Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 44.BUNGA TAHI AYAM _GKMBM


__ADS_3

"Bos tenang saja, aku berjanji akan bersikap baik pada pria itu."ucapnya sambil tersenyum paksa.


"Baguslah, Kau sekarang bisa kembali bekerja. wajah Tuan Mahesa yang murung seketika lenyap bersamaan dengan munculnya senyuman di wajahnya.


Irene berbalik pergi keluar dari ruangan itu. Tapi Tuan Mahesa memanggilnya sebelum Irene membuka pintu. "Tunggu!"


"Iya Bos!


"Jangan terlalu capek, kalau kau capek kau bisa minta bantuan dengan karyawan lain."


"Baik bos!"


Irene keluar dengan wajah terheran-heran kembali ke tempatnya. Duduk merebahkan tubuh ke punggung kursi memikirkan Cornelius yang tidak ada tandingannya.


"Sebesar apa kuasa yang dimiliki pria itu? kenapa dia selalu membuat orang-orang ketakutan padanya?."Irene membatin


Lamunan Irene seketika dihancurkan dengan suara seorang wanita yang memegang bunga."Nona ada kiriman bunga untuk anda!"ucap wanita berparas cantik dan anggun itu kepada Irene.


"Aku? Irene mengangkat telunjuknya kepada dirinya sendiri.


"Iya ini untuk Nona, katanya untuk karyawan yang bernama Irene,"


"Tapi siapa yang mengirimnya?


"Maaf Nona, tapi saya tidak mengetahuinya. wanita itu meletakkan bunga itu di meja kerja Irene lalu pergi begitu saja.


Irene menatap bunga itu dengan tatapan tidak senang, sambil mengambil kartu ucapan yang ada di atas bunga itu.


"To Irene.

__ADS_1


"Have a nice day


"I love you my darling


from Cornelius.


Irene meletakkan kartu itu, di meja kerjanya lalu tangannya berpindah meremas buket bunga itu membuangnya ke tong sampah dengan mimik wajah kesal.


"Apa Dia tidak punya otak mengirimkan ku bunga tahi ayam. Irene mengerutkan dahinya tidak mengerti dengan jalan pikiran Cornelius.


"Memangnya tidak pernah mengirimkan wanita bunga apa? Kenapa dia bisa terpikir mengirimkan bunga tahi ayam? tanya Irene di dalam hati. Padahal dirinya sendiri yang mengatakan kepada Cornelius kalau dirinya menyukai bunga tahi ayam, karna kesal kepada Cornelius.


"Dari ribuan jenis bunga yang indah, Kenapa bunga tahi ayam dia berikan kepadaku? Apa dia ingin menghina Aku." ucapnya kesal tidak terima.


Memberi bunga tahi ayam sama saja menghina dirinya.


"Dia bilang mencintaiku, tapi memberikanku bunga tahi ayam seperti ini. Bukannya kirim bunga Ros atau bunga mawar malah kirim bunga tahi ayam.


Irene menghela nafas berat, memegang dan memijat memijat keningnya. kepalanya terasa pusing mencium aroma bunga tahi ayam itu.


"Kenapa ada pria bodoh sepertinya." pekik Irene meremas rambutnya.


Si sisi lain, Cornelius yang ada di dalam mobil tampak tersenyum bahagia. Karena sudah mengirimkan bunga kesukaan gadis kecil kesayangannya. Sesuai dengan perkataan Irene sebelumnya saat mereka bersama di kamar kos yang selama ini ditempati Irene.


"Dia pasti menyukai bunga itu."Cornelius membatin membayangkan betapa bahagianya Irene, mendapatkan bunga tahi ayam yang ia kirimkan. Melalui salah satu karyawan yang bekerja di kantor tempat irene bekerja.


Irene yang tidak kuat dengan bau tahi ayam itu, mengambil bunga itu membawanya pergi dengan kondisi penuh amarah dan rasa jengkel yang luar biasa.


Dia keluar dari perusahaan, membuang bunga tahi ayam pemberian Cornelius ke tong sampah yang ada di belakang perusahaan.

__ADS_1


"Enyah kau dari muka bumi ini." ucapnya kesal kembali masuk ke dalam ruang kerjanya.


"Di sebuah restoran tampak ada Aris dan Maya yang duduk di meja bagian pojok restoran. Wajah Aris penuh dengan beberapa luka lebam di mata kanan, ujung kiri bibirnya.


Maya melihat itu menampakan wajah sedihnya, peduli dengan pacarnya itu. Dia menanyakan apa yang terjadi dengannya. "Sayang kenapa wajah tampanmu berubah seperti ini?


"Sayang ada apa denganmu kenapa kamu diam?


Aris tampaknya masih marah, karena Maya yang meninggalkannya malam itu


"Sayang Apa kau masih marah kepadaku.


"Menurutmu apa Aku tidak marah di saat aku lagi susah, kau malah meninggalkanku dan membiarkanku dihajar oleh pria pria itu habis-habisan."Jawab Aris dengan Ketus.


"Sayang malam itu aku takut, jadi aku kabur tapi aku kembali kok kesana. Tapi kau dan para pria itu sudah menghilang." ucapnya meremas tangan Aris yang ada di atas meja.


"Sayang aku benar-benar takut malam itu mengertilah.


"Aku janji padamu aku tidak akan meninggalkanmu." ucapnya membujuk Aris agar amarah Aris padanya reda.


Tapi tampaknya rayuan Maya tidak mempan harus melepaskan tangan maya. "Biarkan aku sendiri. Kita tidak perlu bertemu dulu." ucapnya berdiri dari kursinya berbalik pergi meninggalkan Maya seorang diri di restoran itu.


Hari ini Aris tidak masuk kerja, dia mengambil izin dari perusahaan karena sakit. Di siang hari itu, Maya datang ke kamar kos Aris. Tapi dia mengajak maya pergi ke restoran yang letaknya tidak jauh dari kamar kost Aris.


Karena suasana hati sedang tidak baik, dia mengacuhkan Maya begitu saja. Membiarkan wanita itu sendirian di restoran sedangkan dirinya kembali ke kamar kosnya.


Bersambung...


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2