
Kau tidak boleh seperti ini Cornelius. Kalau kau memperlakukan seperti ini bukan yang membuatnya jatuh cinta padamu. Malah akan membuatnya membencimu. Kalau kau ingin wanita itu mencintaimu, maka bersikaplah sewajarnya jangan mengurungnya dalam sangkar mu. Biarkan dia bergerak bebas tapi di bawah pengawasan Mu tanpa sepengetahuannya.
"Kau tidak perlu mengajariku. Aku punya cara sendiri membuatnya jatuh cinta padaku."ucap Cornelius dengan tegas.
"Aku hanya memberikanmu saran tidak mau mendengarkan juga tidak masalah. Wanita itu sangat sulit untuk kau pahami semoga kau beruntung." ucap dokter Aliando sambil menepuk pundak Cornelius, berbalik pergi meninggalkan ruang rawat inap yang ditempati oleh Irene.
Cornelius berbaring ke belakang memanggil dokter Aliando
"Tunggu sebentar."ucapnya dingin
"Ada apa?"
"Jangan tinggalkan rumah sakit sampai dia sadar. Aku tidak bisa percaya dengan dokter lain hanya kepadamu aku percaya.
"Iya jika ada sesuatu Aku ada di ruang kerjaku Kau tidak perlu khawatir Aku pastikan dia baik-baik saja.
"Baiklah kau boleh pergi.
dokter Aliando menutup pintu pergi meninggalkan mereka berdua. Cornelius mengelus dahi Irene dengan lembut memandangi wajahnya. Saat Irene tertidur, wajahnya putih seperti mengeluarkan cahaya rembulan yang memikat hati seorang Cornelius yang terlihat kejam sejagat bumi ini.
Cornelius yang tidak tega meninggalkan Irene memutuskan akan menemaninya."Aku akan menemanimu sampai kau sadar gadis kecilku."ucap Cornelius sambil mengecup kening Irene iya benar-benar ingin tetap bersama Irene.
Malam itu seolah dirinya sama sekali tidak ingin meninggalkan Irene. Karena ia khawatir suatu saat ada yang kembali menculik gadis kecilnya dari pelukan Cornelius.
Pagi hari yang indah matahari sudah mulai memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi bersamaan dengan suara burung-burung yang berkicau di pagi hari menyambut kedatangan sinar mentari.
Irene Yang terbaring di rumah sakit mulai menunjukkan pergerakan dari kelopak mata yang perlahan terbuka. Penglihatan netranya terkesan kabur mulai terlihat jelas.
"Aku dimana?
Potongan-potongan kejadian kemarin malam bermunculan di kepalanya. Irene memegang kepalanya merasa pusing mengingat kejadian malam itu.
"Aduh kepalaku sakit sekali!" keluhnya merasa sakit. Cornelius yang tertidur lelap di sofa sontak terbangun mendengar suara keluhan Irene.
"Cornelius terbangun kaget berjalan sempoyongan ke tempat Irene karena Dirinya belum sadar sepenuhnya setelah terbangun dari tidurnya.
"Ada apa?
"Apa masih terasa sakit? tanya Cornelius panik sambil mengusap wajahnya berulang-ulang agar rasa ngantuk dan kesadarannya kembali.
"Kepalaku sakit sekali aku merasa pusing.
"Tunggu sebentar!" Cornelius mengeluarkan ponselnya dari saku celananya berniat untuk menghubungi dokter Aliando.
Aliando yang tertidur pulas di kursi di dalam ruang kerjanya, ia tiba-tiba dibangunkan dengan suara ponselnya yang menjerit-jerit dan bergetar di atas meja tidak berhenti.
__ADS_1
Kring.....
kring....
kring....
Suara deringan ponsel milik dokter Aliando terdengar jelas di telinganya. Aliando meraih ponselnya yang masih dalam keadaan setengah sadar.
"Hallo! sapanya di dalam sambungan telepon selulernya
"Cepat datang ke ruang rawat Irene sekarang!" ucapnya panik.
Dokter Aliando sontak bangun dari kursinya
"Tunggu dulu, ada apa?
"Jangan terlalu banyak bertanya. Datang ke sini sekarang. Perintahnya di dalam sambungan telepon selulernya. lalu langsung memutuskan sambungan telepon selulernya.
"Baiklah, aku akan datang sekarang!" sahut dokter Aliando padahal sambungan telepon selulernya sudah terputus. Dokter Aliando mengambil jas dokternya yang ada di atas kursi sambil menggelengkan kepalanya memasukkan ponselnya ke saku celananya.
Dokter Aliando buru-buru memakainya keluar dari ruang kerjanya, pergi ke ruang rawat inap Irene. Cornelius di dalam kamar Irene tampak kebingungan harus berbuat apa. Irene merasa kepalanya begitu nyeri dan terasa pusing.
