Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 32. KESAL_GKMBM


__ADS_3

Irene tampak kesal. "apa sih maunya Kenapa dia selalu membuatku susah? gumamnya merasa kesal. Timothy menarik tangan Irene menahannya untuk tidak pergi.


"lepaskan Aku!" teriaknya marah. Dari balik pintu utama Tampak Cornelius yang berlari keluar dengan kondisi nafas Ngos-ngosan karena harus berlari menuruni tangga demi mengejar Irene.


"Bawa masuk ke dalam mobil." perintah Cornelius memerintah anak buahnya untuk segera membawa Irene ke dalam mobilnya.


"Aku tidak mau pergi bersamamu!" ucapnya memberontak berusaha melepaskan tangannya dari Timothy.


Cornelius tidak menghiraukan permintaan Irene dia membiarkan Timothy menarik tangan Irene. Cornelius masuk lebih dulu dan Timothy mendorong Irene masuk ke dalam mobil dengan bantuan Cornelius yang ikut menarik tangan kiri dari dalam.


"Bagaimana mungkin kalian memperlakukanku seperti ini?" Apa kalian tahu aku sudah memesan taksi online dan itu taksi online ya sudah tiba disana. Kasihan dia mencari nafkah untuk anak-anaknya, tetapi aku permainkan seperti ini." teriak Irene Yang merasa tidak tega melihat driver taksi online itu kembali dengan tangan kosong.


Cornelius meraih dompet yang ada dari saku celananya, lalu mengambil beberapa lembar Uang pecahan seratus ribu. "Timothy berikan ini kepada driver taksi online itu, dan katakan kalau gadis kecilku yang cantik ini, tidak jadi naik taksi online pesanan gadis kecilku. Jadi sebagai penggantinya, kamu berikan uang itu kepadanya." perintah Cornelius kepada Timothy.


Timothy turun dari mobil, lalu memberikan uang pemberian Cornelis kepada driver taksi online pesanan Irene. "Sekarang aku sudah mengganti uang yang aturan didapatkan driver taksi online itu dari kamu, bahkan sepertinya puluhan kali lipat yang ongkos kamu berikan kepadanya, sudah aku berikan. Dan sekarang tidak ada alasan lagi. Ayo kita berangkat." ucap Cornelius kepada Timothy setelah Timothy berada di mobil yang sama dengan mereka.


Timothy dan anak buah Cornelius yang duduk di bangku depan, langsung mengunci mobil Itu. "Buka pintunya! teriaknya marah, bersama membuka pintu mobil yang mereka tumpangi saat ini. "Jalan!" perintah Cornelius dengan tatapan kedepan. Dan dengan mobil Cornelius meninggalkan tempat gedung rumah kos-kosan yang selama ini ditempati oleh Irene.


Cornelius tidak memperdulikan ocehan Irene, yang terus-menerus meminta mereka agar menghentikan mobil itu yang membawa tubuh Irene.


"Apa kalian tuli? hentikan mobilnya. Aku tidak mau ikut dengan kalian." aku harus ke kantor. sudah beberapa hari aku tidak masuk ke kantor karena ulah kalian. Bisa-bisa aku dipecat karena kalian.

__ADS_1


"Jika aku dipecat, Bagaimana mungkin aku bisa membahagiakan kedua orang tuaku dan membantu ekonomi keluargaku?" ucap Irene kepada Cornelius dan beberapa anak buah Cornelius yang berada di sana. "Diam dan duduklah dengan tenang." ucap Cornelius tanpa melihat ke arah Irene,


Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri. lagi pula kalian tidak tahu kantorku dimana." kesalnya walaupun kau bertanya padaku, aku tidak akan memberitahunya." ucap Irene memalingkan wajahnya ke jendela.


"Aku tidak peduli kau mau memberitahunya atau tidak. Aku akan tetap tahu dimana kau bekerja."


"Apa?


"Bagaimana kau bisa tahu?" tiba-tiba mobil yang dikendarai oleh anak buah Cornelius sudah tiba di kantor yang selama ini tempat irene mengais rezeki, wajahnya ke kaca melihat keluar .


Ternyata Cornelius memang tahu dimana, ia bekerja saat ini. Anak buah yang duduk di kursi samping kemudi, keluar membukakan pintu untuk Irene. Irene keluar dan Cornelis Juga ikut keluar menghantarkan.


" Kenapa kau juga ikut keluar?" tanya Irene "Aku akan mengantarmu masuk ke dalam."


" Irene tidak mau, sampai Cornelius ikut masuk ke dalam, bisa-bisa dia jadi omongan para rekan-rekannya.


" Aku bukan anak kecil!"


Tidak akan, tetap mengantarmu." ucap Cornelius sambil meraih tangan Irene menepis tangan Cornelis.


"Tidak apa-apa, aku bisa masuk sendiri." ucapnya mengembangkan senyum terpaksa.

__ADS_1


"Baiklah, aku tidak akan mengantarmu tapi dengan satu syarat.


"Okey Katakan Apa syaratnya? Cornelius sedikit membungkuk di depan Irene


Tiba-tiba Irene langsung menciumnya, lalu berbalik pergi tanpa mengatakan apapun.


"Jantung seketika seperti berhenti, wajahnya yang datar tiba-tiba ada senyuman yang mengulas di sana. "Apa dia mulai menyukaiku?" gumamnya dalam hati karena tiba-tiba saja Irene memberikan kecupan di wajah tampan Cornelius.


Rasa Bahagia yang luar biasa menyelimuti hati Cornelius karena wanita cantik menciumnya lebih dulu. Karena dia pikir syarat yang diminta Cornelis sebuah ciuman perpisahan, pikirannya apalagi permintaan yang akan dilontarkan pria mesum, sepertinya sudah pasti meminta kecupan."


Tapi ternyata irene salah, mengartikannya Cornelius membungkuk. Karena ingin melihat Apakah kain yang ada di leher itu untuk menutupi bekas jejak kecupan yang diberikan kepada Irene pagi itu.


Cornelius masuk ke dalam mobil sambil senyum-senyum sendiri, memikirkan kecupan Irene. Bahkan di dalam mobil Cornelis menyentuh bibirnya yang masih membayangkan lembutnya bibir Irene menyentuh bibirnya.


Saat mobil Cornelis pergi ada satu pria berdiri di sisi ujung gedung itu. pria itu melihat dengan jelas Bagaimana Irene mencium Cornelius. Wajah pria itu tampak kesal, Bahkan ia mengepal tangannya memukul tembok, karena melihat Irene mencium Cornelius.


Pria itu adalah Aris, saat dia mau belok langkah terhenti, karena melihat Irene yang keluar dari mobil mewah bersama seorang pria. "Dia sudah punya pacar baru." kesalnya


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


__ADS_2