Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 99. PETUNJUK _GKMBM


__ADS_3

Timothy yang tak kunjung menemukan sosok pria yang menjadi incarannya atas perintah dari Cornelius. Merasa kesal telah dapat dibodohi lelaki paruh baya.


"Sial! lelaki itu lolos lagi." gumamnya di dalam hati. Timothy menghubungi nomor ponsel milik Cornelius.


Kring ....


Kring.....


Kring.......


suara deringan ponsel milik Cornelius mengusik istirahatnya. Ia menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Timothy.


"Katakan apa kau sudah berhasil menemukan pria itu? tanya Cornelius dengan suara yang datar.


"Maafkan saya Tuan, tetapi lelaki itu lolos lagi dari genggamanku.


" Dasar tidak bisa diandalkan! ucap Cornelius dengan nada yang marah. lalu langsung memutuskan sambungan telepon selulernya begitu saja.


Cornelius meraih pistol yang ia gunakan setiap bepergian ke mana saja. lalu bangkit dari tempat duduknya. "Kau mau kemana, kenapa terburu-buru seperti itu?" tanya Iren penuh selidik .


Aku ada urusan, kau tinggal di rumah jika ada sesuatu yang ingin kau perlukan jangan sungkan-sungkan meminta kepada pelayan." ucap Cornelius sambil melangkah pergi bersama beberapa anak buahnya.


"Timothy tidak bisa diandalkan, aku harus terjun sendiri." gumam Cornelius dengan nada yang marah, rahangnya mengeras itu pertanda Cornelius sangat emosi.


"Apa kau memiliki petunjuk Di mana keberadaan pria itu? Cornelius kembali menghubungi Timothy di dalam sambungan telepon selulernya ketika dirinya berada di mobil miliknya.


"Kami melakukan pencarian dari dari hutan topa-topa, tetapi dari sana ia berhasil lolos." dan saat ini kami masih berada di daerah topa Topa mountain. " sahut Timothy di dalam sambungan telepon selulernya. Cornelius mau minta kepada Timothy untuk menyebarluaskan foto Tuan Bernando ke seluruh penjuru kota Santa Monica dan yang berlokasi tidak jauh dari kota Santa Monica termasuk kota Santa Barbara. Lalu Cornelius langsung memutuskan sambungan telepon selulernya, dan memasukkannya ke dalam saku jasnya.


Cornelius meminta kepada anak buahnya untuk segera menghantarkan dirinya ke daerah tobat Topa mountain karena Cornelius mengira pria paruh baya itu tidak akan lari jauh dari sana. Di sepanjang perjalanan Cornelius memperhatikan potret lelaki paruh baya yang menjadi incarannya.


"Rahasia apa yang dipegang pria itu Mengapa Tuan Thomson Ingin sekali aku menangkapnya hidup-hidup, dan diberikan kepadanya? Kalau tidak itu penting, dia tidak akan rela memberikan Pulau itu kepadaku." gumam Cornelius dalam hati penasaran sembari terus memperhatikan potret itu dengan seksama.


Sementara di tempat lain, irene tampak gelisah memikirkan ayahnya yang seolah dirinya tidak ingin berpisah untuk selamanya. Apalagi kedatangan ayahnya dan ibunya ke kosnya terakhir kali meminta uang untuk membayar hutang-hutangnya.


"Aku tidak yakin Ayah memiliki hutang itu." gumam Irene dalam hati. pasti ada yang disembunyikan oleh ayah dan ibu dariku. Tapi apa? Mengapa ayah tidak memberitahu kepadaku? Entahlah Hanya Tuhan yang mengetahuinya semoga ayah dalam keadaan baik-baik saja, dan selalu dilindungi oleh Yang maha kuasa." gumam Irene dalam hati sembari terus melihat foto ayah dan ibunya yang ada di layar ponselnya.


Di sebuah kota tepatnya di kota Santa Barbara terlihat pria paruh baya itu sedang berusaha untuk menyembunyikan jati dirinya dari orang-orang yang ada disana.


Sebelumnya Cornelius sudah meminta kepada Timothy untuk menyebarluaskan foto milik pria paruh baya itu, kepada seluruh penjuru k daerah Santa Monica. dan kota terdekat dari kota Santa Monica


Di restoran kecil tempat di mana Tuan kemal dan pria paruh baya singgah makan malam.


Restoran itu Tampak sudah sepi dan tak ada pelanggan lagi di sana. Para pelayan di restoran ini, mulai membersihkan restoran itu. karena sudah menunjukkan waktu tutup restoran.

__ADS_1


Beberapa pelayan yang ada disana sedang membersihkan meja para pelanggan yang sudah meninggalkan tempat duduk mereka masing-masing


Tiba-tiba dari pintu masuk datang beberapa orang pria.


Pelayan itu langsung pergi menghampiri para pria-pria itu yang bertubuh kekar dan terlihat asing bagi mereka.


