
Saat ini Camelia ingin sekali memastikan apa yang ia dengar salah atau benar. Yang pasti ia sangat bahagia, walaupun Camelia masih ragu-ragu apa yang didengar benar atau tidak.
"Mengapa menatapku seperti itu? Tanya Dokter Aliando melihat Camelia menatap Bernando dengan tatapan penuh tanya. Camelia tidak menjawab ia hanya menggelengkan kepalanya.
"Tolong cerita kepadaku, apa yang terjadi sehingga kamu menangis seperti ini, dan mengatakan kalau kakakmu sudah tiada? "Tanya Dokter Aliando yang belum mengetahui hal yang sebenarnya terjadi. Ia mengetahui kalau Cornelius memang terlibat peperangan dengan musuh nya yang menculik Irene beberapa minggu yang lalu.
Tetapi dokter Aliando sama sekali tidak mengetahui kalau pertempuran yang terjadi, antara Cornelius dengan musuhnya ternyata kakak kandung dari Camelia. Wanita yang ada di hadapannya saat ini.
Air mata Camelia kembali menetes di wajah cantiknya. Membuat dokter Aliando merasa bersalah. Ia pun menghapus air mata Camelia. Apakah aku menyakiti hatimu? dan apakah aku mengingatkanmu akan luka yang kau alami?" Tanya Dokter Aliando.
"Tidak, tapi takdir yang membuatku seperti ini. Kakakku memiliki bisnis ilegal, dan memiliki musuh di mana-mana. Harta kekayaan milik kakakku, dia gapai dari hasil tindakan ilegal yang ia lakukan. Ia melakukan berbagai macam cara, termasuk tindakan kriminal asalkan dirinya menggapai apa yang dia inginkan.
"Harus aku akui, kakakku sangat menyayangiku. Karena semenjak kecil hanya kakakku yang menggapai tanganku hingga menuntunku dapat berjalan. Tapi sayangnya kakakku memiliki sifat yang berbeda jauh terhadapku dan terhadap orang lain.
Aku tidak menyangka Cornelius Kakak sepupumu, adalah musuh bebuyutan kakakku. Dan pertempuran yang terjadi beberapa bulan yang lalu, mengakibatkan kakakku tewas di tempat. Dan juga Tuan Thomson selaku rekan bisnis kakakku, ingin membunuh Cornelius. Karena menurut mereka Cornelius ancaman bagi mereka. untuk menggapai apa yang mereka inginkan.
__ADS_1
Padahal Cornelius sudah pernah menyelamatkanku dari musuh-musuh kakakku, yang ingin membunuhku Beberapa bulan yang lalu. Tetapi itu tidak menjadi poin bagi kakakku, untuk tetap membunuh Cornelius. Hingga dirinya merencanakan penculikan terhadap Irene wanita yang sangat dicintai oleh Cornelius.
Kini aku ingin hidup normal. Sama seperti masyarakat lainnya, tanpa dibayang-bayangi oleh musuh-musuh kakakku. Yang ingin menghabisi nyawaku. Sehingga aku membiarkan seluruh harta kekayaan kakakku yang secara paksa dan secara ilegal ia gapai, aku biarkan mereka ambil. Tetapi jika harta kekayaan dari hasil keringat dari kedua orang tuaku, aku pasti akan mempertahankan sampai titik darah penghabisan.
"Aku menyayangi kakakku. Begitu juga dengan kakakku. Tapi salahnya kakakku melakukan tindakan kriminal, dan tindakan bisnis ilegal membuat kami harus terpisah saat ini." ucap Camelia sambil menangis sesungguhkan di hadapan dokter Aliando.
Dokter Aliando kembali meraih tubuh Camelia, berusaha memberikan kekuatan dan pandangan hidup, agar Camelia dapat tabah menjalani hari-harinya, walaupun tanpa Tuan Jason.
"Kamu harus sabar. Semua ini pasti ada hikmahnya. Aku yakin dan percaya kalau kamu itu adalah wanita yang kuat."ucap dokter Aliando sambil mengecup pucuk kepala Camelia.
"Heh.... Tuan Dokter ,tadi bilangnya sudah ada calon pendamping hidupmu. Siapa wanita yang beruntung yang mendapatkan hatimu?" tanya Camelia kepada dokter Aliando. Dokter Aliando lagi-lagi tertawa cengengesan menatap wanita yang ada di hadapannya. Seolah masih penasaran, siapa sosok wanita yang berhasil merebut hatinya.
"Kamu masih belum paham?
Camelia menggelengkan kepalanya, membuat dokter Aliando kembali tertawa.
__ADS_1
"Kok malah tertawa sih? ditanya malah tertawa. gerutu Camelia yang tak kunjung mendapat jawaban dari Dokter Aliando.
"Jangan cemberut seperti itu. Nanti kecantikanmu semakin berkurang. Lebih baik kau tersenyum dan jangan menangis. Aku tidak ingin air matamu menetes di wajah cantikmu ini." ucap dokter Aliando sambil langsung memberanikan diri mengecup bibir manis Camelia. Lalu perlahan kecupan itu semakin mendalam, hingga dokter Aliando memberikan kecupan yang begitu membuat tubuh Camelia merasakan getaran yang cukup hebat di tubuhnya.
Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga keduanya. Membuat dokter Aliando langsung melepaskan kecupannya. Salah satu suster masuk dengan membawakan map yang ada di tangannya.
"Katakan ada apa kamu datang ke ruangan saya?tanya dokter Aliando yang merasa terganggu oleh suster yang datang menghampirinya. Tampak Suster itu tidak langsung menjawab. Justru menatap Camelia dengan tatapan tajam. Seolah-olah ia ingin menjambak-jambak rambut indah Camelia. karena Camelia Sudah berani datang ke ruang kerja dokter Aliando.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya emak
__ADS_1