"Sabar, sebentar lagi dokter akan datang ke sini. ucapnya berjalan mendekati Irene.
sontak Cornelius memeluk Irene, dia berusaha mengurangi rasa sakitnya.
Irene berhenti menjerit mengangkat wajah melihat wajah Cornelius yang panik.
seketika Irene tidak merasakan rasa sakit di kepalanya lagi, saat dia ada berada di dalam pelukan Cornelius
"lepaskan aku! Irene mendorong tubuh Cornelis menjauh darinya.
"Kenapa kau memelukku?"pekiknya
"Aku hanya ingin mencoba menenangkan Mu.
"Menjauh dariku!" teriaknya marah mengangkat jari telunjuknya Aku minta kau menjauh Cornelius menjauhi darinya.
Cornelius memeluknya secara tiba-tiba, itu membuat Irene terkejut
Tiba-tiba pintu ruang rawat inap Irene terbuka lebar. Dokter Aliando berdiri di depan pintu bingung melihat Cornelius dan Irene bertengkar.
"Ada apa ini? Tanya Dokter Aliando sambil berjalan masuk ke dalam ruang rawat inap iren.
"Dokter, Tolong usir pria itu. Dia ingin menculik ku lagi. Tolong telepon polisi sekarang."
__ADS_1
"Nona tenanglah, dia sudah menolong Mu seharusnya Nona berterima kasih kepadanya.
"Dan satu hal lagi percuma Nona menelepon polisi. Mereka tidak akan menangkapnya."sambung dokter Aliando membuat Irene mengerutkan ke dunia merasa bingung.
"Kenapa? Memangnya dia siapa? Raja atau pangeran ? tidak kan?teriaknya penuh dengan emosi.
"Dia bukanlah Raja atau pangeran, tapi dia bukanlah orang sembarangan, tidak ada yang bisa melukainya dengan mudah apalagi menangkapnya. Aku bisa menjamin polisi tidak akan berani menyentuhnya nona."
Irene kembali diingatkan dengan perkataan pria yang menculiknya malam itu.
Cornelius punya kekuasaan yang tidak dimiliki oleh orang-orang banyak, Cornelius ditakuti dan dihormati di kota itu. Bukan cuma di kota itu, bahkan di seluruh negara itu.
Cornalius juga bahkan sampai terkenal di negara lain sebagai mafia terkenal kejam yang tidak segan-segan menghancurkan dan menghabisi siapapun yang mencoba menghalangi jalannya mencapai tujuannya.
Cornelius mempunyai kekayaan yang tidak ada habisnya. Pekerjaan kelompok yang dipimpin olehnya tidak bergerak hanya satu bidang saja. Tapi dia juga banyak melakukan tindak kriminal lainnya.
Tetapi yang paling sering ia lakukan, penyelundupan transaksi narkoba, senjata api perdagangan ilegal bertaraf internasional. semua kegiatan dilakukan mereka tanpa terorganisir. Bahkan sampai pihak berwajib pun kesulitan untuk mendapatkan bukti kegiatan mereka.
Karena mereka melakukannya sangat rapi. Memiliki perencanaan yang matang sehingga bukti-bukti yang ingin menjerat mereka sulit ditemukan oleh pihak Kepolisian.
Sebaiknya Nona bicarakan baik-baik padanya. aku yakin Cornelis bisa mengerti.
Dokter Aliando mencoba menjelaskan kepada Irene agar tidak bertindak bodoh. yang dapat merugikan dirinya sendiri.
Irene memalingkan wajahnya tidak mau mendengarkan nasehat Aliando.
"Baiklah nona, kalau kau tidak mau mendengarkan ku setidaknya biarkan aku memeriksa mu dulu.
"Tidak perlu! jawab Irene dengan Ketus
"Nona jangan keras kepala. lihatlah kakakku sangat cemas dengan keadaan. Dokter Aliando berusaha membujuk Irene agar Irene bersedia diperiksa olehnya.
"Tadi kepalamu sakit kan? jadi jangan keras kepala. Tolong dengarkan dia dokter Aliando menoleh ke belakang terkejut dengan perkataan Cornelius dengan mengucapkan kata tolong.
Dokter Aliando tidak pernah mendengar Cornelius mengucapkan kalimat tolong sepanjang hidupnya. Padahal dokter Aliando sudah sangat lama mengenal Cornelius.
"Wanita ini sudah berubah banyak hal darinya."batin dokter Aliando
"Baiklah, aku setuju. tapi jangan pikir aku mau karena kau yang memintanya. Ini murni kemauanku sendiri. Aku tidak peduli kau mengkhawatir atau tidak." ketusnya menatap Cornelius dengan sinis.
"Terserah." Cornelius pergi duduk di sofa sembari melihat dokter Aliando yang memeriksa kondisi kesehatan Irene.
Bersambung....
hai semuanya emak Morata datang lagi membawa karya baru. yuk terus ikuti ceritanya. Jangan lupa like, coment, vote, dan hadiahnya "Trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1