Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 28. PERDEBATAN _GKMBM


__ADS_3

Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Hingga sinar mentari masuk melalui celah-celah gorden ke kamar gadis cantik dan rupawan itu. Hal itu membuat tidur gadis cantik itu menjadi terganggu. Tubuhnya berbalik ke sebelah menghindar dari sinar mentari yang menyinari tubuhnya.


Tanpa ia sadari, tangannya menyentuh sebuah dada bidang seseorang yang tertidur pulas di sebelahnya. Irene merasa ada yang aneh perlahan meraba merasakan bentuknya.


Sentuhan tangan Irene membuat pria yang ada bersamanya di tempat tidur terbangun. pria itu memegang tangan Irene. menghentikan gerakan tangannya sebelum ada sesuatu yang berdiri. "Kau ingin membangunkan adik kecilku?."bisiknya tepat di telinga Irene.


Suara itu langsung membuat netra Irene terbelalak dengan raut wajah kaget. Irene perlahan menoleh melihat ke sebelah. "Aaaaahk.... ! teriak Irene langsung mengambil posisi duduk. duduk di tempat tidur sambil menarik seluruh selimut menutupi dirinya.


"Kau! teriak Irene melotot melihat Cornelius yang berbaring di sampingnya. Dengan bertelanjang dada membuat Irene sedikit salah fokus.


Sebelumnya malam itu sosok yang berdiri tepat di depan Irene, bukan lain adalah Cornelius. Setelah bertemu dengan orang penting seharian, Cornelis pun kembali ke kamar kos milik Irene. Bukan malah balik ke rumah utama miliknya.


Cornelius berjongkok memandangi wajah cantik Irene, seperti bintang-bintang di langit yang sedang memancarkan cahayanya. Ia tersenyum mengelus wajah iren yang mulus dan membuat dirinya terpesona.


"Kenapa dia tidur di sini? batin Cornelius.


Cornelius melepaskan jas yang ia gunakan sebelumnya menutupi tubuh Irene karena Irene terlihat kedinginan lalu mengangkat yang masuk ke dalam kamar.


Cornelius memberikan Irene dengan hati-hati ke tempat tidur dia tidak mau sampai membuat gadis kecil miliknya terbangun. Ia menarik selimut tebal menutup tubuh mungil Irene agar Irene tidak merasa kedinginan dan tidurnya terasa nyaman.


Cornelius duduk di tepi ranjang, melepaskan sepatunya dan kemeja yang ia gunakan sebelumnya. Cornelius biasa tidur dengan kondisi bertelanjang dada dan hanya menggunakan boxer saja. Itu sudah ciri khas Cornelius semenjak dirinya masih kecil dan hidup bersama kedua orang tuanya.


Cornelius meletakkan bajunya di samping meja tempat tidur dan sepatunya. lalu memberikan tubuhnya tepat di samping Irene. entah karena faktor kelelahan Cornelius pun memejamkan matanya hingga ia mengikuti Irene tertidur pulas mengarungi alam mimpinya.


Irene yang tertidur di teras kamar kosnya tidak terpikir kalau akan ada seorang pria yang ingin berniat jahat kepadanya. Cornelius hanya tersenyum melihat Irene yang kebingungan melihatnya.


"Kau masih berani tersenyum seperti itu padaku!"kau tidak berbuat sesuatu yang tidak tidak kan?"


Perlahan Irene membuka selimutnya yang menutupi seluruh tubuhnya. Melihat tubuhnya ternyata masih memakai pakaian yang sama seperti sebelum dirinya tertidur di teras, membuat perasaan Irene sedikit lega.

__ADS_1


Melihat wajah Irene terkejut Cornelis perlahan mendekatinya ingin menggodanya.


senyuman di bibir Cornelius membuat Ireme ketakutan tidak tahu arti dibalik senyuman itu.


"Jangan mendekat!" teriak Irene sambil mengangkat jari telunjuknya menunjukkan ke arah Cornelius.


Cornelius semakin mendekati Irene Yang takut langsung mengangkat kakinya mau menendang Cornelius.


"Aku bilang Jangan mendekat" teriaknya ketakutan menendang wajah tampan Cornelius.


Cornelius seketika langsung memegang hidungnya. Darah tiba-tiba mengalir dari dari sudut bibi Cornelius. Tendangan kaki Irenw begitu kuat mampu membuat sudut bibir Cornelius sampai berdarah. Jika salah satu anak buah Cornelius mengetahui itu, maka anak buah Cornelis tidak akan tinggal diam bahkan langsung menghabisi Irene dalam waktu yang singkat.


