
Rina menghubungi nomor ponsel Cornelius telepon itu tersambung Irene langsung mengambil ponsel itu.
"Tidak perlu, itu bukan Aris ucapnya buru-buru mematikan telepon sebelum Cornelius mendengarnya.
"Ada apa dengan wanita itu kenapa dia tiba-tiba mati kan ponselnya?
"Kenapa mobil ini lambat sekali, seperti siput apa kau sudah bosan hidup?"ucap Cornelius marah kepada anak buahnya yang menyetir mobil begitu lambat.
Anak buah langsung meningkatkan kecepatan mobilnya. "Maaf Tuan, kata-kata itu yang keluar dari mulut anak buah Cornelius.
"Kita langsung saja ke tempat pekerjaan Irene sekarang juga tegasnya.
"Baik Tuan."
Timothy yang duduk di depan melihat Cornelis tampak gelisah dari kaca depan mobil.
"Seperti Tuan Cornelius berpikiran dengan Nona Irene." batinnya
Di supermarket, Irene dan teman-temannya keluar sambil memegang kantong kresek berwarna putih dan di depan jalan ada sebuah mobil sudah menunggu mereka.
"Ayo kita berangkat."ucap Rina memanggil Irene dan Raihan. Mereka berempat masuk ke dalam mobil meninggalkan tempat itu dengan kecepatan yang tinggi. Rina duduk di kursi depan sedangkan Irene dan Ricardo duduk di bangku penumpang. Sementara Reihan duduk di belakang.
Wajah Mereka tampak melihat Rina biasanya marah-marah berubah seperti anak kecil yang lagi rewel ingin meminta jajan.
Dia tidak berhenti bergelayut di tangan Arya yang menjemput mereka. Dua orang jomblo di belakang tampaknya mata mereka mulai sakit melihat keromantisan Rina dan Arya.
"Aku mau tidur dulu, nanti kalau sudah sampai tolong bangunin aku. ucap Irene menutup matanya menoleh ke jendela. Raihan yang tidak mau jadi obat nyamuk memilih untuk ikut tidur Begitu juga dengan Ricardo.
"Males banget mereka lihat mereka berdua lebih baik aku tidur.
Di tempat lain, mobil Cornelius sudah tiba di perusahaan tempat Irene bekerja setelah menempuh waktu sekitar 30 menit kemudian, setelah ia menghubungi nomor ponsel Irene.
"Tuan kita sudah sampai."
Cornelius kembali menghubungi nomor Irene
saat dia menghubunginya nomor Irene Tiba-tiba tidak aktif.
"Ada apa dengan wanita ini kenapa nomornya tidak bisa dihubungi. Cornelius merasa kecemasan seperti hari di mana Irene melarikan diri. Karena takut terjadi sesuatu pada Irene Dia menyuruh Timothy turun.
"Cari tahu apa masih ada orang bekerja di dalam.
"Baik Tuan!
Timothy turun dari mobil pergi ke perusahaan itu dia bertanya ke security yang ada di sana.
"Permisi apa masih ada orang di dalam kantor?
"Tidak ada, Tuan semua para karyawan-karyawati yang bekerja di sini sudah pada pulang tepat pukul 19.45 Tuan
__ADS_1
"Baiklah terima kasih!
Timothy berbalik pergi, kembali ke mobil memberitahu informasi yang ia dapatkan.
"Sudah tidak ada orang di dalam sana Tuan, semua karyawan karyawati Yang bertugas di kantor ini sudah pada pulang sekitar pukul 19.45 malam tadi. Apa mungkin Nona Irene sudah ada di kamar kost nya Tuan, sambung Timothy.
"Putar mobilnya kita pergi ke kos.
"Baik Tuan.
"Aku akan memberikanmu pelajaran karena sudah berbohong padaku."
Cornelius tampak sangat marah mengetahui ternyata Irene tidak ada di kantor. Di saat Cornelis kebingungan mencarinya.
Irene dan teman-temannya Baru saja sampai di rumah paman Rina. Mereka semua berjalan masuk ke rumah yang sudah lama ini ditempati oleh Paman Rina. Rina mengeluarkan kunci rumah lalu membuka pintu rumah membiarkan pacarnya masuk lebih dulu.
Setelah itu, mereka berempat yang masuk. mereka meletakkan semua bahan belanjaan di atas meja makan. Arya duduk di sofa Sedangkan para wanita mulai mengeluarkan belanjaan mereka.
"Rina Tolong dong minta Arya siapin panggangan selagi kita potong-potong daging."
"Okey kekasihku pasti dengan senang hati akan melakukannya."ucap Rina penuh dengan semangat, lalu meminta kepada kekasihnya untuk membantu mereka. Raihan dan Ricardo juga tidak tinggal diam Mereka pun ikut membantu kedua wanita yang berkutat di dapur.
Di tempat lain, Cornelius berdiri di depan pintu kamar kos Irene. Dia langsung memasukkan kunci membuka pintu kamar kos itu. Yang mana Cornelius sudah memiliki kunci duplikat. Dia masuk mencari Irene, tapi dia tidak menemukan di sana.