Maaf tuan-tuan restoran sudah kami tutup kalian bisa datang besok. Ucap pelayan itu


Tiba-tiba tanpa dia sadar tangan pria yang berada di depannya sudah mencengkram lehernya begitu kuat, sampai membuat pelayan itu menjerit kesakitan berusaha melepaskan tangan pria itu dari lehernya.


Pria itu semakin kuat mencengkram leher pelayan wanita itu.


Para pelayan lainnya melihat rekannya diperlakukan seperti itu, lari ketakutan ke sudut ruangan.


"Dimana pria itu?" ucap salah satu anak buah Cornelis dengan sorot mata yang tajam.


"Pria mana" ucapnya dengan nada suara yang terputus-putus


Tiba-tiba muncul dua orang pelanggan yang tadi dia layani sekitar jam 08.00. salah satu pria itu memegang sebuah foto berbentuk poster. Tuan Bernando.


Jadi pria yang berdiri di hadapannya ini adalah Tuan Cornelius.


Cornelius mendapatkan sebuah informasi mengenai keberadaan Tuan Bernando lewat dari kedua pria yang hampir makan ke tempat restoran kecil itu.


Salah satu yang pria yang duduk tidak jauh dari meja mereka, mengeluarkan selembar poster yang mereka ambil saat mereka berada di kota Santa Monica. Sesuai dengan perintah Cornelius, ternyata Timothy sudah menyebar poster foto Tuan Bernardo ke seluruh penjuru kota Santa Monica dengan imbalan berupa 200 dolar, Bagi siapa yang melihat atau menemukannya karena jumlah uang yang sangat menggiurkan bagi pengangguran seperti mereka.


Kedua orang itu langsung pergi meninggalkan restoran kecil itu.


Mereka berdua masuk ke dalam mobil meninggalkan restoran lalu langsung meraih ponsel milik mereka untuk menghubungi nomor yang ada di poster itu.


Dengan cepat kedua pria itu memberitahu bahwa pria yang mereka cari sekarang berada Santa Barbara.


Setelah mendapatkan informasi ini, Timothy langsung memberitahu kepada Cornelius. Cornelius dan anak buahnya langsung terjun ke kota Santa Barbara, secepat mungkin sebelum tuan Bernando pergi lebih jauh lagi.


Kedua pria itu menunggu Cornelius dan Timoty di perbatasan kota.


Setelah hampir menunggu kurang lebih 3 jam, Cornelius dan Timoty telah tiba di kota Santa Barbara.


Mereka semua langsung pergi menuju ke restoran dengan dipimpin mobil kedua pria itu. sampai disana, mereka menemukan ternyata restoran itu sudah kosong.


"Di mana pria itu?" ucap Cornelis dan Timothy kembali mempertanyakan keberadaan tuan Bernando dengan memperlihatkan foto yang ia pegang.


"Orang ini bukannya orang yang bersama Tuan kemal?" batinnya kembali mengingat rupa pria yang bersama Tuan kemal.

__ADS_1


"Iya, pria itu adalah dia aku ingat jelas wajahnya." batinnya.


Cornelius dan Timoty yang kesal tidak mendapatkan jawaban dari pelayan cantik itu, Timoty mendorong wanita itu dengan kasar sampai dinding papan itu sambil menodongkan ujung pistol di tengah-tengah dua alisnya.


"Bicara atau aku tembak ini ke kepalamu?" teriak salah satu anak buah Cornelius menekan pistolnya sambil mencekik leher pelayan wanita cantik itu.


Wajah pelayan itu tampak merah dengan matanya yang berair karena sesak nafas.


"Aku tahu dimana orang itu." ucapnya dengan nada terputus-putus.


Anak buah Cornelius melepaskan cekikannya dari leher wanita itu bersamaan dengan pistolnya yang ia turunkan.


Cornelius dan Timoty masih bersabar menunggu jawaban dari wanita itu. Sontak pelayan itu membungkukkan badannya sambil batuk-batuk dengan wajahnya yang memerah.


"Katakan di mana pria itu?" teriak Timoty penuh dengan emosi.


Dia pergi bersama Tuan kemal ucapnya sambil terbatuk-batuk.


"Siapa dia?"


Pria paruh baya yang seumuran dengan pria yang tuan cari


"Dimana rumah pria bernama Tuan Kama itu?"


"Tidak jauh dari sini."


Anak buah Cornelius tiba-tiba menarik tangan wanita itu dengan kasar menariknya keluar dari restoran.


"Bawa kami ke sana"


anak buah Cornelius dan kedua pria memberikan informasi keluar dari restoran mengikuti Timoty yang pergi.


Para pelayan lainnya yang melihat rekan mereka dibawa pergi dari jendela. mobil Cornelius, anak buahnya dan dua pria itu memutarkan mobil mereka meninggalkan halaman parkir restoran.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏


sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain


__ADS_1


__ADS_2