
Tuan Jason ternyata memiliki hubungan bisnis di negara Swiss dengan salah satu pengusaha kaya di negara itu. Tidak hanya Cornelius saja geng mafia yang menanamkan saham di negara itu. Ternyata Tuan Jason juga yang merupakan salah satu musuh bebuyutan Cornelius juga memiliki hubungan bisnis disana.
Di sebuah hotel bintang 5 di negara Swiss tepatnya di hotel Weisshorn yang lokasinya tidak jauh dari stasiun kereta api gantung Zermatt. Mobil yang ditumpangi oleh Cornelius, Irene dan anak buahnya berhenti di depan pintu masuk hotel.
Hotel ini merupakan hotel yang sudah dipesan khusus untuk Cornelius dan Irene selama mereka tinggal di negara Swiss.
Di depan pintu Hotel, sudah ada dua pelayan pria yang khusus menyambut kedatangan mereka semua.
Salah satu anak buah Cornelius turun dari mobil diikuti dengan Cornelius dan Irene yang keluar bersamaan dari mobil itu. Mereka berjejer di depan. Dan anak buahnya berdiri di belakang Cornelius, mobil pun pergi.
Kedua pelayan pria itu turun menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang di hotel kami Tuan Cornelius dan Nona Irene." ucap pelayan itu mempersilahkan Cornelius dan Irene masuk ke dalam hotel mewah itu.
Irene menoleh dan memperhatikan wajah Cornelius yang tampak datar. "Segitunya sampai di manapun Cornelius dihormati." gumamnya dalam hati.
Dia tidak tahu kalau pria yang mencintainya ini punya kedudukan yang membuatnya dihormati di tempat-tempat Cornelius pergi. kecuali orang-orang awam yang tidak mengenal dunia kriminal dan bisnis dan lingkungan Cornelius. Tentu saja Cornelius tidak akan mendapatkan hormat seperti ini.
Pasti Cornelius hanya akan dipandang seperti orang biasa pada umumnya, sama halnya seperti Irene saat bertemu pertama sekali dengan Cornelis. Irene menganggap Cornelius orang biasa seperti dirinya sendiri.
Dua pelayan pria itu mengawal rombongan Cornelis untuk sampai di kamar mereka masing-masing, sesuai dengan yang dipesan oleh anak buah Cornelius sebelumnya.
Pelayan yang mengantar mereka ini bukanlah orang sembarangan. Mereka diutus setelah perbincangan dengan atasan sebelumnya. Karena kedatangan Cornelius di hotel mereka tentu saja menjadi sebuah kehormatan bagi mereka. Dari pihak hotel sudah wanti wanti untuk menjaga informasi kedatangan Cornelius, di tempat mereka. Guna untuk menghindari musuh-musuh mengincar nyawa Cornelius setiap saat.
Permintaan seperti ini sudah sering dilakukan oleh pihak Cornelius di tempat lain. Demi menjaga keamanan perjalanan Cornelius. apalagi saat ini Cornelius melakukan perjalanan tidak sendiri melainkan dengan wanita pujaan hatinya.Rombongan Cornelis masuk ke dalam lift bersama-sama.
Di tempat lain di ujung kota Santa Monica, mobil Timothy bersama anak buahnya kini tengah berada di jalan raya yang di sekelilingnya adalah hutan-hutan sepanjang perjalanan.
Timothy duduk di kursi depan dengan satu anak buah yang duduk di kursi ke media dan 2 anak buahnya yang lain duduk di kursi belakang memegang lengan salah satu target mereka yang diminta oleh Cornelius, Ia tampaknya tak sadarkan diri setelah mendapatkan benturan keras dari tubuh Timothy.
Kedua tangan seseorang yang menjadi target group mafia Cornelius terlihat diikat dengan tali. Timothy menoleh ke belakang sambil meletakkan ponselnya di telinganya melihat kepala lelaki itu tertunduk ke bawah masih tak sadarkan diri.
__ADS_1
Tiba-tiba telepon tersambung kepalanya kembali menoleh ke depan sambil berbicara di telepon.
"Hallo Tuan ada kabar baik."
"Kabar baik apa? ucap Cornelius berada dalam lift dengan Irene yang berdiri di sampingnya bersama yang lain.
"Kami sudah berhasil menangkap pria yang menjadi target kita. Dia sudah ada di tanganku dan kami sedang dalam perjalanan kembali ke kota Santa Monica.
"Baguslah, tapi aku sedang ada di Swiss.
"Jadi bagaimana tuan?
"Tetaplah Kalian bawa pria itu. Sekap dia di ruang bawah tanah, saat aku sudah kembali aku akan datang melihatnya. Paham!"
"Baik Tuan.
