berjas keluar dari dalam gedung berjalan berdampingan dengan tatapan mata yang tajam lurus ke depan.
terlihat Tuan Thomson dan juga tuan jason berdiri tak jauh menunggu anak buah Tuan Jason membawa umpan mereka.
Angin yang dibuat oleh baling-baling helikopter membuat pakaian mereka dan rambutnya berterbangan.
Tuan Thomson menjatuhkan rokoknya ke tanah dan kaki kirinya menginjak rokok, menggosoknya sampai tertimbun dengan tanah.
Dia keluar sambil menggendong Ireng dalam pelukannya yang masih dalam kondisi pingsan.
Anak buah Tuan Jason berjalan dengan pakaian yang berterbangan. Karena angin dari baling-baling helikopter menghampiri Tuan Jason dan Tuan Thomson, yang sudah menunggu kedatangan mereka membawa umpan yang akan memancing Cornelius datang ke tempat itu.
Anak buah Tuan Jason, berhenti tepat di depan mereka dengan senyuman yang penuh rasa bangga. Karena ia berhasil melaksanakan tugasnya, dan ia akan mendapat imbalan sesuai dengan yang dijanjikan oleh Tuan Thomson kepada mereka.
Dengan senyuman tipis, Tuan Jason menggendong Irene dalam pelukannya sambil berkata. "Semua sudah siap, tinggal tunggu mereka datang ke sini."ucap Tuan Jason kepada tuan Thomson dan juga para anak buahnya agar segera mempersiapkan diri mengatur rencana yang sudah mereka rencanakan matang-matang.
Mereka mengetahui sebagaimana besar kemampuan Cornelius dalam menghadapi peperangan. Karena Tuan Thomson dan Tuan Jason sudah mengetahui bagaimana strategi Cornelius dalam menghadapi musuh-musuh tidak bisa mereka tebak sama sekali.
Kita harus mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi dilakukan oleh Cornelius. Tim Mereka pun diperbanyak. Anak buah mereka yang berada di berbagai negara, mereka minta untuk segera bersiap datang menghadapi Cornelius.
"Aku sudah mengatakan kepadamu. rencanaku pasti akan berhasil. Anak buahku paling bisa diandalkan untuk memuluskan rencana kita. Kau tidak perlu khawatir akan hal itu."ucap Tuan Jason kepada Tuan Thomson.
__ADS_1
"Ya, harus aku akui, kemampuan anak buahmu, dalam memuluskan rencana ini memang sangat luar biasa."Tahu begitu, Aku tidak akan meminta bantuan lebih awal dari Cornelius. Agar dia tidak mengetahui orang yang aku incar, merupakan ayah kandung dari kekasihnya." ucap Tuan Thomson mengakui kemampuan anak buah Tuan Jason.
Tuan Jason memeluk anak buah yang paling ia percaya. "Kau memang satu-satunya anak buahku yang dapat diandalkan. Aku bangga kepadamu."ucapkan memuji kemampuan anak buahnya.
Sementara di tempat lain, tepatnya di rumah sakit milik dokter Aliando. Dokter Aliando tampak gelisah. Seperti ada sesuatu yang terjadi tapi dia tidak mengetahui apa itu. Tiba-tiba saja seorang wanita berparas cantik datang menghampirinya.
"Tuan dokter Aliando yang terhormat."sapa Camelia yang berpenampilan agak berbeda kali ini. Kali ini ia tampak terlihat cantik dan anggun. Membuat setiap kaum Adam yang melihatnya pasti akan terpesona.
Karena biasanya Camelia berpenampilan layaknya seorang laki-laki. Menggunakan kaos oblong, dipadukan dengan celana jeans yang sobek-sobek. Dan juga memakai topi,jalan seperti jantan membuat orang melihatnya merasa risih.
Tapi untuk kali ini, Camelia menggunakan pakaian yang terlihat lebih feminin. Dan juga mengoles wajahnya, dengan bedak dan make up tipis. Beserta dengan lipstik tipis, membuat aura kecantikannya semakin terpancar.
Dokter Aliando menatap Camelia dengan tatapan seksama. Ia merasa penampilan Camelia kali ini sangat berbeda. "Aku tidak salah lihat?
"Memangnya kenapa?
"Aku jelek ya, memakai pakaian seperti ini?
"Bukan begitu, Tapi sepertinya asing bagiku"
"Sudah, jawab saja dengan jujur tidak perlu seperti itu. Kalau memang jelek, katakan saja jelek. Tidak perlu seperti itu.
"Bukan, Justru kau terlihat sangat cantik hari ini." Puji dokter Aliando membuat Camelia tersenyum.
"Oh iya dokter Aliando masih tugas?
"Kebetulan aku baru siap operasi, jadi aku ingin istirahat dulu. Dari semalam aku belum ada istirahat karena banyak pasien yang harus aku tangani." ucap dokter Aliando membuat Camelia langsung terdiam.
Padahal kamu lihat sudah berniat untuk mengajak dokter Aliando ngopi bareng di cafe seberang. Tapi tampaknya dari raut wajah dokter Aliando memang ia terlihat lelah dan kurang istirahat."
"Ya sudah dokter istirahat saja. Tidak apa-apa kan aku ikut juga masuk ke dalam." ucapkan Camelia membuat dokter Aliando mengerutkan keningnya.
"Terserah kamu saja deh, kalau kau tidak bosan." dokter Aliando sambil langsung masuk ke ruang kerjanya.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