
"Aku tidak akan mengampunimu kau harus mati di tanganku! berani kau menyentuh wanitaku.
"Berdiri kau brengsek!"teriak Cornelius mengangkat kerah baju depan Aris. Tangan Cornelius begitu besar menghantam wajah Aris. Memukul rahang Aris. Karna begitu emosinya, Cornelius menentang perut Aris dengan lututnya berulang-ulang tanpa jeda.
Membuat Aris menjerit kesakitan. Tetapi karena di seolah tidak peduli. Tidak sampai di situ, Aris kembali mendapatkan pukulan di matanya dan satu tendangan besar sampai membuat tubuhmu terpental di dinding kamar hotel. Dimana Aris sudah mempersiapkan segalanya.
Cornelius kembali menghantam tubuh Aris yang sudah tidak bisa melawan Cornelius lagi. Cornelius yang belum puas menghajarnya. Menarik rambut Arif membenturkan kepalanya ke dinding berulang-ulang.
"Brengsek!, berani kau menyentuh wanitaku itu artinya kau menghantarkan nyawamu kepadaku." teriaknya marah menghantamkan kepala Aris tanpa belas kasihan.
Benturan yang menghantam jidat Aris membuat banyak darah mengalir turun.
Cornelius dengan membabi buta menghajar Aris sampai Aris berbaring di lantai tak berdaya. Dengan keadaan mata yang sipit karena bengkak akibat pukulan yang diberikan oleh Cornelius kepadanya.
Amarah Cornelis kali ini, berkobar seperti api yang akan menghanguskan semua apapun yang ada di sekelilingnya. Tubuh Aris dipenuhi dengan pukulan Cornelius walaupun begitu Cornelius belum juga selesai menghajarnya.
"Ini belum seberapa. Kau akan mendapatkan hukuman yang jauh lebih setimpal." ucap Cornelius berdiri menatap Aris yang perlahan kehilangan kesadarannya.
"Cornelius.."
suara yang dibarengi dengan tangis membuat hati Cornelis sakit. Dia menoleh ke belakang melihat Irene yang menangis memanggil namanya.
"Cornelius.."Panggil Irene sambil terus menangis sesenggukan. Cornelius langsung berlari ke tempat tidur yang berukuran King size itu, sambil melepaskan jasnya menutupi tubuh bagian depan irene.
"Aku di sini sayang. Dia tidak akan berani menyentuhmu." ucapnya memeluk tubuh irene. Irene menangis dalam pelukan Cornelius. Memeluk Cornelius dengan gemetaran.
"Tolong bawa aku bersamamu." ucapnya sambil menangis Cornelius langsung mengangkat tubuh Irene dalam pelukannya membawanya pergi dari kamar itu.
__ADS_1
Di luar kamar, ada anak buah Cornelius yang menunggu di luar bersama Lisa. Saat Cornelius keluar mereka masuk ke dalam kamar untuk menangkap Aris. Sesuai dengan perintahnya sebelumnya.
"Kakak apa yang terjadi padanya?" ucap Lisa sambil mengikuti Cornelius dari belakang.Cornelius yang kondisinya lagi marah, tidak memperdulikan pertanyaan Lisa. dia terus berjalan melewati kamar-kamar hotel di lorong itu.
Efek obat perangsang yang di dalam tubuh Irene masih belum lenyap. Sampai saat ini Irene tanpa sadar dalam pelukan Cornelius mengangkat kepala mencium leher Cornelius. Cornelius sama sekali tidak mengetahui kalau Irene dalam keadaan pengaruh obat perangsang. "Ada apa dengan mau?" tanya Cornelius kebingungan
"Tolong bantu aku, tubuhku sangat tidak nyaman." Bisiknya dengan suara penuh hasrat. Melihat sikap Irene yang seperti itu, Cornelius langsung tahu kalau Irene saat ini di bawah pengaruh obat perangsang yang diberikan Aris kepadanya.
"Beraninya dia menggunakan obat itu padahal Wanitaku." batinnya. Cornelius mengecup kening Irene sambil berkata, tunggu sebentar lagi aku akan menghilangkan rasa tidak nyaman mu itu.
"Lisa!" teriak Cornelius
"Iya, ada apa Kak?
"Pesan kamar hotel, lantai ini sekarang juga. perintah Cornelius kepada Lisa
"Jangan banyak tanya. lakukan saja apa yang Aku perintahkan paham
"Baik kak."
Lisa mengeluarkan ponsel miliknya, menghubungi pihak hotel meminta tolong agar mereka menyiapkan kamar kosong di lantai 5 sekarang juga.
Setelah berbicara sekitar satu menit, akhirnya pihak hotel bersedia naik ke lantai lima untuk membawa kunci kamar yang dipesan oleh Lisa .
Beberapa menit lagi, pihak hotel akan datang membawa kunci kamar yang aku pesan." ucap Lisa kepada Cornelius. Kita sebaiknya menunggu di sana sambungnya.
"Di kamar berapa?
__ADS_1
"Kamar 102 Kak.
Cornelius melanjutkan langkah pergi ke kamar hotel, yang dikatakan oleh Lisa kepadanya. Sesampai di sana, pelayan Hotel sudah berdiri di depan pintu menunggu kedatangan mereka.
"Buka pintunya! ucap Cornelis berjalan mendekati pintu kamar hotel yang sudah disediakan oleh pihak hotel untuk mereka.
Pelayan Hotel itu langsung membuka pintu. Cornelius pun masuk sambil menarik kunci keluar dari lubangnya, dan satu kakinya menarik pintu sampai membuat pintu itu tertutup di depan Lisa dan pelayan itu.
Lisa dan pelayan itu saling melirik, lalu berbalik pergi. Saat masuk ke dalam kamar, tubuh Irene semakin tidak nyaman. Dia menarik kemeja Cornelis sampai membuat kancing baju Cornelis terlepas.
"Cornelius aku tidak kuat lagi,jeritnya meremas kemeja Cornelius.
Cornelius yang melihat Irene keringat dingin, mau tidak mau dia harus melakukannya. Hanya itu yang bisa dia lakukan untuk menyelamatkan Irene yang dalam kondisi pengaruh obat perangsang. Kalau ia tidak melakukannya maka dapat berakibat fatal untuk Irene.
Dengan terpaksa Cornelius membaringkan Irene di atas ranjang. Dia mulai membuka kancing bajunya satu persatu. memperlihatkan dada bidang miliknya yang begitu kekar. Dengan di bagian perutnya terbentuk roti sobek yang membuat setiap kaum hawa akan terpesona melihatnya.
Cornelius melepaskan bajunya. menjatuhkannya ke lantai, otot perut yang berbentuk seperti roti sobek itu terpampang jelas.Dia naik ke atas tempat tidur, menarik tubuh irene mencium bibirnya dengan lembut. Irene tampak berlawanan membiarkan Cornelius ******* bibirnya sampai ke dalam.
Tangan Cornelius mulai melepaskan baju milik irene. Irene yang sudah tidak bisa menahan hasrat yang tinggi akibat obat perangsang, ikut masuk ke dalam permainan Cornelius. Bibirnya juga mulai bergerak membalas kecupan yang diberikan Cornelius.
Tangan Cornelius mulai bergerak menyentuh tubuh sensitif Irene. Suara yang tidak pernah keluar dari bibirnya, akhirnya keluar menggema di dalam kamar itu. Cornelius memindahkan bibirnya turun dari dari bibir hingga ke jenjang leher milik Irene. Hingga sudah beralih ke bagian gunung kembar milik Irene
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1