
Ayo Irene kita pergi Nanti terlambat dan bos akan memarahi kita. ucap Rina membujuk Irene yang terdiam.
"Baiklah."
Irene dan Rina masuk ke dalam mobil anak buah Cornelius. Dan keempat pria yang mengganggu Irene dibawa Pergi dengan mobil lain, ke suatu tempat di mana semua orang-orang yang menyerang atau musuh yang ditangkap anak buah Cornelius disekap.
Tempat itu biasa disebut markas penyiksaan memberikan hukuman kepada orang-orang yang berkhianat kepada Cornelius dan juga musuh-musuh Cornelius.
Di dalam perjalanan menuju kantor irene yang duduk di kursi depan, dia mengajukan pertanyaan kepada anak buah Cornelis. "Apa Tuan kalian tahu tentang masalah ini?
"Tidak, tetapi setelah ini Tuan Cornelius pasti akan tahu karena semua aktivitas Nona akan dilaporkan ke Pada Tuan Cornelius.
"Bisakah kalian tidak memberitahu masalah ini padanya?
"Aku hanya mendengarkan perintah Tuan Cornelius nona!"
"Sia-sia Aku bicara padanya, dia tidak mungkin mau mendengar ku, batinnya
"Aku harus bicara sendiri pada Cornelius dia tidak boleh mengintai ku seperti ini." batinnya.
Beberapa menit kemudian, mobil mereka sudah sampai di depan kantor, anak buah Cornelius keluar membukakan pintu untuk Irene dan juga Rina.
Saat pintu untuknya sudah terbuka, Irene tidak turun
"Irene kau tidak ikut turun?
" Kamu duluan saja, aku harus mengurus sesuatu dulu Aku akan kembali ke kantor satu jam lagi.
"Baiklah, kau hati-hati ya." ucap Rina.
"iya kamu tenang saja, Rina meninggalkan Irene masih tetap duduk di dalam mobil anak buah Cornelius. Ia masuk ke dalam kantor.
"Nona mau aku antar ke mana?
__ADS_1
"Antarkan aku ke tempat Cornelius berada sekarang.
"Tempat Tuan Cornelius?
"Iya, antarkan aku ke sana, apa kau tuli?. Kenapa kau melihatku seperti itu ada yang salah dengan perkataanku?
"Tidak Nona, tapi tunggu sebentar Aku harus menghubungi Tuan Cornelius terlebih dahulu.
"Terserah sama kamu.
Setelah berkomunikasi dengan Cornelius hampir 2 menit, anak buahnya kembali ke dalam mobil.
"Bagaimana kau bisa mengantarku ke sana kan? tanya Irene penuh selidik
"Iya Nona, Tuan memperbolehkan Nona datang ke sana
"Baguslah, tunggu apalagi jalankan mobilnya.
"Baik nona."
Hembusan angin laut yang sepoi-sepoi, menerpa rambut panjang irene terurai ke belakang membuatnya beterbangan ke udara dan baju miliknya ikut berterbangan. Raut wajah datar Irene menyambut kapal milik Cornelius semakin dekat.
Saat kapal sudah sampai di pinggir jembatan, Cornelius turun dari kapal menemui Irene."Ada apa sayang? tanya Cornelius sambil membuka kacamata hitam yang ia gunakan sebelumnya.
"Kenapa kau menyuruh anak buahmu mengawasi Ku?
"Aku hanya mau melindungimu, itu saja.
"Tapi aku tidak suka selalu dibuntuti seperti ini. Aku bukan tahanan dan aku merasa tidak bebas." ucap irene emosi menatap Cornelius dengan tatapan tajam.
"Aku tidak pernah menganggap Kamu seperti tahanan sayang, aku hanya mencoba melindungimu saja, dari orang-orang jahat yang ingin melukai mu. Apa aku salah melindungi wanitaku?
Cornelius meraih tangan Irene menggenggamnya dengan lembut mencoba menjelaskan niat baiknya.
__ADS_1
"Kau tidak tahu berapa banyak orang yang ada di sekitarmu, sedang mencoba melukaimu Aku hanya tidak mau kau terluka.
"Tapi tidak seperti ini, anak buahmu tidak perlu sampai mengintai Ku. Aku sangat tidak nyaman diperlakukan seperti ini. aku ingin hidupku seperti dulu hidup bebas tanpa pengawasan.
"Bukannya kau sudah janji padaku, akan melepaskan ku? Kenapa kau masih menggangguku.
"Kau hanya meminta untuk kembali ke kamar kosmu. Dan hidup seperti semula,aku memberikan itu. Tapi tidak untuk statusmu kau akan tetapkan menjadi wanitaku mau tidak mau dan wanitaku akan selalu dapat pengawasan dariku.
"Kau gila, ini pemaksaan namanya. kau tidak bisa memperlakukanku seperti ini.
"Iya, aku memang gila ingin memilikimu. dan tergila-gila kepadamu.
"Omong kosong apa ini?
"Tidak ada yang omong kosong sayang, semua sudah berjalan sesuai dengan takdirnya.
Pertemuan kita sudah digariskan oleh takdir. percayalah aku pria yang dikirimkan untuk menjagamu dan melindungimu dari orang-orang yang ingin melukaimu.
"Kau tahu, aku benar-benar mencintaimu. Aku bisa memberikan nyawaku jika kau mau.
"Bahkan aku rela mati untuk melindungimu."
Irene menatap mata Cornelius melihat keseriusan di matanya. Perkataan Cornelius Entah kenapa mata hati Irene tersentuh.
Irene dan Cornelius terdiam saling menatap satu sama lain. Melihat wajah mereka yang terpancar dari kedua bola mata mereka masing-masing. Cornelius memeluk Irene tapi Irene menolak dia perlahan mendorong tubuh Cornelius yang menempel di tubuhnya.
"Aku mohon padamu Jika kau memang mencintaiku, Biarkan aku bebas tanpa pengawasan mu. itu saja permintaanku ucapnya berbalik.
Saat Irene berbalik mau pergi, Cornelius menarik tangan Irene dalam pelukannya merangkul pinggang kecil irene mencium bibirnya dengan mata yang terpejam merasakan lembutnya bibir Irene.
Bersambung...
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