Bahkan Cornelis juga bertanya kepada tetangga kos yang selama ini ditempati oleh Irene. Tetapi mereka sama sekali tidak melihat Irene sudah kembali pulang.
kemarahan Cornelius semakin memuncak, karena ia tidak menemukan Irene di kamar kos. mengamuk menendang apa saja yang ada disana, kali ini amarahnya memang benar-benar tidak terkendali.
Bung....
Irene bersama teman-temannya pada sibuk tertawa cekikikan di halaman belakang sambil menceritakan kebodohan mereka masing-masing.
"Apa kalian tahu, kemarin aku hampir saja mati bermain di taman ria naik baling-baling yang disediakan di taman ria, yang kebetulan baling baling itu mengalami kerusakan hingga berhenti setengah perjalanan, aku sudah hampir jatuh." ucap Rina berterus terang kepada sahabat-sahabatnya.
Di saat keempat sahabat itu, ditambah dengan kekasih Rina, menikmati pesta mereka terlihat Cornelius masih sangat emosi karena tak kunjung menemukan Irene. kini saatnya mereka kembali ke dalam rumah
Karena hari sudah semakin larut malam. mereka semua meninggalkan Irene di luar yang masih memegang sisa daging yang belum matang. Tiba-tiba pintu rumah itu didobrak dari luar. Raihan, Ricardo, dan Rina menjatuhkan piring ke lantai.
Prank......
"Siapa kalian! tanya Ricardo kebingungan melihat banyak pria bersenjata mengenakan baju safari masuk ke dalam rumah.
Rina yang takut, bersembunyi di balik pacarnya."sayang lakukan sesuatu."
pria pria itu langsung menangkap mereka semua
"Lepaskan,"mohon Reihan dan juga Ricardo
"lepaskan!"mohon Rina sambil menangis sesenggukan
__ADS_1
Karena ia merasa ketakutan, tiba-tiba saja sekelompok bersenjata datang menyerang mereka tanpa mengetahui penyebabnya. Arya yang melihat Rina yang ditarik-tarik menyerang beberapa pria bersenjata itu. perkelahian pun akhirnya terjadi.
Arya berhasil melumpuhkan dua pria yang mencoba menghentikannya. Pria pria itu jatuh ke lantai setelah dihajar oleh Arya tapi tidak berselang lama, Arya juga dilumpuhkan dengan beberapa pria lainnya. Mereka membuat Arya bertekuk lutut di bawah kaki mereka.
"lepaskan Arya."ucapnya marah melihat kekasihnya yang babak belur akibat pertengkaran antara Arya dengan kelompok kawanan bersenjata itu.
"Siapa kalian? apa yang kalian inginkan dari kami?" ucap Reihan dan juga Ricardo dengan suara meninggi.
Semua pria itu tampak diam mereka tidak bicara sekata pun. Irene masuk ke dalam dengan senyuman membawa sisa daging yang baru saja matang.
"Teman-teman, Ayo kita mulai pestanya." piring yang ia pegang sebelumnya seketika terjatuh ketika melihat teman-temannya sudah dibekuk oleh kawanan kelompok bersenjata
"Siapa kalian?" teriaknya ketakutan melihat teman-temannya dan genggaman pria bersenjata. Tatapan yang tajam bagaikan mata pedang dengan Aura mengerikan muncul dari belakang pria-pria itu. Suasana itu sangat familiar untuk Irene.
"Kau kenapa ada di sini. Irene kaget luar biasa melihat Cornelis muncul di sana.
semua teman-teman Irene menoleh padanya siapa pria itu." ucap Rina, Raihan Ricardo dan juga Arya. Dengan serempak bertanya kepada Irene.
"lepaskan sekarang teman-temanku."teriaknya marah.
"Tuan?"tanya Timothy yang berdiri di samping Cornelius.
Cornelius mengangguk, itu menandakan dia setuju melepaskan mereka semua. Semua anak buah Cornelius melepaskan mereka.
Rina berlari memeluk Arya yang sudah terluka akibat perbuatan anak buah Cornelius
"Sayang kamu tidak apa-apa kan?"
"Aku tidak apa-apa."
pandangan menatap Cornelius dengan tatapan tajam. Karena Cornelius sudah merusak momen pesta mereka.
"Dari mana kau tahu aku di sini?" tanya Irene dengan nada meninggi. Bukannya menjawab pertanyaan Irene, Cornelius malah balik bertanya.
"Kenapa kau berbohong padaku."
"Aku tidak berbohong!"
Cornelius berjalan mendekat dengan tetapan tajam memegang kedua bahu Irene.
"Kau bilang kau ada di kantor sedang lembur bukan? tapi kau ada di sini, Aku tidak suka dengan kebohongan. ucap Cornelius sambil meremas bahu Irene dengan kuat wajah Irene tampak menahan sakit. "Kenapa dia bisa tahu aku berbohong dari mana dia bisa tahu semua?" batinnya.
Raihan, Ricardo dan yang lainnya melihat Irene disakiti datang menarik tangan Cornelius dari bahu Irene. "Jangan kasar pada wanita Tuan!"
Cornelius dengan kasar mendorong tubuh Raihan sampai terpental ke tembok."minggir kau! teriaknya marah.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