Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 50. KEPIKIRAN _GKMBM


__ADS_3

Dia berusaha fokus ke Aris yang terluka. hatinya juga sedih melihat Aris terluka seperti itu. Walaupun Aris sudah menyakiti perasaannya, tapi bukan berarti rasa peduli dan kasih sayang yang pernah ada, itu hilang dengan sekejap seperti membalikkan telapak tangan. Perasaan itu kembali timbul di hatinya dia menggotong tubuh Aris membaringkannya di sofa.


Di tempat lain, Cornelius yang dalam kondisi amarah, mengemudikan mobil di jalan raya dalam kecepatan tinggi. Tidak memperdulikan mobil-mobil yang ada di depannya, orang yang ada di jalan itu pun seolah ketakutan melihat kekencangan mobil yang dikendarai oleh Cornelius.


Sorot mata yang tajam, menatap ke depan dan yang dipenuhi dengan rasa amarah yang tertahan di kedua pupil matanya yang membulat terlihat jelas amarah itu.


Cornelius sesekali meluapkan emosi dirinya sambil memukul stir mobilnya. Karena adegan itu selalu muncul di kepalanya. Itu membuatnya kesal dan marah, tidak terima pada ada pria lain, yang menyentuh gadis kecil kesayangannya.


"Kau berani menyentuhnya, berarti kau siap mempertaruhkan nyawamu." ucapnya penuh amarah. Cornelius sudah menganggap Aris sebagai musuhnya yang akan dia bunuh kapan saja dia mau. Berurusan dengannya sama saja menawarkan nyawa yang dalam lubang kubur.


Karena semua permasalahan yang dibuat musuhnya, pasti akan dibalas dengan kematian. Cornelius selalu menganggap semua permasalahan akan berakhir selesai dengan kematian. Dia tidak memikirkan kematian seseorang pasti akan memberikan duka kepada orang-orang terdekatnya.


Seperti yang dia alami dulu kematian ibu dan ayahnya memberi duka yang mengguncang kejiwaannya. Tapi dia tidak menyadari hal itu. sampai sekarang karena kehilangan sosok ayah dan ibunya yang begitu tragis, menjadikan Cornelius menjadi pria yang sangat kejam seperti saat ini.


Untuk melampiaskan amarah dan kekecewaannya, Cornelis pergi ke sebuah klub malam. Dia duduk di meja Bartender dengan wajah datarnya, menatap gelas kecil di tangannya yang dipenuhi dengan alkohol. suara musik yang begitu keras menemani kesendirian Cornelius.


Walaupun dia sudah banyak minum. Tapi kesadarannya masih terjaga Cornelius meneguk, segelas alkohol yang sudah disediakan oleh seorang bartender dan waitress kepadanya.


Dia mengambil botol alkohol yang ada di samping, iya tangannya menuangkannya ke gelas kecil yang ada di tangannya. Tiba-tiba seorang wanita cantik yang berpakaian seksi datang menghampiri Cornelius.


Tangan wanita itu mengelus paha Cornelius sembari berbisik. " Aku bisa menemanimu malam ini." ucap wanita cantik dan seksi itu menggoda Cornelius. Cornelius menoleh menatap wanita yang tersenyum kepadanya.

__ADS_1


"Pergi dari sini! ucapnya menoleh mengacuhkan wanita itu, yang berusaha menggodanya. Wanita itu tidak mendengarkan perkataan Cornelius. Dia masih mencoba menggodanya tangannya yang ada di perlahan menggeser ingin menyentuh bagian adik kecil Cornelius, yang terkurung di dalam.


"Ahhhhk ....


Wanita itu menjerit kesakitan, sebelum tangan wanita itu sampai ke sana tangan Cornelius yang kekar berurat, lebih dulu mencekik leher wanita itu. Membuatnya kesakitan dan sulit bernafas.


"Aku bilang pergi dari hadapanku. ucapnya dengan melotot dengan wajah marah melepaskan cekikannya. Wanita itu sontak berdiri memegang lehernya yang merah, karena bekas tangan Cornelius begitu kuat mencekiknya, hampir saja nyawa wanita itu melayang begitu saja malam itu.


"Dasar pria gila!" memang manusia setan." umpat wanita itu berbalik pergi dengan kondisi yang marah.


Di kamar kos Irene, duduk di lantai memegang handuk kecil yang tertempel di ujung bibir Aris yang terluka.


Aris tampak belum sadarkan diri, dia masih pingsan akibat pukulan pukulan yang diberikan Cornelius kepadanya. Jika dibandingkan dengan Cornelius, sungguh tidak tandingannya Aris.


"Sekarang dia ada di mana? batinnya tiba-tiba mencari keberadaan Cornelius.


"Apa dia sangat marah sekarang? Di saat dia memikirkan Cornelius, Aris tiba-tiba tersadar ia menoleh memegang pergelangan tangan dan tersenyum padanya.


Irene seketika berdiri menjauh dari Aris.


"Karena kau sudah sadar, Kau bisa pergi sekarang." ucapnya memalingkan wajahnya tak sudi rasanya menatap lelaki yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Perlahan Aris bangkit duduk di sofa menahan nyeri luka di wajahnya, sembari memegang handuk yang dilepas Irene.


"Apa kau tega membiarkan aku pulang dengan kondisi seperti ini? Aris menunjukkan raut wajahnya kesakitan.


"Sebaiknya kau pulang sekarang, sebelum Cornelis kembali datang membunuhmu." ucapnya Ketus.


"Memangnya dia siapa?


"Kalau kau masih sayang dengan hidupmu, pergilah dari sini."


"Ada hubungan apa kau dengan pria itu? apa dia pacar barumu?


"Bukan


"Terus apa? atau jangan-jangan kau jadi simpanan pria itu?


"Tutup mulutmu!" Irene mengangkat jari telunjuknya dengan tatapan mata yang marah, tidak terima dengan tuduhan yang dilontarkan padanya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2