Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 30.DOKTER IDOLA _GKMBM


__ADS_3

D tempat lain di kediaman Tuan Jason tampak Camelia yang bersama Tuan Jason duduk di ruang tamu bersama beberapa anak buahnya yang berdiri di samping mereka.


"Kami sudah menanyakan ke semua para anak jalanan dan preman pasar tapi mereka tidak pernah mencopet dompet yang kamu tunjukkan itu."ucap Tuan Jason kepada Camelia karena anak buahnya sudah melaporkan kepada tuan Jason kalau mereka tidak menemukan dompet milik Camelia.


Anak buah Tuan Jason sudah mencari dompet milik Camelia kemana-mana dan itu tidak berhasil.


"Jadi kemana sebenarnya dompetku ya Kak? ucapnya sambil mengingat-ingat kira-kira di mana ia menjatuhkan dompetnya.


"Kalian pergi cari lagi? aku tidak mau tahu kalian semua harus menemukan dompet itu." ucap Camelia kepada anak buah kakaknya.


"Tetapi dimana Kita mau mencari dompet itu lagi tanya salah satu anak buah Tuan Jason membuat Tuan Jason sedikit emosi.


"Cari sampai dapat, aku tidak mau tahu bagaimana caranya kalian mencarinya dan di mana kalian mencarinya." ucapnya kepada para anak buahnya yang berjajar berdiri di sana.


Tiba-tiba Camelia bangkit berdiri dari tempat duduknya, karena ia teringat dengan kejadian dimana Camelia tidak sengaja menabrak seseorang di rumah sakit. Saat dirinya buru-buru untuk pergi meninggalkan rumah sakit.


"Sepertinya dompetku terjatuh saat aku menabrak seseorang di rumah sakit." batin Camelia


"Ada apa Camelia? tanya Tuan Jason karena dirinya melihat wajah Camelia terasa asing.


"Kak sepertinya aku tahu dompetku jatuh dimana.


"Dimana?


"Di rumah sakit saat Camelia membawa anak kecil yang jatuh pingsan di jalanan. Setelah anak kecil itu sudah membaik. Ia pun kembali bersama kedua orang tuanya.


Sementara Camelia yang mendapat sambungan telepon seluler dari teman Camelia membuat Camelia berjalan terburu-buru dan menabrak seseorang yang ada di rumah sakit.

__ADS_1


"Camelia harus pergi sekarang juga.


Camelia langsung berbalik. Dan berlari keluar


Jason keluar mengejar adiknya. Tapi sayangnya adiknya sudah lebih dulu pergi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Astaga, anak itu pergi sendiri pula." gerutu


Jason tidak pernah membiarkan adik perempuannya pergi tanpa adanya yang mengantar atau pengawalnya. Karena ia takut ada orang yang berusaha menyakitinya karena musuh-musuhnya banyak bertaburan di luar sana.


Sesampai di parkiran Rumah Sakit, Camelia turun dari mobilnya buru-buru masuk ke dalam. Mencari seseorang yang ia tabrak matanya mengelilingi mencari puluhan orang yang lalu lalang di rumah sakit. Tetapi Camelia sama sekali tidak menemukan orang yang ia tabrak sebelumnya.


Camelia terus berjalan mencari Dimana pria itu berada. Semoga aku bisa bertemu dengannya dan pria itu pasti menyimpan dompet itu." gumam Camelia di dalam hati.


Camelia terus berjalan menelusuri rumah sakit di lantai dimana Dirinya bertabrakan dengan seseorang. Berharap ia dapat bertemu dengan lelaki yang ia tabrak sebelumnya.


Camelia yang merasa putus asa berjalan dengan lesu. Melewati lorong lorong rumah sakit. dia juga melewati lorong operasi di mana lampu operasi Baru saja mati dari ruang operasi keluar seorang dokter memakai baju operasi yang lengkap dengan masker.


Camelia melewati dokter itu tanpa melihatnya. Tiba-tiba dokter itu menarik tangan Camelia membuat tangan Camelia sontak beraksi menentang dokter Itu dalam pelukannya dan satu tangan kiri Camelia melingkar di leher dokter itu.


"Siapa kau? ucapnya terkesan galak


beberapa suster dan dokter keluar dari ruang operasi, langkah mereka terhenti saat melihat rekan mereka dalam cengkraman seorang wanita yang memegang pisau mengarah ke leher rekannya.


Suster yang berdiri disana histeris melihat dokter itu dalam bahaya.


"dokter Aliando....!" teriak para suster bersamaan

__ADS_1


"lepaskan dokter Aliando!" teriak para suster histeris. Para suster itu meminta tolong kepada camelia agar melepaskan dokter Aliando.


"Lepaskan dokter Aliando!" mohon para suster itu kepada wanita yang mengarahkan pisau ke leher dokter Aliando.


Melihat tatapan mata Camelia yang begitu tajam membuatnya sedikit ketakutan. Salah satu suster perlahan maju dengan kedua tangan yang lurus ke depan. Meminta Camelia untuk menurunkan pisau kecil itu dari leher dokter Aliando.


"Mbak tolong turunkan pisau itu biarkan dokter handal itu tetap hidup mohon Suster . Camelia menarik tubuh dokter Aliando mundur selangkah demi selangkah tiba-tiba.


1 jarum suntik kecil tertancap di paha Kamelia langsung membuat ke mulia melepaskan tangannya dari leher Aliando.


Jarum suntik itu tertancapkan oleh dokter Aliando, saat Suster itu sedang berbicara dengan Camelia


Cairan apa yang kau suntikan padaku?


Camelia terlihat seperti orang lemas tak bertenaga penglihatannya mulai buram. dokter Aliando melepaskan maskernya.


"Kau....! Camelia melangkah sempoyongan dan akhirnya Camelia kehilangan kesadarannya dan terjatuh dipelukan dokter Aliando. Para suster yang mengidolakan menggigit jari sambil menghentakkan kaki mereka tidak terima ada wanita yang bisa memeluk dokter Aliando.


berani sekali wanita itu memeluk dokter Aliando,"ucap para suster dengan Raut wajah yang menatap Camelia dengan tatapan tajam.


karena para suster yang bertugas di sana belum mengetahui siapa sosok Camelia yang sebenarnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


__ADS_2