
Di meja makan Lisa dan dokter Aliando tampak duduk makan bersama. Mereka tampak Diam tidak ada yang berbicara. suasana terasa begitu dingin sampai dokter Aliando selesai minum bertanya kepada adik perempuannya.
"Kau datang ke sini bukan karena ada urusan dengan Cornelius kan? Tapi karena kau ingin kabur dari perjodohan!.
"Bagaimana kakak tahu. Apa ada yang memberitahu kakak?
"Apa yang dikatakan ayah,
tidak penting. Intinya aku tidak akan ikut campur dengan masalahmu. Aku hanya ingin mengingatkanmu. Jangan membuat dirimu tersiksa hanya memikirkan orang yang meninggalkanmu.
Kau wanita yang cantik, pintar masih banyak dia sedang menunggumu di luar sana. Jangan jadi wanita bodoh. Percuma kau menjadi pemimpin kelompok mafia ternama di negara ini, Kalau hatimu terlalu rapuh.
Seorang pemimpin harus menunjukkan dirinya kuat dan tidak lari dari masalah. Kalau masalah seperti ini saja kau kabur, apalagi jika nanti kau dihadapkan dengan masalah besar!
Kakak hanya ingin kau lebih dewasa menghadapi masalahmu, selebihnya langkah selanjutnya tergantung dengan pilihanmu." ucapnya sambil berdiri di kursinya.
Aliando akan berangkat lagi ke rumah sakit. Dokter Aliando berbalik pergi meninggalkan meja makan.
"Yang dikatakannya benar.Aku tidak boleh lari seperti ini. Aku seperti orang pengecut masalahku, dengan pria brengsek itu harus aku selesaikan. Biar semua jelas, aku harus mencarinya Walaupun dia pergi ke ujung dunia. Aku akan tetap akan mencarimu batinnya.
Lisa sudah berniat akan menyelesaikan masalahnya dengan mantan kekasihnya itu. Dia berencana akan kembali ke kota Santa Barbara mencari informasi tentang pria itu.
Di sebuah pinggiran jalan terlihat mobil Cornelius yang terparkir. Tapi tidak ada Cornelius dan Irene disana maupun di sekitar mobil itu. Di samping kiri mobil itu, kita bisa melihat sebuah aliran sungai di laut di bawah jembatan besar yang dilalui para pengendara.
Di bawah pinggiran jembatan Irene dan Cornelius setengah duduk di atas rerumputan hijau, sambil menikmati es krim coklat memandangi aliran laut di pagi hari. Hembusan angin di pagi hari adalah hal yang paling disukai Irene. Dan tempat ini adalah suatu tempat paling nyaman untuk duduk makan es krim.
"Aku kira kau ingin mengajakku kemana ternyata ke sini. Sudah lama sekali aku tidak pergi ketempat seperti ini. Aku sangat senang duduk di tempat seperti ini, daripada duduk di dalam restoran. lebih nyaman dan aku bisa melihat pemandangan laut dari sini."
"Kau senang melihat laut?"
"Iya, aku sangat menyukai suasana laut. balasnya sambil memakan es krim.
Cornelis tersenyum melihat Irene tampak Bahagia. Tidak sebahagia dia mengajarkan makan di restoran mewah.
"Setelah es krimku habis, kau bisa mengantarkanku ke kantor? tanya menoleh sambil memakan es krimnya
"Iya." Ucap Cornelius tersenyum
Ingin membalas dengan senyuman manis Tiba-tiba ujung jari jempol Cornelius mengusap sisa es krim di bawah bibir irene lalu menjilatnya.
__ADS_1
Irene seketika dibuat diam dengan tingkah manis Cornelius
"Kau seperti anak kecil saja, makan es krim sampai belepotan." ucap Cornelius sambil melanjutkan makan es krimnya. Irene langsung berpaling mengusap bibirnya dengan tangannya memastikan tidak ada es krim lagi di sana.
Cornelius tersenyum melihat Irene yang salah tingkah. "Kita sudah sering bersama, tapi kau masih saja seperti ini." ucapnya sambil senyum-senyum.