Cornelius dengan santai mengusap darah yang menetes keluar. Irene panik melihat Cornelis yang berdarah, Ia langsung turun dari ranjang berlari keluar dari kamarku kosnya.


Beberapa detik kemudian Irene kembali masuk ke dalam kamar kosnya, membawa handuk kecil Irene ke tempat tidur, dengan raut wajah panik duduk di depan Cornelius. Sambil menahan darah yang terus keluar dengan handuk yang dia pegang


"Aku tidak sengaja maafkan aku, karena aku sangat ketakutan melihat keberadaanmu di sini tiba-tiba. Aku tidak terbiasa tidur bersama seorang pria, apalagi pria yang baru aku kenal. Maaf sekali lagi aku mau minta maaf kepadamu. Tidak ada niatan membuat kamu terluka." mohon Irene kepada Cornelius berharap Cornelis memaafkannya.


'jangan senyum-senyum seperti itu hidungmu lagi berdarah."ucapin dengan kesal karena melihat Cornelius tersenyum sumbernya mendapat perhatian lebih dari Irene.


"tidak apa-apa hidungku berdarah asalkan kau setiap hari berlaku lembut seperti ini padaku. aku rela hidungku berdarah setiap hari."ucap Cornelius dengan lembut menatap kedua bola mata Ireng yang khawatir


Irene menarik tangan Cornelis membiarkannya memegang handuk kecil itu sendiri. "Jangan pikir aku bersikap manis karena khawatir kepadamu. Aku hanya takut kau akan menjadikan Ini masalah baru untukku


Walaupun kau mati di hadapanku Aku juga tidak akan peduli." tegasnya sambil Turun Dari ranjang dengan raut wajah yang marah karena Cornelius seringkali menggodanya


"Tetapi Mengapa dari raut wajahmu tidak sama apa yang kamu ucapkan dari?'ucap Cornelius kepada Irene membuat Irene semakin kesal.


"Jangan berharap aku akan peduli ucapnya berbalik pergi meninggalkan kamar kosnya menuju teras.

__ADS_1


"Kapan Tuan Cornelis masuk ke dalam kamar kosku? dan mengapa Tuan Cornelius bisa masuk? gumam Irene dalam hati karena dirinya lupa kalau dia tertidur di teras kamar kosnya. Tiba-tiba Cornelis muncul dengan kondisi masih tidak memakai baju.


"Kau masih seperti itu?"


"Pakai bajumu dan pergi dari sini."teriak Irene meminta kepada Cornelius agar segera meninggalkan kamar kosnya.


"Kenapa aku harus pergi, wanitaku ada di sini berarti aku juga akan tinggal di sini."


"Kau sudah gila di mana isi kepalamu kau simpan? Ini kamar kosku Dan satu hal lagi aku bukan wanitamu. camkan itu baik-baik di kepalamu teriaknya marah mengangkat jari telunjuknya


Cornelius lagi-lagi membalas perkataan Irene dengan senyuman senyum manis tetapi dapat menggoda setiap kaum wanita."Sepertinya Aku tidak waras karena bisa tergila-gila kepadamu yang jelas-jelas kau membenciku.


"Jangan menggodaku aku tidak akan tergoda rayuan gombal mu itu. Karena setiap laki-laki bersifat sama. di hadapan kita mengatakan kalau dirinya cinta kepada kita. Di belakang kita iya juga mengucapkan yang kata yang sama kepada wanita lain. sadis bukan? jadi jangan pernah menggodaku.


Sebaiknya kau pergi dari sini sebelum aku memanggil polisi, untuk menangkapmu. Karena sudah masuk ke kamar kos orang sembarangan dan kau sudah melakukan perbuatan tidak menyenangkan pada aku." ucap irene dengan nada emosi.


Cornelius tertawa ngakak mendengar Irene ingin melaporkannya ke polisi.


"kau yakin ingin melaporkanku?


'iya aku akan melaporkanmu.


"tetapi aku tidak yakin kalau polisi akan menangkapku.


"Kenapa tidak? tanyain sedikit bingung dengan kepercayaan diri Cornelius kalau polisi tidak akan menangkapnya.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT LIKE COMMENT VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2