Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 113. AYAH MERTUA _GKMBM


__ADS_3

Malam semakin larut tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Dan mereka masih duduk mengobrol di sana. Cornelius beranjak dari sofa


"Waktu sudah menunjukkan jam 03.00 dini hari, sebaiknya kita semua istirahat dan membahas masalah ini besok pagi."ucap Cornelius kepada Tuan Bernando dan yang lainnya.


Setelah Tuan Bernardo memberikan cincin permata dan flash disk berisikan bukti-bukti kejahatan yang dilakukan oleh Tuan Thomson beserta komisaris polisi yang bekerja sama dengannya.


Tuan Bernando tampak menganggukkan kepalanya setuju dengan saran Cornelius.


"Iya, Ayah pasti sudah capek.


Mereka semua berdiri tempat duduk pergi tapi hanya Tuan Bernando yang tidak berdiri.


Irene berbalik ke belakang bertanya kenapa ayahnya tidak berdiri Ayo kita pergi tidur.


"Kalian pergi saja. Aku tidur di sini.


Cornelius Langsung angkat bicara mendengar calon ayah mertua malam ini tidur di sofa.


"Ayah Mertua jangan tidur di sofa, Aku punya banyak kamar di rumah ini. Silakan ayah pilih mau tidur di lantai bawah atau di atas.


"Ayah mertua! ucap Tuan Bernando kaget menoleh ke arah Irene.


Irene langsung pergi ke samping Cornelius menutup bibir Cornelius membuatnya marah. "Dia hanya salah bicara ayah."ucapnya tersenyum dengan tangannya mencubit kulit perut Cornelius


"Issshhh."jerit Cornelius menoleh ke arah Irene, wajah tanpa kesakitan mendapatkan cubitan pedih dari gadis kecilnya.


"Iya kan."ucap irene mengedipkan matanya memaksa Cornelis mengatakan iya.


"Iya Tuan, Maaf aku salah bicara tadi. maksudku ayahnya Irene."


"Salah ngomong tapi nyebutnya dua kali."ucapnya dengan tatapan mata yang serius.


Irene pergi duduk di samping ayahnya.

__ADS_1


"Tidak usah dipikirkan ayah, dia memang suka begitu orangnya suka bercanda ucapnya sambil nyengir kuda.


"Sebaiknya kita pergi tidur ayah" Irene merangkul lengan ayahnya memaksa ayahnya bangun dari sofa.


Irene dan ayah melewati Cornelius Irene menoleh ke samping berbicara tanpa suara.


"Carikan Ayah kamar aku tidak tahu.


dia bicara berulang-ulang sampai akhirnya paham dengan apa yang dikatakan Irene.


Walaupun dia sempat bingung, Cornelis pun langsung jalan di depan mereka. Irene dan ayah berjalan di belakang Cornelius mengikutinya. Cornelius mengantarkan Tuan Bernardo di kamar kosong yang letaknya di lantai bawah.


Dia membuka pintu kamar itu memperlihatkan sebuah kamar rapi dan kamar yang sangat luas.


"Tuan bisa istirahat di sana, Kalau Tuan ingin mandi dulu, di dalam juga ada kamar mandi. nanti Timoty akan membawakan baju ganti untuk Tuan."Cornelius menoleh ke samping menatap Timoty


"Baik Tuan." Timothy langsung berbalik pergi mencari baju ganti untuk Tuan Bernando.


"Kalau Ayah butuh sesuatu bilang saja pada aku. Aku tidur di lantai atas." ucapnya tersenyum melepaskan tangannya dari lengan ayahnya.


"lantai atas." Tuan Bernando merangkul bahu Cornelius menjepitnya. Kau temani aku tidur. ucap Tuan Bernando melototi Cornelius.Irene memang pergi wajahnya tertawa melihat Cornelius akan tidur dengan ayahnya.


"Tapi....."


Tidak ada tapi tapi ya." ucapnya sambil menarik masuk ke dalam kamar. Irene berdiri di depan pintu tersenyum. Cornelius menoleh ke belakang bicara tanpa suara dengan Iran


"Tunggu Aku.


Irene menggelengkan kepalanya, tersenyum menarik gagang pintu menuju kamar untuk sambil melambaikan tangannya pada yang Cornelis tak mau tidur bersama ayahnya. Dia maunya tidur bersama Irene bukannya sama calon mertuanya.


Di kota Santa Barbara, di kediaman rumah Tuan Thomson. Di ruang kerjanya, tampak Tuan Thomson yang sedang duduk merokok. Tuan Thomson tampak sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya sampai tidak bisa tidur.


Sudah hampir satu bulan pencarian Tuan Bernando dilakukan oleh anak buah Cornelius. Tapi belum ada informasi apapun terdengar di telingaku.

__ADS_1


"Cornelius sudah memberikan sejak terakhir kali kita bertemu apa aku perlu mencari bantuan orang lain."


"Aku bisa membuat kerjasama dengan Tuan Jason. orang ini juga salah satu orang hebat.


Tuhan Thomson berencana untuk meminta bantuan Tuan Jason untuk mencari Tuan Bernardo karena Cornelius belum juga memberikan informasi apapun tentang keberadaan Tuan Bernando sampai sekarang.


Di kediaman Cornelius


Di kamar Tuan Bernando, Cornelius tampak duduk di kursi menyandarkan kepalanya. Pusing bagaimana dia bisa keluar dari kamar itu.Sedangkan Tuan Bernando mengunci pintu dan kunci itu ada di genggaman Tuan Bernando.


Cornelius mengangkat kepalanya melihat kekasur dan memperlihatkan Tuan Bernardo yang sudah tertidur pulas dan telapak tangan Tuan Bernando masih mengepal kunci itu.


"Orang tua menyebalkan." ucapnya kesal.


Tiba-tiba Tuan Bernando bangun dengan posisi duduk. Cornelius seketika bangkit dari kursi kaget. Dia langsung membungkuk badan meminta maaf. "Maaf aku salah ngomong." ucap Cornelius


Cornelius melihat ke kasur Tuan Bernando tampak diam dengan matanya yang tertutup. "Mengapa saat melihat Tuhan Bernando kembali tertidur. Ternyata Tuan Bernando duduk, bukan karna mendengar ucapan Cornelius. Melainkan Tuan Bernardo sudah biasa bangun tengah malam seperti itu.


Cornelius menarik nafasnya.Ternyata Tuan Bernando tidak mendengar perkataannya. Cornelius kembali duduk di kursi, menyandarkan kepalanya.


"Irene sekarang lagi apa ya? Apa dia sudah tidur?


Di kamar irene sudah tidur nyenyak dengan selimut menutupi tubuhnya. Sedangkan Cornelius yang mengantuk memangku kepalanya di telapak tangannya. Dia ingin tidur tapi dia merasa geli kalau tidur satu kasur dengan pria.


Karena itu Cornelius Pergi mengambil selimut dari dalam lemari dan mengambil bantal di tempat tidur. Dia mendingan tidur di lantai, daripada di atas kasur walaupun lantai terasa sedikit dingin


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏


sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain

__ADS_1


" Hasrat Tuan Muda Arogant"


__ADS_2