Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 54. CEMBURU _GKMBM


__ADS_3

"Semua pria memang brengsek!"gumamnya dalam hati. Irene tiba-tiba merasa kesal melihat Cornelius membawa wanita bersamanya. Sebelumnya irene lah wanita yang berdiri di samping Cornelius. Saat ini, tempatnya sudah digantikan dengan wanita lain.


"Dia bilang cinta, tapi ujung-ujungnya dia bersama wanita lain. Semua pria sama saja. tidak ada yang setia." batinnya Merasa tidak senang melihat kedekatan Cornelius dengan wanita yang berparas cantik berpenampilan elegan itu.


Para tamu undangan menatap kedua pasangan terhormat dari tuan Mahesa. Mereka semua memperhatikannya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Cornelius dan wanita itu jadi pusat perhatian orang-orang di sana. Apalagi para wanita tampak berbisik Karena Wanita itu terlihat menggunakan pakaian yang sangat mewah


"Siapa wanita itu?


"Sepertinya dia wanita kelas atas.


senyuman manis yang ia perlihatkan kepada orang-orang, menandakan suasana hati yang senang melihat para tamu yang tidak bisa melepaskan pandangan mereka.


Suara Aris tiba-tiba memecahkan lamunan Irene. "Pria itu sudah membuang mu dan sekarang dia sudah mendapatkan gantimu." bisik Aris tepat di telinga. Seketika Irene menoleh dengan lirik mata yang sinis.


"Aku tidak peduli." ucapnya pergi sambil membawa gelas minumannya meninggalkan Aris yang terus tersenyum padanya.


"Semua Lelaki sangat menyebalkan. pekiknya berjalan melewati para tamu undangan.


Tiba-tiba ada suara yang memanggil namanya.


"Irene....!,teriak Tuan Mahesa. langkah Irene langsung berhenti mendengar namanya disebut oleh bosnya itu.


"Aduh, apa lagi sih?" ucapnya menarik senyum terpaksa berbalik menoleh ke bosnya tidak jauh darinya. Dimana bosnya sedang bersama Cornelius dengan wanita itu melihat ke arahnya.


"Sini sebentar.


Irene dengan senyuman terpaksa nya itu berjalan ke sana.


"Aduh kenapa ya Bos harus memanggilku sih?" gumamnya dalam hati Was-was takut melakukan kesalahan.


Sebenarnya dia tidak mau sampai terlihat oleh Cornelis. Karena terakhir pertemuan mereka berdua, saling beradu mulut. Dia tidak mau sampai ada pertengkaran yang terjadi di antara mereka.


Ditambah lagi Irene tidak nyaman melihat Cornelius tiba-tiba datang menggandeng tangan wanita lain. Padahal mereka berdua belum mempunyai hubungan yang jelas, tapi saat ada orang yang dulunya mengejarnya tiba-tiba berpaling ke wanita lain hatinya seperti tidak menerima hal itu.

__ADS_1


Saat sampai disana, dia sempat memiliki arah Cornelius yang tampak datar melihat kedatangannya.


Wanita yang menggandeng tangan Cornelius tersenyum ke arah. Irene membalasnya dengan senyuman terpaksa tidak enak dengan bosnya Tuan Mahesa.


"Ada apa Bos memanggilku?


"Tuan Cornelius ingin bertemu dengan orang yang berhasil membuat acara sebagus ini. sepertinya Tuan Cornelius terkesan akan keberhasilan Mu bisa membuat acara ulang tahun perusahaan sebagus ini, dengan waktu yang begitu singkat.


Biasanya acara ulang tahun perusahaan butuh waktu berminggu-minggu untuk mempersiapkannya dengan baik. Tapi Irene hanya membutuhkan waktu 2 hari. Setelah bertemu dengan Cornelius dan Tuan Mahesa. Irene berpamitan untuk bergabung dengan karyawan karyawati lainnya.


Tiba-tiba Cornelius menarik tangan Irene. Itu berhasil membuat langkahnya terhenti.


"Tolong bersikap yang sopan, jaga perasaan wanita yang kau bawa itu."ucapnya sinis menipis tangan Cornelius lalu pergi.


"Oh jadi ini wanita yang berhasil mencuri hatimu? bisik wanita itu kepada Cornelius. Cornelius tidak melepaskan tatapannya melihat Irene yang tampil dengan balutan baju yang seksi.


"Dia datang untuk merayakan pesta ulang tahun atau datang merayu para pria."batinya garam melihat penampilan Irene terlalu terbuka. Irene memang menyukai baju-bajunya lebih terbuka, tapi dia menggunakan tempat-tempat yang menurutnya masih pantas.


Di pesta itu masih banyak menggunakan baju yang lebih terbuka darinya. Dia pergi menjauh dari perkumpulan bosnya. Ia berdiri di pojok meja sambil minum minuman dan memakan kue yang ada di atas meja.


"Wanita mana lagi yang dia bawa pulang!'


"Heran aku lihat wanita bisa-bisa dengan tampak bahagia bersanding dengan pria mengerikan seperti Cornelius."


"Pria itu memang brengsek!" dia masih saja menggodaku, Walaupun ada wanita yang menggandengnya. Dasar pria brengsek!"


Irene sangat marah, Irene menilai wanita itu kalau wanita itu adalah pasangan Cornelius.


D ia tidak tahu kalau wanita yang dibawa Cornelius bukanlah wanita yang seperti dipikirkan. Wanita itu bernama Lisa, masih berusia 22 tahun. Dia adalah sepupu Cornelius. yang baru saja datang dari Kota Changi Singapura.


Cornelius dan Lisa duduk di meja VIP yang disediakan khusus untuk para tamu terhormat. Dari kejauhan Irene memperhatikan Cornelis berbicara dengan Lisa.


Lisa menyadari hal itu, bersikap seolah-olah Ia adalah kekasih Cornelius menyuapi Cornelius kue yang diambil sebelumnya. Dia juga menyuruh Cornelius untuk menyuapinya. tanpa berpikir yang aneh, Cornelius menuruti permintaan adik sepupunya,yang sudah dianggapnya seperti adik sendiri. Lisa berdiri berjalan ke kursi Cornelius menunduk mencium pipi Cornelius.

__ADS_1


Irene melihat itu semakin panas dan hatinya terbakar api cemburu.


"Mereka memang pasangan yang serasi." ucapnya sambil meneguk satu gelas minuman sampai tak tersisa. Meletakkan di meja dengan kasar pergi meninggalkan tempat itu.


Lisa menoleh melihat Irene yang pergi, tertawa kecil karena berhasil membuat wanita yang disukai kakaknya cemburu.


Ha...ha...ha..!"


"Apa?


"Kenapa kau mencium Ku?"


"Dan Kenapa kau tertawa seperti itu? Cornelius tidak menyukai sikap lisa seperti ini.


"Ayolah Kak, aku hanya mencium umpan kakak saja. Bukan bibirmu itu bukan masalah besar.


"Lalu kenapa kau tertawa? ucapnya dengan tatapan tajam.


"Wanita yang kau sukai itu diam-diam memperhatikanmu. Aku cuma ingin ngetes Apakah wanita itu juga menyukaimu atau tidak


"Bagaimana responnya?


Lisa kembali tertawa kecil. Wanita itu langsung berbalik pergi, saat Dia melihatku menciummu.


"Apa dia cemburu?


"Sudah pasti dia cemburu Kak. Kalau dia tidak cemburu mana mungkin dia pergi begitu saja.


"Selamat Kak, wanita itu juga punya perasaan pada mu." ucapnya menepuk punggung Cornelius.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2