
"Kenapa kau bawa ke sini? kau kan bisa duduk di sana?" tanya Irene penuh selidik
"Karena Aku tak ingin jauh darimu." ucapnya tersenyum menatap Irene.
Irene memalingkan pandangannya, menatap makanan yang ada di meja itu.
Ia tampaknya malu dengan perkataan Cornelis. Senyuman kecil tiba-tiba muncul di pipinya, tapi senyuman itu tidak bertahan lama. "Apa yang aku pikirkan, dia hanya bercanda kenapa aku malah senang." batinnya.
"Kenapa kau diam? tanya Cornelius memecahkan keheningan.
"Tidak apa-apa. Ayo kita makan saja, Irene mengalihkan pertanyaan Cornelius. Dia tidak mau sampai Cornelius jadi senang karena dia memikirkan perkataannya.
Dari sekian banyak menu makanan yang tersedia, Irene hanya memakan menu makanan yang biasa ia makan saat berada di restoran termasuk spaghetti dan salat yang disediakan di sana.
Irene tampak menikmati makanan yang sedangkan Cornelis menaikkan tangannya setinggi kepala memanggil wanita yang berdiri di depan pintu.
"Ada apa Tuan? ucap wanita itu membungkuk di samping Cornelius.
Cornelius pun berbisik pada pelayanan itu Irene yang sedang makan memalingkan pandangannya ke Cornelius Dan pelayan itu.
__ADS_1
"Apa yang sedang mereka bicarakan batin Irene penasaran. Irene yang ingin mendengar percakapan mereka perlahan mendekat menguping pembicaraan Cornelius.
Tapi belum sempat mendengar perbincangan mereka, Cornelius berpaling melihat wajah Irene mendekatinya.
Kau ingin tahu apa yang aku bicarakan pada pelayan itu? ucapnya dengan tatapan tajam.
"Tidak, jangan terlalu percaya diri banget aku." cuman mau ambil makanan itu kok." ucapnya buru-buru mengambil piring yang berisikan buah yang di samping piring Cornelius. Lalu kembali dengan posisi lurus tegak menghadapi makanannya.
Cornelius tersenyum melihat Irene yang salah tingkah di depannya. Cornelius meminta pelayan di sampingnya pergi dari ruang VVIP sebelum meninggalkan ruangan itu dia menutup kedua pintu.
Membiarkan kedua pasangan yang baru membangun hubungan mereka. Untuk menghabiskan waktu bersama dengan hidangan spesial yang sedangkan oleh koki terbaik yang ada di restoran itu.
Irene tampak sudah menghabiskan menu makanan yang ada di hadapannya. Sedangkan Cornelius masih belum menyentuh apapun. Cornelius tampak bahagia bisa duduk makan bersama seperti ini.
"Sayang banget kalau makanan sebanyak ini nggak dimakan. Aku mau makan kalau kau menyuapiku." ucapnya tersenyum.
Kedua tanganmu masih utuh kan aku tidak perlu menyuapi mu.
"Kalau begitu aku tidak akan makan.
__ADS_1
"Tidak perlu ngambek seperti itu seperti anak kecil. Terserahlah kalau kau tidak mau makan lanjut menikmati makanan hidangan lainnya.
Wajah Cornelius tanpa kusut melihat Irene makan sendiri.
Tiba-tiba irene berbalik menyodorkan sendoknya. Ayo dimakan.
Tanpa pikir panjang Cornelius, makanan yang disebabkan padanya senyum kecil kembali muncul di wajahnya. Suasana hatinya kembali membaik.
"Nggak usah senyum-senyum." ucapnya kembali menyuapi Cornelius.
"Kunyah saja makananmu, kalau kau senyum-senyum terus aku tidak akan menyuapi mu lagi.
Wajah Cornelius berubah datar mengikuti ucapan Irene. Tapi kali ini Irene yang senyum-senyum sendiri.
Dia merasa lucu melihat Cornelius yang gampang terpengaruh dengan perkataannya. Cornelius menyentil hidung apa yang kau pikirkan?
Irene mengusap hidung sambil berkata. "Kau gampang sekali terpengaruh." ucapnya sambil tersenyum.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