"Siapa juga yang malu. Kau terlalu percaya diri balasnya tapi hatinya berkata lain. Kenapa aku selalu saja salah tingkah saat dia memberikan perlakuan manis padaku? aku jadi tidak bisa marah-marah terlalu lama padanya batinnya.
Aku bisa melihatnya dari raut wajahmu. Kamu tidak bisa berbohong padaku.
Dia nggak usah mengejekku.
Cornelius tertawa kecil. Ha...haha
"Jangan tertawa." ucap Irene kesal memukul-mukul lengan Cornelius.
Cornelius bukannya kesakitan, malah senyum-senyum mendapatkan hukuman. Kau menjengkelkan." terlihat Irene sampai tidak sadar es krimnya meleleh dan jatuh ke rumput.
"Sayang es krim kamu jatuh." ucap Cornelius
Irene berbalik menoleh, melihat es krim jatuh dengan bersama tangan ikut berhenti.
"kalau kau tidak mengejekku, es krimku tidak akan bernasib seperti ini." ucapnya kesel sambil berjalan dengan baju yang beterbangan karena terhembus angin.
Cornelius juga bangkit berdiri.
"Kau mau pergi ke mana?
Irene berbalik ke mobil. Aku sudah telat satu jam, karena memilih pergi bersamamu. Dan sekarang kau harus mengantarku ke kantor."
"Kau tidak marah padaku kan?
"Tidak, balas Irene dengan Raut wajah datar.
Ayo kita pergi." sambungnya
"Siap ratuku." ucap Cornelis sambil menghampiri
Irene dan Cornelius kembali berjalan ke atas masuk ke dalam mobil mereka.
__ADS_1
Sebelum mereka pergi, Cornelius dan memasang sabuk pengaman. Tapi irene terlihat kesusahan. Sedangkan Cornelius sudah selesai.
"Sini biar aku bantu." ucap Cornelius mengambil alih sabuk pengaman itu, dari Irene. Irene lagi di buat senyum melihat perlakuan Cornelius
Cornelius dengan pria pemarah dan keras, Tapi jika dia dihadapkan dengan Irene Cornelius selalu berusaha, agar bersikap lebih lembut. Karena selama mereka selalu bersama, ia sudah bisa melihat Irene tak suka dikasari. Tapi kalau dia bersikap lembut, Irene kadang bisa lebih cepat mengerti dan luluh.
"Sudah selesai ratuku,sudah aman." ucap Cornelius menoleh ke samping menatap mata Irene juga ikut menatapnya sambil tersenyum. Tiba-tiba jari telunjuk karena Cornelius menyentuh ujung hidung Irene,
aku tidak kuat melihat Tatapan matamu. tatapan mata mu, bisa menghanyutkan diriku." ucapnya tersenyum sebelum dia kembali dengan posisi yang menghadap ke setir mobil.
Irene kembali juga salah tingkah. wajahnya memerah seperti kepiting rebus, karena salah tingkah. Dia malah memalingkan wajahnya ke jendela melihat keluar seperti biasa.
Dari atas terlihat mobil Cornelius yang melaju dengan cepat di jalanan terlihat hamparan pantai laut dan bebatuan, sebelumnya ada mobil lainnya yang ia lewati. Dari dalam mobil, Irene bisa melihat hamparan laut yang luas dari jendela mobilnya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit lamanya, mobil Cornelius masuk ke dalam area depan gedung perusahaan.
Irene melepaskan sabuk pengamannya, lalu membuka pintu mobilnya ingin keluar
Tapi Cornelis memanggil namanya. I
"Irene....! tunggu sebentar."
Irene yang tadinya mau keluar, menarik kembali pintu mobil.
"Aada apa?
"Jangan dekat dengan pria tadi, aku tidak mau kau nanti dapat masalah darinya.
"Iya kau tidak perlu khawatir aku pergi dulu." ucapnya tersenyum berbalik aturan membuka pintu mobil keluar, ia menutup kembali.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain
" Hasrat Tuan Muda Arogant"
__ADS_1