Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 46. DI HADANG_GKMBM


__ADS_3

"Lebih baik kita cepat-cepat makan, karena waktu jam makan siang sebentar lagi akan berakhir. Jangan buang-buang waktu hanya untuk membahas pria yang tidak penting itu.


Irene yang masih kesal karena masalah bunga tahi ayam itu membuatnya semakin malas berbicara tentang Cornelius.


Tepat pukul 13.00 siang Irene dan Rina keluar dari Cafe itu. sementara Raihan dan Ricardo masih menunggu kekasih mereka disana kebetulan sebelumnya mereka sudah memiliki janji.


Irene dan Rina keluar dari Cafe mereka berdua berjalan di pinggir jalan menjauhi dari Cafe, mencari taksi yang lewat di daerah sana. Mereka berjalan sambil bercerita satu sama lain.


Tiba-tiba saja sekelompok pria yang entah dari mana asalnya datang menghadang Jalan mereka berdua.


"Cantik, Kalian mau ke mana? yuk ikut kita daripada kalian hanya berdua." ucap salah satu dari keempat pria itu dengan senyum genitnya.


Rina dan Irene saling melihat satu sama lain. Dengan tatapan heran, lalu beberapa menit kemudian mereka berjalan dengan santai melewati keempat pria itu tidak memperdulikan ajakan mereka.


Tiba-tiba pria itu menjepit rokok di bibirnya menarik tangan Irene dari belakang.


Irene yang posisinya ada di samping Rina seketika menghentikan langkah menoleh ke belakang sementara Rina juga ikut berbalik


"lepaskan tanganku."ucap Irene dengan nada suara yang meninggi. Pria itu hanya diam menatap Irene


"Lepaskan tanganku!"teriak Irene marah memberontak berusaha melepaskan tangannya dari genggaman pria itu yang begitu kuat memegang pergelangan tangannya.


"Pria tidak tahu malu, lepaskan tangan temanku." teriak Rina marah.


Rina yang merasa mereka dalam situasi bahaya, mengeluarkan ponselnya menghubungkan kantor polisi. Tapi belum sempat Rina menekan nomor darurat, 2 pria itu langsung menarik tangan Rina.


Mengakibatkan ponsel yang terjatuh. dua pria lain memegang Rina agar mereka tidak berbuat macam-macam.


"Lepaskan!" teriak Rina


"Lepaskan tanganku!" brengsek teriak Rina kembali memberontak.


"Diam kau, bentak pria itu


"lepaskan, atau kami berteriak." ucap Irene memberontak.


pria itu tampaknya tidak memperdulikan ucapan Irene.


"Tolong.....! teriak Irene meminta pertolongan kepada orang-orang yang ada di sana. Tapi tampaknya tidak ada orang yang lewat di jalanan itu. Walaupun kondisinya mereka berada di pinggir jalan, beberapa mobil yang lewat di jalan kecil itu tidak ada yang berhenti untuk membantu mereka.

__ADS_1


Ada pria yang lewat di bahu jalan lainnya,dia melihat dan mendengar Irene yang berteriak minta tolong. Tapi ia berjalan begitu cepat. tidak berani ke sana menolongnya.


Irene terus berusaha memberontak. Irene menginjakkan kaki pria itu dengan high heels yang ia gunakan.


" Aahh." teriak pria itu melepaskan tangan Irene. Irene menghantamkan Wajah pria itu dengan tasnya.


Brungh....


Rina juga melakukan hal yang serupa tapi tenaganya tidak sebanding dengan dua pria yang memegangi tangannya. Irene berbalik memukuli pria yang memegang Rina.


Irene berbalik memukuli pria yang megang Rina dengan tasnya, lepaskan teriaknya.


"Wanita ******, teriaknya marah menarik tangan Irene sampai membuat tubuh Irene berbalik ke depan pria yang memegang tangannya tadi.


"Plak....


Tamparan keras mendarat di wajah Irene.


Rina yang tadinya memberontak seketika terdiam.


"Beraninya kau!" ucap Irene sambil memegang pipinya yang merah.


Pria itu menarik tangan Irene.


"Tidak mau, lepaskan aku


"diam bentak pria itu kembali.


Ketiga yaitu juga membawa Rina dengan paksa mengikuti pria yang menarik tangan Irene dengan kasar.


"Lepaskan...!


"Lepas


Rina dan Irene berusaha melepaskan diri sampai seketika, ketiga pria yang membawa Rina tiba-tiba terjatuh karena mendapat serangan dari belakang.


Pria yang bertubuh kekar menembak pria-pria itu dari belakang.


Peluru terbang dengan cepat mengenai kaki pria yang menarik tangan Irene, bertekuk lutut bersamaan dengan dia melepaskan tangan Irene. Irene langsung menoleh ke belakang melihat banyak pria berpakaian seperti biasanya yang digunakan oleh anak buah Cornelius.

__ADS_1


Para pria-pria itu memang benar anak buah Cornelius yang ditugaskan untuk mengintai Irene, dimanapun dan kapanpun selalu Cornelius tidak bersama Irene.


Salah satu dari mereka mendatangi.


"Nona baik-baik saja?


Irene mengangguk, kebingungan


"Tangkap mereka teriaknya merendahkan kawanan anak buah Cornelius menangkap pria yang ditembaknya.


Keempat pria itu, ditangkap tanpa berlawanan mereka dibawa masuk ke dalam mobil anak buah Cornelius.


Rina menghampiri Irene.


"Siapa mereka?


"Aku juga tidak tahu.


"Nona mari aku antar kembali ke kantor.


"Terima kasih. Tapi kalian siapa?


tanya Irene penasaran.


"Kami anak buah Tuan Cornelius."sahut pria itu jujur


"Lagi-lagi pria itu membantuku." gumam di dalam hati.


"Pria malam itu? Rina kaget


"Kenapa kalian semua bisa ada di sini mana Tuanmu?


"Tuan Cornelius sedang berada di tempat lain, kami ditugaskan untuk selalu mengikuti Nona dan menjaga Nona, saat Tuan Cornelius sedang tidak bersama nona.


mendengar itu, Rina terpaku dengan bentuk perhatian yang dimiliki Cornelius. Tapi tidak untuk Irene, itu membuatnya tidak nyaman.


"Mari Dona aku antar."ucapnya sambil mengarahkan jalan ke mobil yang terparkir di bahu jalan.


Bersambung...

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2