Cornelius mematikan teleponnya, Irene penasaran bertanya.
"Siapa orang yang kau mau kurung di ruang bawah tanah?
Timothy sudah berhasil menangkapnya? ucap Cornelis kepada Irene
"Seorang pria ya? ucap irene dengan menarik nafas panjang, seolah-olah dadanya terasa berat mengucapkannya.
Perasaan tidak enak, tiba-tiba ikut berubah tidak enak enak filing tidak enak akan terjadi sesuatu.
"Kenapa perasaanku tiba-tiba cemas begini? aneh. Batinnya. Tiba-tiba saja Irene teringat kepada ayahnya dan ibunya yang sedang berada di kota kelahirannya. Sebelumnya ayahnya sudah datang untuk meminta bantuan kepada Irene membayar hutang-hutangnya. Dan Irene sudah melakukan itu semua, Tetapi semenjak ayahnya menerima uang itu, ayahnya tidak pernah memberi kabar Lagi kepadanya.
Mobil Timothy terus melintas di jalan raya Sampai sesuatu terjadi, mobil Timothy yang mereka tumpangi tiba-tiba seperti oleng.
ternyata pria itu Kini sudah sadarkan diri. pergelangan tangan naik menghantam wajah anak buah timothy dengan sikunya sampai membuat kedua kepala beradu dan terbentur ke jendela dengan keras.
__ADS_1
Timothy sontak langsung berbalik ke belakang. Ingin memukul pria itu, tapi kaki pria itu juga bersamaan naik menendang dada Timothy sampai ke kaca depan.
Brungk....
Kedua anak buah tiba-tiba bangun bersamaan pria itu langsung bergerak cepat, menghantam jidat pria yang ada di samping kirinya dengan kepalanya yang keras.
Sedangkan siku tangan kanannya menghantam dagu pria itu, sampai membuat kepalanya naik bertumpuk dengan atap mobil. Kedua kaki pria itu naik menendang kursi anak buah timothy yang mengemudikan mobil sampai anak buah Timothy kehilangan kendali, dan akhirnya masuk ke dalam hutan dan menabrak pohon besar.
Hingga terjadi benturan yang sangat hebat antara mobil dengan pohon yang kokoh berdiri. Membuat bagian depan mobil itu rusak dengan orang-orang di dalamnya terluka dan tak sadarkan diri.
Kecuali dengan pria yang masih punya setengah kesadaran, membuka pintu mobil mendorong anak buah Cornelius tak sadarkan diri ke samping. Keluar dari dalam mobil dengan menggunakan kakinya.
Pria itu langsung berlari dengan tubuhnya yang sempurna dan luka-luka yang ada di dahinya. Masuk ke dalam hutan lebih dalam. salah satu tempat aman untuk bersembunyi sekarang adalah hutan lebat yang ada di hadapannya.
Di dalam hutan pria itu terus berlari masuk ke dalam melewati ranting-ranting pohon yang menghalangi jalannya. Sampai sesuatu terjadi, kaki pria itu tidak sengaja tersandung dengan akar pohon besar yang membuatnya jatuh terguling masuk ke dalam jurang yang terjal.
Tubuhnya terguling-guling menghantamkan rerumputan kasar dan tumbuhan kecil yang ada di sana. Membuat luka lelaki itu menjadi semakin parah, tapi ia seolah tidak peduli. tubuhnya terguling sampai tangan meraih pohon yang dilewati tubuhnya.
Pria itu menarik nafas dengan terburu-buru dengan dada yang berdebar, ia menoleh melihat jurang yang terjal dengan bebatuan gunung besar menantinya.
Pergelangannya muncul seperti ingin memberontak, keluar karena ia Sekuat tenaga berpegangan di batang pohon agar tubuhnya tidak jatuh ke bawah. Pria itu dengan wajah yang merah dengan urat-urat yang keluar muncul di atas dahinya berusaha menarik tubuhnya yang berat naik ke atas.
Dengan tenaga yang masih tersisa, pria itu perlahan menarik tubuhnya sampai tangan kirinya meraih pohon yang dipegangnya. Ia menggulingkan tubuhnya ke atas dengan satu tarikan nafas panjang.
Pria itu membuang nafas kasar dengan jantung berdebar kencang, lelah berlari di dalam hutan yang tidak ada ujungnya.
Dia berbaring di atas tanah melihat ke atas langit biru dengan terik matahari yang membuat matanya menyipit melihatnya karena silau dipancarkannya. "Aku sudah lolos dari mereka setidaknya aku bisa istirahat sekarang."
Mata pria itu perlahan menutup dengan kesadarannya yang telah memudar. Pria itu tertidur dengan hembusan angin sejuk yang membuatnya terlelap dengan cepat.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