
Irene saat itu juga langsung mentransfer uang sebesar 20 juta ke rekening milik Tuan Jennifer. Yang mana Sudah beberapa hari belakangan ini Tuan Jennifer menjadi incaran sang rentenir. Tuan Jennifer dan istrinya bernapas lega. Karena putrinya kesayangannya sudah dapat membantu mereka terlepas dari jeratan hutang dari sang rentenir.
Awalnya Tuan Jennifer hanya meminjam uang sebesar 10 juta, tetapi ia terpaksa mengembalikan uang itu sebesar 20 juta Karena suku bunga yang diberikan oleh sang rentenir cukup besar.
Sesuai dengan janji Tuan Jennifer kepada sang rentenir, Tuan Jennifer pun harus segera berpamitan kepada Irene untuk segera kembali ke daerahnya yang mana hari ini terakhir sekali Tuan Jennifer mendapat kesempatan membayar hutang-hutangnya kalau tidak rumah yang selama ini mereka tempati akan menjadi hak milik sang rentenir.
Setelah kepergian Jennifer Dan istrinya tampak Irene bernapas lega. Saat ini ia bisa membantu mengurangi beban kedua orang tuanya.
"Tidak apa-apa lah, tabungan Ku habis. untuk membantu kedua orang tuaku." gumam Irene dalam hati sambil menatap kepergian kedua orang tuanya.
****
Malam harinya Cornelius kembali ke kamar kost yang selama ini ditempati oleh Irene. Dia datang ke sana untuk melihat Bagaimana keadaan Irene. kerena dia meninggalkan Irene dalam kondisi sedih. Cornelius kini berdiri di depan pintu kamar kost Irene. Perlahan membuka pintu itu.
Dia masuk ke dalam mencari Irene. Suasana tampak sepi di dalam kamar kos Irene. Membuat Cornelius diselimuti kecemasan, karena tak melihat Irene berada di kamar kosnya. Ia menelisik seisi ruangan berharap dia ada di sana.
"Kemana dia pergi malam-malam seperti ini?
Irene tidak henti-hentinya membuat Cornelius cemas akan keselamatannya. Dia kembali menghilang Entah kemana perginya. "Wanita ini benar-benar membuat kepalaku pusing pekiknya kesal membanting pintu kamar Irene.
Cornelius keluar dari kamar kost Irene, sambil menempelkan ponsel di telinga menghubungi seseorang. Dia berjalan begitu cepat sambil berbicara di dalam sambungan telepon selulernya."Apa Irene bersama kalian?
Rina yang berada di tengah-tengah keramaian, berjalan menjauh dari kerumunan orang-orang yang sedang berjoget diiringi musik terdengar begitu nyaring sampai membuat Rina pergi dari sana. Agar bisa menjawab telepon seluler dari Cornelius.
"Siapa ini? Rina berhenti di depan pintu masuk sambil menutup telinganya sebelah.
"Aku Cornelius. dimana Irene? apa dia bersamamu? ucapnya dengan nada suara tinggi.
__ADS_1
"Dari mana kau tahu nomor ponselku?" tanya Rina kaget
"Tidak perlu banyak bertanya. Jawab saja pertanyaanku kalau kau masih ingin tenang." bentaknya. Ancaman yang dilontarkan Cornelius membuatnya mau tidak mau harus mengatakan bahwa Irene memang bersamanya.
" Ia dia bersamaku.
"Di mana kalian sekarang?
"Kita berada di klub yang lokasinya tidak jauh dari kamar kost Irene. Cornelius langsung mematikan sambungan telepon selulernya berlari masuk ke dalam mobil miliknya.
Sedangkan Rina berbalik melihat Irene yang jauh disana duduk di depan meja tender club dengan kondisi yang sudah mabuk. Tapi masih bisa meminta mereka untuk memberikannya segelas whisky. Padahal selama ini ia jarang sekali meminum alkohol.
"Bagaimana ini aku sudah berjanji pada Irene tidak akan memberitahu siapapun.
pria itu malah akan ke sini." gumam Rina
"Minta lagi!" ucap Irene dalam kondisi yang sudah mabuk. Rina menarik gelas dari tangan Irene.
"Sudah cukup minumnya, kau sudah mabuk berat Irene." ucap Rina kepada Irene
"Diam!" bentak Irene menarik gelasnya kembali dalam genggamannya.
Dia kembali menghabiskan whisky itu
"Ahhh" ucapnya sambil meletakkan gelas kaca itu sampai membuat suara benturan antara kedua meja tender dengan gelas yang ia gunakan untuk meminumnya.
Irene menopang dagunya dengan kedua tangannya. "Kenapa hidupku seperti ini? ratapnya sambil meniup helaian rambutnya yang hampir menutupi setengah wajahnya.
__ADS_1
"Kenapa mereka semua memperlakukanku seperti ini? Apa salahku kepada mereka? ucapnya marah meletakan kepalanya di meja memutar-mutar gelas di depannya. Rina membantu Irene mengangkat bahu Irene membalikan posisinya seperti semula.
"Irene kita pulang saja ya. Sudah cukup minumnya. Sebentar lagi Cornelius akan datang ke sini." ucapnya merangkul Irene membantunya berdiri dari kursi.
Irene yang di bawah pengaruh alkohol melepaskan tangan Rina dengan kasar. berteriak pada temannya.
"Aku tidak mau pulang. Aku mau di sini!"
Dia kembali duduk menundukkan kepalanya rambutnya yang halus jatuh menutupi wajahnya
"Ia duduk memutarkan tubuh di atas kursi.
"Gila, Irene kalau mabuk kayak anak-anak." batin Rina.
"Irene Ayo kita pulang!"Cornelius akan datang ke sini.
"Irene mengangkat wajahnya berdiri dari kursi memicingkan matanya membungkuk di depan Rina. "Pria brengsek itu sudah mengambilnya dariku. Aku akan menghajarnya. Dimana kau pria brengsek!" teriak Irene berputar di tempat mencari Cornelius.
"Apa yang dia ambil dari mu?" tanya Rina penasaran maksud perkataan Irene.
aku yang memberikannya. Irene jongkok duduk memeluk lututnya sambil mengulangi kalimat yang sama. Aku yang memberikannya." ucapnya dengan suara yang sedih.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1