Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 138. KAKEK TUA_ GKMBM


__ADS_3

Sementara di tempat lain, tepatnya di kawasan hutan yang letaknya di ujung kota Santa Barbara. Tuan Thomson dan Tuan Jason tampak berdiri menatap Irene yang digantung dengan kedua kaki yang diikat. kepalanya tertunduk ke bawah. Anak buah Tuan Jason yang berdiri di samping mereka berdua juga menunjukkan raut wajah serius.


Tuan Jason menepuk pundak anak buahnya, memuji keberhasilan tangan kanannya itu. "Luar biasa, tidak percuma Aku menjadikanmu sebagai tangan kananku."


"Terima kasih Tuan."ucap tangan kanan Tuan Jason sambil mengulas senyuman kecil di wajahnya.


"Aku tidak menyangka rencanamu ternyata bisa menembus keamanan anak buah Cornelius."ucap Tuan Thomson memuji keahlian yang dimiliki oleh anak buah Tuan Jason


Sebelumnya anak buah Tuan Thomson masuk ke dalam rumah kost yang ditempati oleh Irene. Jauh dari rumah kost itu, seseorang wanita muda tengah berjalan masuk ke dalam gang, di antara dua bangunan menghampiri seorang pria yang berdiri di samping tong sampah.


Pria itu tampak menggunakan topi yang diturunkan sampai menutupi wajah bagian atasnya, dengan tubuhnya menyandarkan tembok sambil menghisap satu batang rokok. Saat wanita itu mendekat, pria itu mematikan rokoknya dengan menggunakan ujung jari telunjuk dan ibu jarinya, lalu membuang puntung rokoknya ke tempat sampah.


Dia mengangkat topinya memperlihatkan wajahnya pria itu yang ternyata adalah anak buah Tuan Jason dan wanita yang tadi mendatanginya merupakan salah satu penghuni yang sama-sama tinggal di rumah kost tempat Irene.


"Aku cuman butuh kau menggandengku masuk ke dalam rumah kost itu, Setelah aku berhasil masuk, uang yang aku janjikan akan langsung masuk ke dalam rekening."


"Tapi bagaimana aku bisa membawamu Tuan? bukannya mereka mengenal wajahmu?


"Itu bukan urusanmu. Kau hanya perlu mengatakan kalau aku adalah kakekmu.


"Kakek, mana bisa wajahmu masih muda. bagaimana bisa aku bilang kau kakekku."


"Tidak perlu banyak bertanya. Jam 12.30 siang, kita bertemu kembali di cafe yang letaknya tidak jauh dari sini." ucap tangan kanan Tuan Jason sambil berjalan pergi meninggalkan wanita itu.


Tepat jam 12.30 siang. Wanita itu tampak berdiri di samping jalan, sesuai dengan permintaan tangan kanan Tuan Jason melalui pesan Whatsapp sebelumnya. Dia meminta untuk menunggu di pinggir jalan.


Tiba-tiba sebuah mobil berwarna metalik berhenti tetap di depannya. Seorang kakek tua berambut putih, menggunakan tongkat, keluar dan mobil yang ditumpangi kakek tua itu pergi.


Wanita itu tampak terlihat cuek, saat kakek tua itu berdiri di sampingnya. Tapi saat kakek tua itu mengeluarkan suaranya, wanita itu seketika menoleh dengan ekspresi kaget.


"Pesan taksi sekarang."


"Wanita itu melongok.


"Kau?

__ADS_1


"Ya, pesan taksi sekarang."


Wanita itu melihat pria itu dari rambut putih sampai ke ujung kaki.


"Bagaimana kulitnya wajahnya bisa berubah seperti itu."batinnya.


Bagaimana wanita itu tidak kaget, perubahan tangan kanan Tuan Jason total seperti kakek dari pandangan matamu.


"Jangan menatapku, pesan taksi sekarang."


"Baik Tuan."


Wanita itu buru-buru mengeluarkan ponselnya pada memesan taksi online. Tiba saatnya taksi yang yang dipesan telah datang. mereka berdua naik dan duduk di kursi belakang.


Hampir sepuluh menit di perjalanan, taksi yang ditumpangi mereka telah sampai di depan rumah kost, dimana banyak sekali anak buah Cornelius berkeliling bagaikan seorang security.


