Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 157. KABAR IRENE_ GKMBM


__ADS_3

Beberapa hari kemudian setelah pertemuan Nyonya Brigez dengan Tuan Bernardo. Kini kondisi kesehatan Tuan Bernando semakin membaik. Dan dokter Aliando sudah dapat memastikan Kalau Tuan Bernando dapat kembali ke rumah. Tetapi Tuan Bernando harus selalu kontrol ke rumah sakit memeriksa kondisi kesehatan bagian ginjal miliknya.


"Sayang, akhirnya ayah bisa pulang. Aku bahagia sekali, dapat berkumpul kembali seperti dulu." ucap Irene kepada Cornelius.


"Iya sayang, akhirnya kita dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi terhadap keluarga ku dan juga keluarga mu. Entahlah ini suatu kebetulan atau tidak.


Yang pasti aku sangat bersyukur dapat bertemu dengan gadis secantik kamu, yang mempu memporak porandakan hatiku. Apa kamu tahu betapa bahagianya hatiku saat ini. Aku ingin pernikahan kita dipercepat sayang."ucap Cornelius kepada Irene sambil meraih tubuh Irene kepelukannya.


"Sudah, sabar sayang. Kan tinggal menunggu hari? ucap irene sambil mengembangkan senyumnya.


"Persiapan acara pernikahan kita sudah rampung 90 persen sekarang tinggal kamu nya mempersiapkan diri menjadi Nyonya Cornelius.


"Tanpa kamu minta, Irene sudah siap menjadi Nyonya Cornelius karena Irene sangat mencintai Cornelius jauh dari lubuk hati Irene sendiri."


"Benarkah sayang?


"Kau tidak membohongiku kan?


"Aku tidak pernah membohongimu, percaya sama aku Aku sangat mencintaimu." sahut Irene


Di saat yang bersamaan, tepatnya di kantor Mahesa Group, Terlihat Rina dan Ricardo sudah sangat merindukan Irene. Karena beberapa minggu belakangan ini, Irene sama sekali tidak pernah pergi ke kantor. Bahkan terakhir kabar mereka dengar kalau Irene tidak bekerja di kantor Mahesa group lagi.


Hal itu membuat kedua sahabat itu ingin segera bertemu dengan Irene. Kali ini Rina meraih ponselnya yang berada di tas sandang miliknya berniat mencari nomor ponsel milik irene, di list contact ponselnya.


Setelah Rina menemukan nomor ponsel milik Irene. Ia langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Irene. Tetapi sayangnya nomor yang ia hubungi sudah tidak aktif lagi.

__ADS_1


Membuat Rina sedikit kecewa karena dirinya tidak dapat menghubungi irene. Padahal Ia berencana ingin bertemu dengan Irene bersama Ricardo di tempat biasa mereka nongkrong. Sudah sangat lama mereka bertiga tidak nongkrong bareng.


"Bagaimana, apa dia tidak mengangkat sambungan telepon selulermu?" tanya Ricardo menghampiri Rina.


Rina menaikkan bahunya.


"Kenapa?


"Nomor ponsel Irene tidak aktif. Aku mengkhawatirkan kondisinya.


"Apa kamu memiliki nomor ponsel Cornelius? tanya Rina kepada Ricardo. Berharap Ricardo memiliki nomor ponsel milik Cornelius. Ricardo pun menaikkan bahunya, kalau nomor ponsel milik Cornelius tidak ada di list kontak ponselnya


"Aduh, jadi kalau begini Apa yang harus kita lakukan? aku sangat mengkhawatirkan Irene." ucap Rina kepada Ricardo.


" Bukan hanya kamu yang merindukan Irene.


"Jadi kita harus mencaritahu mulai darimana?


"Aku rasa, lebih baik kita cari di kost nya saja." ucap Ricardo


"Ya sudah kita langsung kesana saja. kebetulan aku juga bawa motor." ucap Rina


Rina dan Ricardo berlalu dari kantor Mahesa group. Dengan menggunakan motor matic mereka masing-masing, menuju rumah kost Irene yang selama ini ditempati Irene selama bekerja di Mahesa Group.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit menuju rumah kost Irene, akhirnya Rina dan Ricardo tiba di sana. Saat itu juga mereka mencari keberadaan Irene di sana. Tetapi saat mereka mencari hasilnya sama saja nihil tidak ada Irene di sana.

__ADS_1


Rina mencoba mencari informasi dari tetangga kost Irene. Kapan Irene terakhir sekali berada di rumah kost itu, yang ternyata Irene Sudah beberapa minggu tidak tinggal di kamar kosnya, tetapi seluruh barang-barangnya masih berada di sana. Membuat Rina dan Ricardo semakin bingung dan khawatir, ke mana sahabat dekat mereka pergi tanpa memberikan informasi kepada mereka berdua.


Di sisi lain, di sebuah kamar yang luas tepatnya di rumah utama Cornelius. Tuan Bernando sedang membaringkan tubuhnya. Sementara Nyonya Brigez, membantu Tuan Bernando, untuk segera dapat berbaring akibat pencangkokan ginjal yang dialami Tuan Bernardo. Sehingga Dirinya belum dapat leluasa bergerak.


"Maaf ya Sayang, aku sudah merepotkanmu." ucap Tuan Bernando. Karena dirinya merasa tidak berdaya di hadapan istrinya sendiri.


"Tidak apa-apa, lebih baik kamu Langsung istirahat. Ingat pesta pernikahan putri kita sudah tidak lama lagi. Jadi harus benar-benar istirahat.


Agar kamu dapat menghadiri pesta pernikahan putri kita, dan juga membantu putri kita, yang mana calon menantu kita ternyata putra dari almarhum sahabatmu sendiri." ucap Nyonya Brigez sambil mengembangkan senyumnya, menatap Tuan Bernando dengan tatapan penuh cinta.


"Kamu mau ke mana? temani aku di sini. jangan pergi lagi." mohon Tuan Bernando kepada Nyonya Brigez


"Aku tidak akan pergi ke mana-mana. Kamu tenang saja, aku akan tetap disini menjagamu.


"Rintangan dan cobaan semuanya sudah kita jalani. Jadi aku berharap kau jangan pernah pergi lagi dariku. Karena aku bisa sangat merindukanmu." mohon Tuan Bernando kepada Nyonya Brigez. Nyonya Brigez sama sekali tidak menjawab.


Ada kebahagiaan tersendiri di hati nyonya Brigez, mendengar pengakuan suaminya. Kalau suaminya sangat merindukannya. Jika suatu saat nanti, dia pergi lagi seperti sebelumnya. Tuan Bernando sudah tidak ingin dirinya kembali terpisah dari istrinya.


Aku tidak akan sanggup lagi, jika kau pergi meninggalkanku. Karena kau adalah jantung hatiku. Terima kasih atas apa yang sudah kamu lakukan kepadaku dan putri kita. Kau sudah banyak berkorban untuk keutuhan rumah tangga Kita. Aku minta maaf atas segala apa yang tidak berkenan di hatimu. Maafkan Aku." ucap Tuan Bernando


"Sudah Mas, tidak perlu diingat-ingat lagi. Yang penting sekarang, kondisimu bagaimana supaya cepat lebih baik? ucap nyonya Brigez sambil mendudukkan bokongnya di samping tempat tidur yang berukuran King size Itu. Tampak Nyonya Brigez, sangat takjub melihat kamar yang akan ditempati oleh Nyonya Brigez dan Tuan Bernando cukup mewah.Di sediakan oleh Cornelius untuk mereka.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya emak


__ADS_2