Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 142. ADU TEMBAK_GKMBM


__ADS_3

Pertempuran sengit terjadi di gedung tua itu.


Dor... Satu tembakan lagi-lagi melayang dan untuk kedua kalinya tembakannya meleset mengenai tiang besi sampai menimbulkan percikan api kecil.


Cornelius terus berusaha mencari tempat aman untuk menjadi tempat perlindungan mereka. Saat ada kesempatan Cornelius langsung membawa pergi ke irene masuk ke dalam tumpukan drum.


"Sial!!!! pekik Tuan Thomson melihat mereka lolos dari tembakannya.


Cornelius dan Irene jongkok berlindung dari di balik drum besar.


Melihat kedua mata Irene yang bercucuran, air matanya membuat hatinya sakit. Dia melepaskan lakban dari bibir Irene secara perlahan dan melepaskan lilitan tali yang mengikat kuat kedua tangan wanita itu. Kedua pergelangan tangan Irene tampak merah


Karena bekas ikatan yang terlalu kuat mengikat kedua tangannya. Cornelius mengusap kedua pergelangan tangan Irene. "Aku akan membawamu pergi dari sini." ucapnya dengan lembut menatap mata Irene tampak ketakutan dan kedua tangannya mengusap air mata yang membasahi pipinya.


"Kau harusnya tidak datang ke sini" ucapnya sambil menangis. Cornelius memeluk Irene dalam pelukannya. "Aku tidak akan membiarkan ada orang menyakitimu." ucapnya sambil mengecup kepala Irene memeluknya dengan erat dan rasa kasih sayang yang luar biasa.


" Bagaimana bisa kita keluar dari sini? anak buah mereka sudah tersebar di dalam sini Mereka sudah membuat rencana untuk mengepungmu dan juga Ayah. Aku mohon pergi dan tinggalkan aku sendiri di sini. Irene melepaskan pelukan Cornelius secara paksa, mendorong tubuh Cornelius menjauh darinya


" Ada apa denganmu? aku jauh-jauh datang ke sini menolong mu. Kenapa kau malah bersikap seperti ini?" ucap Cornelius dengan raut wajah yang tak senang.


Hik....


Hik ....


Hik ....


Aku hanya tidak ingin kau terluka karena diriku Aku sudah terlalu banyak memberimu luka. Dan kali ini aku tidak mau melihatmu terluka, karena melindungi ku untuk kesekian kalinya." ucapnya dengan air mata yang berlinang. Merasa dirinya hanya menjadi beban yang akan terus menjadi penyebab dari semua masalah dan luka yang didapatkan Cornelius.


Cornelius perlahan maju sambil menarik kedua bahu Irene sampai membuat kedua mata dari mereka, saling bertemu dan 4 mata menatap wajah Cornelius tampak tegas. berubah lembut ditambah tetapan mata Cornelius yang memperlihatkan betapa besar cintanya pada Irene. Terlihat jelas di dalam sana


Matanya yang tajam perlahan menampakkan ada kesedihan di sana. Yang melihat dan merasakan membuat tangisnya perlahan memudar. Aku lebih baik terluka, karena melindungimu. Daripada harus terluka seumur hidup, karena kehilanganmu. Aku tidak sanggup menerima luka itu, aku mohon padamu Percayalah padaku


Tapi....


Sssst .....jari telunjuk Cornelius menghentikan bibir Irene bicara. "Satu kali ini saja, aku mohon." ucapnya sambil tersenyum. Dengan air mata yang menetes keluar, Irene menurunkan pandangannya menganggukkan kepalanya. "Aku percaya padamu."


Saat Cornelius dan Irene saling berpelukan di luar sana Tuan Thomson dan Tuan Bernardo tampak saling adu tembak


Dor....

__ADS_1


Dor...


Dor...


Suara tembakan menggema di dalam sana. di dibarengi dengan percikan api, akibat benturan antara peluru dengan besi.


Tuan Bernando tampak masih berdiri di belakang drum tak berhenti mengeluarkan kepala melihat keluar bersamaan dengan tangannya memegang senjata api, melepaskan tembakan ke arah Tuan Thomson


Dor....


Dor....


Dor....


lagi-lagi tembakannya meleset. Tuan Thomson berhasil menghindari dari tembakan itu. Karena dirinya berlindung di balik tiang besi besar menopang bangunan tua itu.


Tuan Thomas mengeluarkan kepala untuk melepaskan tembakan


Dor...


Dor...


Dor...


Dor...


Dor...


Dor...


Drum besi yang menjadi pelindung Tuan Bernando tampak mulai tembus, karena peluru Tuan Thomson terus melesat sampai membuat banyak bekas peluru di sana.


Di tempat lain anak buah Tuan Thomson dan juga tuan Jason yang bersembunyi di dalam gedung tua itu, mulai keluar saat mendengar banyak suara tembakan di mana-mana. Pria bersenjata api berkeliaran bersama anak buah Tuan Thomson.


