
Nggak mau, aku masih mau di sini. Aku akan pulang Saat Kakak sudah meneleponku dan menyuruhku pulang . ucapnya merangkul tangan dokter Aliando dengan kuat. Tak ingin melepaskan. Suster yang melihat itu semakin terbakar api cemburu. Bahkan kepalanya seperti mendidih merasakan amarah dan rasa kesal melihat ada wanita dengan gampang merangkul tangan dokter Aliando.
Sedangkan dirinya berjuang keras bisa menyentuh jari tangan dokter Aliando saja betapa sulit, butuh perjuangan yang luar biasa. tapi Camelia dengan mudah meraih tangan dokter Aliando seperti menari dan pohon yang paling rendah sedangkan dia seperti meraih dan pohon paling puncak dan butuh tangan untuk mencapainya.
Ngak mau pokoknya aku mau di sini kau harus menemaniku aku lapar. ucapnya menunjukkan raut wajah yang sedih. Dokter Aliando melepaskan tangan Camelia.
"Kalau kau lapar makan, ada kantin disini jangan mengeluh padaku.
Camelia laki-laki merangkul tangan dokter Aliando. Temani aku ke sana, Aku tidak tahu tempatnya please." ucapnya memohon.
Tiba-tiba suster tadi itu datang, memisahkan dokter Aliando dan Camelia dengan paksa melepaskan tangan Camelia. "Dokter Aliando bilang tidak bisa, jangan memaksa! sebaiknya Nona pulang saja daripada buang-buang tenaga di sini. Kami masih ada pekerjaan penting daripada mengurusi nona." dengan lembut tersenyum tapi dengan Tatapan yang sinis.
Tiba-tiba suara aneh terdengar begitu nyaring membuat mereka kaget. Sedangkan kamu dia menundukkan kepalanya sambil mengusap perutnya yang bunyi karena lapar.
"Dengarkan, perutku sudah bunyi. Itu tandanya, aku benar-benar lapar. Apa kau tidak kasihan padaku."
Tiba-tiba tanpa bicara sekata pun dokter Aliando menarik tangan Camelia pergi dari sana meninggalkan Suster itu.
"Dokter Aliando....! ucap Suster itu, tapi dokter Aliando tidak menoleh sama sekali. Tapi malah Camelia yang menoleh mengejar suster dengan menjulurkan lidahnya berbalik pergi. Suster itu yang dasar menghentakkan kakinya ke lantai dasar wanita ganjen pekiknya.
"Kenapa malah wanita model seperti itu yang dekat dengan dokter Aliando. Tidak ada pantas-pentasnya. lebih pantas juga aku yang ada di samping dokter Aliando." gumam Suster itu cemberut. capek mendengar Camelia yang mengeluh lapar, dokter Aliando membawanya ke kantin rumah sakit.
Dia menarik Camelia dengan langkah kakinya yang cepat ingin sampai ke kantin.
"Sabar dong, kau tidak bisa jalannya santai aja gitu, keluhnya sambil mengikuti dokter Aliando dari belakang.
"Aku tidak punya waktu untuk berjalan santai mereka masuk ke dalam.
Dokter Aliando langsung membawa Camelia ke meja kosong menarik kursi untuknya.
"Duduk! ucapnya sambil melepaskan tangannya dari tangan Camelia. Camelia terdiam sejenak lalu duduk di kursi itu.
Dokter Aliando pergi menemui pemilik kantin untuk memesan makanan untuk Camelia, dan dia kembali ke meja dan duduk di sana dengan wajah datar.
Setelah kau makan, langsung pergi dari sini. aku bukan baby sitter yang akan mengurus mu 24 jam. Santai saja nggak usah galak-galak kali, aku juga akan pulang nanti tapi bukan sekarang..
"Kapan?
"Tunggu kakakku telepon, baru aku pulang
dokter Aliando menggaruk-garuk dahinya, pusing Bagaimana caranya Dia menyuruh Camelia untuk pergi.
Saat Camelia sedang menikmati menu makanan yang ada di kantin. Tiba-tiba suara deringan ponselnya bergetar. Saat Tuan Jason mendapatkan informasi dari anak buahnya, kalau Camelia melarikan diri. Ia langsung menghubungi nomor ponsel Camelia.
__ADS_1
kring ...
kring ...
kring ...
suara dengan ponsel milik Camelia terdengar jelas di telinganya. Tangannya yang memegang sendok beralih merogoh kantong celananya yang mengeluarkan ponselnya dari sana.
"Kakak! gumamnya sambil menarik nafas malas mengangkat telepon dari kakaknya. Tapi dia tidak melakukan itu. Dokter Aliando yang mendengar Camelia menyebut Kakak, wajahnya langsung berubah senang. Karena Camelia akan segera pulang. Dia akan lepas darinya. Camelia mengangkat telepon kakaknya
"Hallo Kak...!
"Camelia Kau di mana sekarang?
"Sama teman."
