Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 60. MEMOHON _GKMBM


__ADS_3

"Keluar dari mobilku sekarang juga. Jangan membuat masalah. Aku tidak ingin berurusan denganmu.


"Sssst, Tolong jangan berisik biarkan aku tinggal beberapa menit saja di sini.


"Tidak!" keluar sekarang atau aku yang menyeret mu keluar dari sini." ucap dokter Aliando mau membuka pintu mobilnya.


Tiba-tiba Camelia menarik baju dokter Aliando sampai membuatnya membungkuk bersama mempertemukan kedua kepala dan mata yang saling bertatapan.


Jantung dokter Aliando tiba-tiba berdegup kencang, netranya melihat Camelia naik turun melihat ke kaca nako mobil miliknya. Ternyata Camelia sedang melarikan diri dari anak buah kakaknya.


Camelia melarikan diri karena bosan hidup selalu dibawa penjagaan ketat anak buah kakaknya. Dia ingin mencoba pergi berjalan-jalan di luar tanpa adanya anak buah kakaknya selalu mengikutinya. Mendapat pengawasan yang ekstra dari anak buah sang kakak, membuat Camelia merasa tidak leluasa.


" Apa yang kau lihat? Tanya Dokter Aliando kepada Camelia yang seperti mengkhawatirkan sesuatu.


Camelia membungkam mulut dokter Aliando. Tolong jangan berisik


"Diam."sambungnya sesekali naikkan kepalanya melihat anak buah Tuan Jason yang berlari melewati mobil itu.


Saat mereka semua sudah berlari menjauh Karena dia melepaskan tangannya, dari mulut dokter Aliando. Camelia menyandarkan tubuhnya di kursi menarik nafas lega akhirnya ia bisa lolos dari anak buah sang kakak.


"Akhirnya!


"Akhirnya apa? tanya dokter Aliando yang belum memahami mengapa wanita itu berada di dalam mobil miliknya.


"Bukan apa-apa."

__ADS_1


"Siapa orang-orang itu kenapa kau terlihat seperti melarikan diri dari mereka.


"Ya jelas lah aku melarikan diri. Sekarang aku tanya padamu, kalau ada orang yang mengejar mu Apa kau akan Berdiri dan membiarkan mereka melakukan apa saja untukmu? atau kau melarikan diri? kalau kau memilih diam berdiri, berarti kau bodoh." ucapnya dengan nada suara yang kesal kepada dokter Aliando.


Padahal seharusnya dokter Aliando lah yang kesal kepadanya, karena masuk ke dalam mobil miliknya tampa persetujuan dari pemilik mobil.


"Mereka sudah pergi. Sekarang bisa kau turun. aku tidak memiliki waktu meladeni mu.


"Pleasessss.... biarkan aku ikut pergi bersamamu


"Aku mohon, sambungnya membalas meminta dokter Aliando membawanya.


"Tidak.


"Pleasessss....bantu aku sekali saja. Mereka nanti menangkap ku lagi. Aku mohon Apa kau tidak kasihan? ucap Camelia dengan raut wajah memelas.


melihat wajah Camelia yang memelas seperti itu, dokter Aliando pun langsung menjawab. "Baiklah, kau boleh ikut.


"Terima kasih." ucap Camelia sambil tersenyum sumringah


Dokter Aliando menghidupkan mesin mobil miliknya meninggalkan tempat itu. Di tengah perjalanan Camelia bertanya kepada dokter Aliando yang fokus mengemudikan mobil."kita akan pergi ke mana?


"Ke rumah sakit.


"Ini Seharusnya sudah jam istirahat kau seharusnya istirahat di rumah.

__ADS_1


"Tidak bisa kalau aku pulang dan istirahat di rumah, sementara ada nyawa yang ku pertaruhkan jika aku terlambat dan tidak ada di rumah sakit.


Mereka benar benar membutuhkan bantuanku. Jika aku tidak dapat membantu mereka dan aku memilih istirahat di rumah, itu artinya aku tidak melakukan tugas dan tanggung jawabku sebagai seorang dokter.


Camelia langsung terdiam dan terpukau akan perkataan dokter Aliando.


"Wow.... dia, punya jiwa yang mulia." gumam Camelia di dalam hati. Seketika Ia teringat kalau pertemuan pertamanya di rumah sakit. dan pertemuan keduanya yang begitu dramatis, membuat Camelia benar-benar Ingin Lebih mengenal dokter Aliando lebih dalam.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, dokter Aliando dan Camelia masuk ke dalam gedung Rumah Sakit berjalan saling berdampingan. Tentunya setelah mematikan mobil miliknya di parkiran rumah sakit.


Para suster dan staf rumah sakit yang masih ada di sana, tampak kaget melihat dokter Aliando muncul bersama seorang wanita cantik yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.


"Dokter Aliando sekarang datang bersama siapa itu? bisik Salah satu suster yang kebetulan melewati dokter Aliando dan Camelia.


"Apa itu pacar dokter Aliando? ucap teman salah satu Suster itu berbalik melihat dokter Aliando dan Camelia berjalan semakin jauh, menuju ruang kerja dokter Aliando.


"Tidak mungkin. Setahu aku dokter Aliando masih tidak memiliki kekasih, alias jomblo.


"Terus wanita itu siapa? atau jangan-jangan calon kekasihnya dokter Aliando. Pertanyaan demi pertanyaan timbul di hati para suster yang sudah lama menaruh hati kepada dokter Aliando.


"Aduh jangan sampai deh. Kalau benar itu calon pacarnya, putus dong harapanku selama ini. Dokter tampanku lebih memilih wanita lain dibandingkan aku. Padahal aku sudah sangat lama mencintai dokter Aliando." ucap salah satu suster yang ada di sana.


Kebetulan mereka dinas malam, membuat salah satu dari rekan Mereka pun tertawa. Seharusnya sebelum menaruh hati kepada seorang pria, kita lebih dulu berkaca. Siapa kita dibandingkan dokter Aliando."ucap salah satu suster yang sama sekali tidak memiliki perasaan apa-apa kepada dokter Aliando. Ia hanya menghormati dokter Aliando sebagai atasan dan juga pemilik Rumah Sakit.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2