" Cari mereka sampai dapat." teriak Tuan Thomson memerintahkan mereka semua agar berpencar mencari Irene dan juga Cornelius. Satu persatu mereka berpencar mencari Cornelius dan Irene di balik tumpukan tumpukan Drum. Di balik tumpukan room yang entah di mana posisinya.


Tampak Cornelius yang berdiri di belakang Irene. Satu tangannya menggenggam tangan Irine dan tangan satunya memegang senjata api. Dia mengintip dari sisi drum melihat kondisi di luar. Cornelius mengendap-endap berjalan pindah ke tumpukan drum lain.


Saat dia menarik irene keluar, saat itu juga ada salah satu anak buah Tuan Jason yang melihat mereka secara bersamaan. Cornelius tak sengaja melihat pria itu. Pria itu langsung mengangkat senjata menembak ke arah Irene.

__ADS_1


"Dor...


Cornelius seketika mendorong Irene sampai masuk ke kembali, dan terjatuh ke lantai.


"Bruk......


"Aght..... jerit Irene dengan Kedua telapak tangannya menyentuh lantai? Dan wajahnya hampir menyentuh lantai dengan bersamaan suara tembakan kembali terdengar.


Dor...


Cornelius melepaskan satu tembakan yang berhasil langsung mengenai dada anak buah Tuan Jason. Yang mana Tua Jason mengambil kesempatan terlepas dari sekapan Tuan Thomson. Saat perhatian Tuan Thomson dan anak buahnya teralihkan kepada Tuan Bernando dan Cornelius dan juga Irene. Saat ini ia hanya ingin berambisi membunuh Cornelius, musuh bebuyutannya sendiri.


Itu sampai membuat tubuh Irene tumbang. Cornelius langsung lari membantu Irene bangkit. Dia jongkok di depannya aku tidak bermaksud mendorongmu." ucapnya sambil mengusap kedua tangan Irene yang Berdebu.


Wajahnya tampak merasa bersalah. "Aku tahu tidak apa-apa Kok, Ayo kita mencari Ayah." ucap Irene bangkit dengan raut wajahnya khawatir. Karena sejak tadi suara tembakan terus terdengar. Dia takut terjadi sesuatu kepada Tuan Bernando.


Cornelius membantu Irene bangkit dan kembali melanjutkan langkah mereka. Tapi tiba-tiba dari segala Sisi, mereka dikepung oleh anak buah Tuan Jason . Kalian tidak bisa lari lagi." ucap Tuan Jason dengan senyuman, menatap Cornelius yang berada di tengah-tengah, yang dikelilingi oleh anak buahnya yang memegang senjata api


Mereka semua menodongkan senjata ke arah Cornelius dan Irene. Bagaimana ini" ucap Irene tampak ketakutan. Aku tidak akan membiarkan mereka menyentuhmu." ucapnya menarik tangan Irene membawa gadis kecil pujaan hatinya itu ke belakangnya. Berbalik ke belakang.


Melihat pria pria mengarahkan senjata ke hadapannya. Kedua punggung mereka berdua saling Menempel dan tangan Cornelius tampak menggenggam tangan Irene dengan erat.


" Sudah cukup lari-larinya, ya, Sekarang. waktunya kalian menjemput Ajal." ucap Tuan Jason tersenyum mengangkat senjata apinya siap melepaskan tembakan


Dor...


"Akghhh.. mata Cornelius membesar saat melihat Tuan Thomson yang berteriak menjerit karena ada orang yang di belakangnya menembak bahu kirinya. Yang ternyata orang itu adalah Timoty. Puluhan anak buah Cornelius yang mengendarai motor trailer, berbondong-bondong masuk ke dalam bangunan tua itu.


Mereka semua datang ke sana, karena sudah mendapatkan pesan singkat dari pimpinannya, untuk bergerak. Hal itu dilakukan Cornelius saat irene memberitahu bahwa mereka sudah dikepung oleh anak buah Tuan Thomson dan juga tuan Jason.


Otomatis mereka tidak mungkin bisa selamat jika hanya berdua. Untuk mengurangi resiko besar, ia langsung mengeringkan pesan singkat agar Timoty dan anak buahnya segera datang ke sana membantu mereka.


Tuan Jason membungkuk memegang bahunya yang terluka. "Ah sial!!!! disaat fokus anak buah Tuan Jason pecah, Cornelius melepaskan tendangan kepada anak buah Tuan Jason, yang berdiri di hadapannya sampai senjata itu terjatuh ke lantai.


"Irene....., menjauh dari sini" teriaknya seketika lari bersembunyi, saat dia mendapat kesempatan. Dia bersembunyi di balik drum, melihat Cornelius yang berkelahi dengan anak buah Tuan Jason dan Tuan Thomson dan dengan keadaan ketakutan, dia berdiri mengintip sambil menutup mulutnya. tangannya tampak gemetar, matanya terlihat berkaca-kaca.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Antara kutub Utara dan Selatan.(YOU & ME)


__ADS_2