
Di tempat lain Irene meninggalkan ballroom, tiba-tiba Dia berjalan ke pinggir menyandarkan bahunya ke dinding, karena dia merasa tubuhnya tidak nyaman. Rasanya suhu tubuhnya tiba-tiba meningkat pesat. Padahal AC di hotel itu cukuplah dingin.
"Ada apa ini?apa yang terjadi kepadaku Mengapa suhu tubuhku semakin naik seperti ini. Irene semakin tidak bisa menahan bobot tubuhnya.
Tiba-tiba Aris muncul membantu Irene berdiri.
"Ada apa denganmu sayang? tanya Aris sambil merangkul tubuh Irene. Sentuhan tangan Aris membuat hasrat seksualnya seperti berkecamuk. Tanpa Irene sadari tangannya merangkul leher Aris. menempelkan tubuhnya ke dada Aris.
Irene sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi kepadanya sehingga hasratnya meningkat pesat.
"Tolong bawa aku dari sini?" bisiknya dengan suara yang lemas memeluk Aris. Senyum sumringah muncul di wajah Aris menyiratkan ada sesuatu dari balik senyuman itu. Tampak Aris membopong tubuh Irene melewati lorong hotel.
Sepanjang jalan Irene tidak berhenti mengatakan kalau dirinya sangat tidak nyaman meminta bantuan Aris menghilangkan rasa tidak nyaman. Sepertinya dirinya membutuhkan sentuhan dari kaum lelaki.
Wajah Irene tampaknya merah dengan keringat yang membasahi dahinya tangannya tidak berhenti bergerak menyentuh kulitnya karena dirinya merasa tidak nyaman. sepertinya Ia benar-benar membutuhkan belaian seorang lelaki.
Aris yang sudah merencanakan sebelumnya dengan matang, sudah membooking salah satu kamar hotel yang berada di lantai lima Ia membawa Irene masuk ke dalam kamar hotel itu. Dia membaringkan Irene di atas tempat tidur yang berukuran King size.
lalu Aris mengunci pintu. Melihat kondisi irene seperti ini, Aris tidak dapat menahan hasratnya. Nafsunya naik begitu pesat melihat tubuh seksi Irene yang begitu menggoda . Jantungnya naik turun melihat Irene yang menarik-narik bajunya.
Tanpa Irene sadari, Aris lah yang melakukan segalanya. Saat Aris berbisik tepat di telinga Irene ketika Irene fokus kepada Lisa dan juga Cornelis. Pada akhirnya dia tidak tahu kalau tangan Aris dari belakang memasukkan sebuah cairan dari botol yang diselipkan dari jasnya.
__ADS_1
Senyum sumringah yang ditinggalkannya saat Irene pergi adalah tanda senyuman keberhasilan dari Aris. Sehingga Aris tiba-tiba mengetahui kalau Irene sudah pergi dari sana dan ia mengikutinya.
Setelah berhasil membawa Irene pergi dari ballroom, kali ini dia memang benar-benar ingin menikmati tubuh Irene. Karena ia merasa kesal kepada Irene yang tak kunjung ingin kembali ke pelukannya.
Di ballroom para tamu masih sibuk bercerita di meja mereka masing-masing, dengan beberapa makanan dan minuman yang menemani mereka mengobrol bersama.
Semua orang tampak sibuk dengan urusan mereka masing-masing tidak menyadari Irene telah menghilang dari sana.
Cornelius yang bersama adik sepupunya juga tidak menyadari hal itu. Mereka berdua masih sibuk bercerita tapi Lisa lah yang cerita panjang lebar. Sedangkan Cornelius hanya mendengar semua cerita adik sepupunya itu.
"Apa Kakak tahu? ayah mau aku menikah secepatnya. Padahal aku belum mau menikah dan ingin menikmati masa mudaku dulu. Tapi Ayah sudah mencariku calon suami.
"Masih 21 tahun, sehingga aku ingin menikmati masa mudaku dulu. Memangnya ada apa Kak?
"Kalau memang sudah ada, ya menikah saja." ucapnya santai.
"Kakak ada-ada saja. Kenapa sih kau malah ikut-ikutan nyuruh aku menikah? aku datang ke sini biar pikiranku tenang. ini kau malah membuatku kesal.
"Aku jadi males ngomong sama kakak."ucap Lisa sangat kesal sambil berdiri dari tempat duduknya pergi dari meja itu. "Lebih baik aku cari orang lain yang bisa mendengarkan curhatan." gumamnya dalam hati.
Lisa berjalan-jalan di ballroom melihat orang-orang yang sedang menikmati acara pesta ulang tahun perusahaan milik Tuan Mahesa.
__ADS_1
Di tempat lain, efektif obat perangsang yang diberikan oleh Aris semakin membuat tubuh Irene semakin tidak dapat menahan hasrat birahinya. Irene Yang berbaring di atas tempat tidur yang berukuran King size itu, terus mau meminta agar Aris segera memberikan pelayanan kepadanya.
Aris dengan nafsunya yang tinggi mencium jenjang leher Irene dengan rakus. Sedangkan Irene tidak henti-hentinya ingin memberontak tetapi ia juga membutuhkan belaian itu. Saat itu Aris sudah mulai benar-benar ingin harta yang paling berharga di tubuh Irene.
senyum sumringah terpancar dari wajah Aris Karena ia merasa berhasil akan memiliki Irene seutuhnya. Ia benar-benar bahagia dapat menyentuh sang kekasih yang sudah lama ia rindukan. Lebih tepatnya mantan kekasih.
Tangan Aris mulai turun ke pangkalan paha, Irene meraba dan merasakan lembutnya kulit Irene. Tiba-tiba pintu yang terkunci di dobrak dari luar sampai terbuka lebar membuat Aris kaget bangkit dari tubuh Irene.
"Jangan ganggu aku, pergi dari sini." teriaknya mengusir pria yang ada di depan pintu.
Pria yang berdiri di sana bukan lain adalah Cornelius yang dipenuhi dengan amarah. Terlihat dari raut wajah dan sorot mata yang begitu tajam.
Cornelius melangkah masuk dengan kedua tangan yang di kepal, seperti amarahnya tertahan di dalam telapak tangan yang di kepalanya.
Melihat kondisi Irene yang begitu memprihatinkan, menjadikan Cornelius sudah tidak bisa menahan emosinya lagi."Kurang ajar! berani sekali kau menyentuhnya!"teriak Cornelius mengamuk menarik baju milik Aris membuatnya sampai tersungkur ke lantai.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1