
Malam itu mereka segera kembali ke hotel di Waeishorn karena keesokan harinya Cornelius sudah berjanji kepada Irene membawa dirinya ke tempat-tempat wisata yang indah yang dapat memanjakan mata irene melupakan sejenak masalah yang mereka hadapi selama berada di kota Santa Monica.
Janji itu benar-benar ditepati oleh Cornelius. iya benar-benar merasa bahagia ternyata Cornelius tidak hanya berjanji belaka. menikmati indahnya objek wisata yang ada di negara Swiss membuat Irene begitu bahagia. iya bersyukur dapat menginjakkan kakinya di negara itu dan dapat menikmati indahnya alam di sana.
Beberapa hari Cornelius Irene dan Lisa di sana tampak Irene merasa puas. "Apa kau bahagia menikmati objek wisata yang ada di negara ini? tanya Cornelius penuh selidik kepada gadis kecil pujaan hatinya.
"Iya aku sangat bahagia dapat menikmati objek wisata negeri negara ini. Jujur aku tidak menyangka betapa indahnya objek wisata yang ada di negara ini.
Ternyata tidak hanya di layar kaca saja negara ini tampak indah dipandang mata. Irene tampak antusias dan merasa bahagia, Cornelius meraih tubuh Irene kepelukannya. lalu Cornelius memberikan kecupan hangat di wajah cantik milik Irene.
Keesokan harinya Cornelius harus segera kembali ke negaranya bersama dengan Lisa dan juga Irene. Karena ada hal penting yang harus dikerjakan Cornelius saat ini, sesuai dengan janjinya kepada Tuan Thomson. dengan menggunakan jet pribadi milik Cornelius sendiri, mereka meninggalkan negara itu menuju kota Santa Monica.
Terlihat para anak buah Cornelius sudah menunggu kehadiran Cornelius di kota santa Monica. sementara Timothy dan beberapa anak buahnya masih berjuang mencari pria yang menjadi target mereka.
****
Di dalam mobil perjalanan menuju kamar kost yang selama ini di tempat sudah beberapa hari Irene tidak meninggalnya setelah pergi ikut dengan Cornelius ke Swiss. Cornelius mengajak Irene untuk ikut bersamanya pergi ke kota California.
Aku akan pergi menyusul Timothy ke kota California, apa kau mau ikut bersamaku? Karena sepertinya setelah dari kota Santa Monica, mereka melakukan pencarian ke California." ucap Cornelius kepada Irene.
"Tidak, aku sudah terlalu lelah aku ingin pulang istirahat saja.
Kau yakin tidak mau ikut bersamaku? pergi ke California?
"Tidak, aku benar-benar sudah lelah. Aku butuh istirahat. Apa kamu lupa kau telah membawa aku mengelilingi negara Swiss, yang membuatku sedikit kelelahan.
__ADS_1
Tetapi rasa lelah aku pun terobati dengan menikmati keindahan alam di sana. Ucap irene sambil mengembangkan senyumnya menatap Cornelius dengan tatapan penuh cinta.
"Apa kau tidak akan merindukanku saat aku tidak ada di sisimu?" tanya Cornelius dengan tatapan yang serius menoleh ke kiri yang fokus ke depan.
Irene menatap Cornelius yang menunggu jawabannya,
"Rindu? Tidaklah. lagi pula kau juga tak akan lama kan
"Bagaimana kalau aku pergi lama?
Tidak masalah juga." ucapnya menoleh ke jendela. Tiba-tiba Cornelius menyandarkan kepalanya ke bahu dan membuat Irene seketika berbalik dengan wajah yang kebingungan.
"Kau kenapa ,apa kau sakit? Tanya Irene sambil mengusap-usap rambut Cornelius yang ada di depan dahinya.
"Iya rasanya dadaku tiba-tiba sesak."
"Dadaku sesat mendengar jawabanmu itu.
Irene mendengar perkataan Cornelis itu langsung mendorong Cornelius, bangun dari tubuhnya dengan raut wajah kesal. "Uh kau bikin panik. Aku pikir tadi dadamu benar-benar sesak tadi.
"Kau ternyata bisa panik juga." ucapnya tersenyum mencolek hidung mancung Irene gemas melihat wajah Irene yang manyun kesal karena Cornelius telah menipunya.
Irene menepis jari telunjuk Cornelius. Aku nggak suka ya kau bercanda seperti itu. Aku beneran. aku takut kau kenapa-kenapa."
"Uuhh gemes deh kau ternyata bisa panik juga padaku. Aku makin cinta padamu." ucapnya memeluk lengan Irene menampilkan wajahnya tersenyum bahagia mendengar Irene begitu peduli kepada dirinya.
__ADS_1
Irene yang masih cemberut membiarkan saja bermanja di lengan dan di tangan Irene dan dia menatap ke jendela bicara dengan hati kecilnya.
"Entah kenapa aku berharap kebahagiaan kecil ini tidak akan cepat berlalu. Aku mulai nyaman dan cinta kepada pria ini. Tapi entah kenapa ada rasa takut menyelimuti hati ini. apakah aku yang hanya wanita biasa bersanding dengan pria seperti Cornelius? rasanya tidak mungkin. gumamnya
****
Karena melihat wajah irene kecapean ikut bersamanya, akhirnya dia membiarkan Irene untuk tinggal di kamar kost yang selama ini ia tinggali.
"Baiklah, aku pamit. Kau istirahat jangan kemana-mana. Aku akan kembali nanti malam.
Cornelis mengecup kening Irene sebelum ia pergi meninggalkan gadis kecil pujaan hatinya. Entah kenapa rasanya berat baginya untuk pergi tanpa ada Irene bersamanya.
Hati-hati di jalan. Ujar Irene sambil mengembangkan senyumnya menatap Cornelius dengan tatapan penuh arti. Cornelius membalas senyuman Irene dengan mengacak-acak rambut depan Irene sambil tersenyum.
Iya sayang...
Cornelius pun kembali berjalan masuk ke dalam mobil mewah miliknya. Sebelum pergi ia menurunkan kaca mobilnya, melihat Irene untuk kesekian kalinya. Rasanya berat meninggalkan Irene sendiri berada di kamar kosnya.
Irene melambaikan tangannya sambil tersenyum mengantarkan kepergian Cornelius dari sana.
Saat mobil Cornelis sudah pergi jauh, baru irene bergerak dari tempatnya pergi masuk ke dalam kamar kos yang selama ini ia tinggali.
Akhirnya aku bisa sampai di kamar kosku ini lagi." ucapnya berjalan duduk di sofa yang ada di kamar kosnya itu. Tiba-tiba langkahnya terhenti dengan mata yang melotot melihat Aris yang keluar dari kamarnya memegang pisau dengan Raut wajah yang kesetanan menatap Irene dengan tajam.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