Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 59. BERTEMU LAGI_GKMBM


__ADS_3

Setelah pakaian pesanan Cornelius sudah sudah lengkap, Lisa langsung berlalu dari butik itu, tentunya setelah melakukan pembayaran. Lisa berlalu menuju hotel di mana Cornelius dan Irene saat ini berada. Di lorong Hotel lantai lima terlihat Lisa berjalan menggandeng paper bag yang ada di tangan kanannya.


Irene berhenti tepat di pintu kamar 102 di mana Cornelius dan Irene berada. Lisa mengetuk pintu kamar itu tidak menunggu lama pintu terbuka Cornelius muncul dari balik pintu.


"Ini pesanan kakak." ucapnya sambil menyodorkan paper bag yang Lisa beli sebelumnya dari butik yang lokasinya tidak jauh dari hotel.


Cornelius mengambil paper bag itu lalu kembali menutup pintu tanpa mengatakan apapun.


"Ya ampun ada ya manusia seperti ini. Main menutup pintu saja tanpa mengucapkan terima kasih."gumam Lisa kesal berbalik pergi dari pintu kamar 102 di lantai lima itu.


Di dalam kamar hotel, Cornelis meletakkan paper bag itu di atas meja samping tempat tidur. Netranya melirik ke samping melihat Irene yang tertidur pulas, raut wajah yang terlihat jelas di wajah.


Cornelius duduk di pinggir ranjang membelai wajah Irene. "Hanya akan ada satu wanita yang aku cinta, yaitu kamu seorang Sayang." ucap Cornelius sambil tersenyum dengan tatapan penuh cinta dan kasih sayang yang besar kepada Irene.


Sementara di tempat lain di sebuah restoran yang lokasinya tidak jauh dari rumah sakit milik dokter Aliando. Adik sepupu Cornelius yang merupakan kakak kandung dari Lisa tampak turun dari mobil masih menggunakan baju dokternya.


Dokter Aliando tampaknya akan makan malam disana setelah menghabiskan waktu seharian di rumah sakit menghadapi pasien tidak ada habis-habisnya.


Dengan bersemangat Aliando menuju restoran ingin menikmati makanan yang ada di sana. Mengingat perut dokter Aliando sudah mulai keroncongan.


Jam sudah menunjukkan pukul 21.30 malam di dalam restoran ada dua atau tiga orang yang duduk makan di sana.


Aliando memilih duduk meja ujung dekat jendela. Seorang pelayan datang membawakan menu dan meletakkan selembar kertas bersama pulpennya di atas meja.

__ADS_1


Aliando memilih beberapa menu makanan mulai dari sop, sayur, cumi-cumi dan ayam panggang tidak lupa juga dokter Aliando memesan air mineral. Dokter Aliando mengangkat tangannya memanggil pelayan itu kembali bulan itu datang mengambil pesanan dokter Aliando.


Tidak menunggu lama, pesanan itu pun datang dokter Aliando langsung menyantap menu makan malam itu mengingat cacing-cacing yang ada di perutnya sudah berdemo meminta jatah.


Setelah selesai menyantap menu makan malam yang sudah disediakan oleh pihak restoran. Dokter Aliando melakukan pembayaran lalu meninggalkan restoran itu keluar.


Di luar, dokter Aliando terburu-buru membuka pintu mobil miliknya mengambil ponsel yang tertinggal di jok mobil. Ia khawatir ada yang menghubunginya dari rumah sakit.


Dokter Aliando masuk ke dalam mobil menyalakan ponselnya melihat ada puluhan panggilan telepon dari seorang wanita. Ternyata dugaannya benar adik perempuannya bernama Lisa menghubunginya berulang kali.


Tidak hanya Lisa yang menghubungi, tetapi dari rumah sakit juga sudah mengirimkan pesan Whatsapp dan juga menghubunginya beberapa kali. Dokter Aliando pun kembali menghubungi Lisa.


Kring....


kring.....


kring.....


"Kakak Dari mana saja? kenapa teleponku tidak diangkat? ucap Lisa kesal kepada sang kakak. Karena tak kunjung mengangkat sambungan telepon selulernya ketika Lisa menghubungi dokter Aliando.


"Maafin kakak adikku sayang, teleponku tertinggal di mobil sementara aku sedang makan di resto.


"Kapan kakak akan pulang? kenapa sampai jam segini belum pulang?

__ADS_1


"Sepertinya malam ini kakak tidak pulang. Ada jadwal operasi mendadak jam 22.30 kau tinggal saja dulu di rumah Cornelius.


"Ya sudahlah!" Kakak jangan lupa istirahat juga. Jangan bekerja melulu.


"iya, sahut dokter Aliando lalu memutuskan sambungan telepon selulernya kepada sang adik.


Setelah selesai menghubungi Lisa dokter Aliando membuka pintu mobil miliknya. Menurunkan kakinya keluar tapi sepatunya terhenti sebelum menyentuh aspal.


Semua itu karena ada suara pintu yang terbuka dari sisi pintu lainnya.


Dokter Aliando kembali menutup pintu menoleh ke samping melihat Siapa yang masuk ke dalam mobil miliknya.


"Kau lagi!"ucapnya kaget melihat Camelia tiba-tiba saja berada di dalam mobil miliknya.


Camelia juga mengeluarkan ekspresi wajah yang sama dengan dokter Aliando yang tidak kalah kaget dari dokter Aliando.


"Kau ngapain di mobil ini? spontan Camelia bertanya seperti itu kepada dokter Aliando. seperti merasa tidak bersalah seolah-olah dirinya pemilik mobil itu.


"Ini mobilku, sudah sewajarnya aku berada di sini. Seharusnya aku yang bertanya seperti itu kepadamu.


"Oh iya ya, aku kan yang masuk ke dalam mobil ini." gumamnya di dalam hati.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2