Siapa yang menyuruhmu untuk keluar dari rumah kakak sudah melarang mu untuk keluar, Kenapa masih keluar juga?"
Aku bukan kemana mana, aku sudah bilang Kan, aku nggak bisa tinggal di rumah setiap hari. Rasanya aku seperti di penjara.
"Aku tidak bisa seperti itu." sambungnya
"katakan Kau di mana sekarang? Aku akan datang ke sana menjemputmu.
"Tidak perlu, aku akan pulang sekarang. ucap Camelia sambil mematikan sambungan telepon seluler dari kakaknya.
"Terima kasih makanannya. Aku akan datang lagi ke sini." ucapnya sambil menepuk bahu dokter Aliando, lalu pergi dari sana.
Dokter Aliando berdiri dari kursinya berbalik melihat Camelia. Tidak perlu datang lagi." ucapnya sambil melihat Camelia keluar dari kantin.
Di perjalanan di dalam mobil, tampak marah. dia terus mencoba menghubungi Camelia tapi tidak dijawab.
"Dia semakin keras kepala. Kakinya kesal sambil meremas ponselnya. Camelia pulang menggunakan taksi sebelum Tuan Jason sampai. Camelia lebih dulu sampai disana.
anak buah Tuan Jason berdiri di gerbang melihat Camelia turun dari taksi.
"Nona sudah pulang? ucap anak buah Tuan Jason dengan semangat. Camelia menarik nafas malas, berjalan masuk ke dalam gerbang rumahnya.
Kembali lagi, benar-benar membosankan."
Camelia Sebenarnya masih bisa lama-lama di rumah sakit. Tapi dia tidak mau membuat kakaknya khawatir, akan membuatnya pusing. makanya dia langsung pulang saat kakaknya menghubunginya.
Di depan teras, masih ada pelayan yang masih memegang jus dan satu pelayan lain Camelia berjalan naik ke teras rumah.
__ADS_1
"Syukurlah Nona sudah pulang.
Camelia mengambil jus kesukaannya itu dari tangan pelayan.
"Nona jusnya sudah tidak dingin.
Camelia tidak mempedulikan jus itu dingin atau tidak, karena dia benar-benar haus saat itu. Camelia langsung minumnya sampai habis dan memberikan gelas kosong itu pada pelayan.
Camelia masuk ke dalam. Berjalan dengan santai menaiki anak tangga,pergi ke kamarnya. Setelah membuat satu rumah panik mencarinya. Setelah kedatangan Camelia. Tiba-tiba mobil Tuan Jason masuk ke pekarangan rumahnya mobilnya itu, berhenti di depan, ia langsung turun dari mobil pergi menemui pelayan yang masih berdiri di teras.
"Camelia sudah pulang?
"Sudah Tuan, Nona Baru saja masuk
di dalam kamar. Camelia duduk di suatu merebahkan tubuhnya tiba-tiba pintunya dibuka."
Suara pintu yang berbenturan dengan tembok sangking kencangnya, Jason mendorong pintu itu. Karena itu Camelia sampai Kaget dan berdiri
"Kakak Kenapa? ucapnya dengan raut wajah yang kesal.
"Kau masih bertanya padaku, aku yang seharusnya bertanya padamu. Kenapa kau sekarang semakin keras kepala.
Kenapa semakin tidak mau mendengarkan perkataan kakak.
Aku menghukum mu untuk tidak boleh keluar dari kamar ini hanya tiga hari, apa kau tidak bisa duduk tenang di kamarmu. Apa perlu aku mengunci kamarmu."
Silakan Kakak mau bersikap seperti apa. Tapi aku bukan wanita yang suka tinggal di dalam rumah, dan kakak tahu dari dulu aku sering keluar, jalan-jalan kalau aku terus-terusan di dalam kamar. Tanpa berbuat apa-apa, Aku bisa gila.
"Kau bisa menonton TV, baca buku atau jalan-jalan di tempat di taman rumah. Kenapa harus pergi ke luar?" ucap Tuan Jason dengan suara yang meninggi.
Karena aku merasa senang, rasa kesenangan yang aku dapatkan di luar, sangat berbeda dengan yang aku rasakan saat ada di dalam rumah.
Aku tidak punya teman di rumah. Setelah aku punya teman luar, aku jauh lebih bahagia.
Kak Aku juga pengen rasanya bisa beraktivitas seperti orang-orang biasa, tidak harus kemana-mana bersama anak buahmu. Aku tahu itu demi kebaikanku, dan kakak khawatir dengan keselamatanku. Tapi cobalah Kakak mengerti. Aku kesepian, sejak kecil rasa kesepian itu membuatku tidak tenang.
Setelah mendengar curhatan adiknya itu, Tuan Janson yang tadinya mau memarahi habis-habisan, langsung keluar dari kamar kami lihat tanpa mengatakan apa-apa lagi.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain
" Hasrat Tuan Muda Arogant"