Wanita itu turun dari taksi. Dan tangan kanan Tuan Jason yang menyamar sebagai kakek tua, ikut turun lewat pintu yang berbeda.


wanita itu menunggu pria itu mereka berjalan bersamaan melewati para anak buah Cornelius. Anak buah Cornelius memperhatikan setiap orang yang datang. Mata Mereka tampak tajam melihat siapa yang keluar dan masuk.


"Tunggu sebentar! bukannya kau tadi keluar seorang diri, siapa pria ini? saat wanita itu mau bicara, Tiba-tiba anak buah Tuan Jason berbicara.


"Aku kakeknya." ucap anak buah Tuan Jason sambil memukul kaki anak buah Cornelius.


"Aku datang mengunjungi cucuku. Memangnya kalian ini siapa?"ucapnya lagi memukul kaki anak buah Cornelius dengan tongkatnya.


"Yang sopan dengan orang tua!"sambungnya


wanita itu melongok mendengar suara anak buah Tuan Jason yang muda, juga ikut berubah berbeda dengan suara aslinya.


"Cukup kakek, mereka semua hanya orang-orang yang menjaga tempat ini." ucap wanita itu menghentikan anak buah Tuan jason untuk memukul kaki anak buah Tuan Cornelius.


"Anak muda sekarang tidak punya sopan santun ke orang tua."ucapnya dengan suara yang mirip sekali dengan suara kakek tua yang sedang menasehati anak muda.


"Tolong Biarkan kami masuk, kakekku jauh-jauh datang ke sini."

__ADS_1


"Minggir kalian."ucap Anak buah Tuan Jason yang menyamar sebagai kakek tua. Memukul anak buah Tuan Cornelius dengan tongkat kayunya.


"Biarkan saja dia lewat." ucap salah satu anak buah Cornelius.


"Minggir kalian." ucapnya memukul-mukul sampai kedua anak buah Cornelis, memisahkan diri dan membuka jalan untuk mereka lewat.


Anak buah Tuan Jason dengan wajahnya mirip seperti kakek tua, Yang sedang marah perlahan jalan masuk ke dalam dengan si wanita itu.


Saat anak buah Tuan Jason melewati anak buah Tuan Cornelius, senyum sumringah muncul di ujung bibirnya. Mereka berdua masuk dengan mudah melewati anak buah Tuan Cornelius. Anak buah Tuan Jason dan wanita muda itu masuk ke dalam lift.


Saat di dalam lift, anak buah Tuan Jason berbicara seperti biasa. "Tugasmu sudah selesai, kau bisa pergi dan uangmu Sudah aku transfer."


Tiba-tiba suara ponselnya berbunyi wanita itu mendapatkan SMS banking di mana rekeningnya baru saja menerima uang sebesar 500 jt


Wanita dengan mengembangkan senyum di wajahnya, saat melihat uang itu masuk. "Senang bisa bekerja sama denganmu. jika kau perlu bantuanku lagi, aku pasti akan bersedia membantumu. Asal Bejadnya juga okey.


Saat lift masuk ke lantai dimana kamar Irene berada, mereka seperti bersikap biasa pura-pura tidak tahu. Mereka keluar dengan mengambil jalur yang berbeda. Anak buah Tuan Jason memilih meninggalkan wanita itu begitu saja.


Dari kejauhan anak buah Tuan Jason berjalan seperti selayaknya kakek-kakek yang mau menghampiri anak buah Cornelius di sekitar sana.


Disaat mau sampai ke sana, anak buah Tuan Jason masuk ke arah dapur. Dia sengaja masuk ke arah dapur, karena melihat Timothy yang baru saja keluar bersama anak buah lainnya dari arah kamar Irene.


Timothy dan anak buahnya melewati dapur, itu tanpa curiga sama sekali dengan sosok kakek yang baru saja masuk ke dalam. Karena biasanya penghuni lantai itu, biasa masuk ke dapur untuk menggunakan dapur itu jika mereka memerlukannya.


Saat Timothy sudah masuk ke dalam lift, anak buah Tuan Jason yang ada di di dapur, membuka setengah jasnya. Dimana ternyata ada bom asap yang akan digunakan. Dia mengeluarkan satu bom asapnya, lalu berjalan kembali meninggalkan dapur itu. sambil memegangnya sampai dia berhenti di mana Dia melihat anak buah Cornelius.


Di saat itu, juga anak buah Cornelis melihat sosok bayangan anak buah Jason.


"Siapa itu?" ucap anak buah Cornelius.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Antara kutub Utara dan Selatan.(YOU & ME)


__ADS_2